Aku membaca cerita ini pertama kali (klo ga salah) di buku “First Thing First” karya Stephen Covey, dulu pas masih kuliah. Buku yg sangat bagus dan wajib dibaca (masih ada di toko buku ga ya….
).
Hari ini sebuah email mampir ke inbox aku dan menghadirkan kembali kisah ini.
Seakan Tuhan mengingatkan aku lagi, membersihkan kabut kesadaranku, mengajari aku tentang bagaimana menjalani hari-hari.
Di sini, aku ingin berbagi kisah ini. Jika anda baca dan pahami, kemudian aplikasikan dalam kehidupan anda, maka aku yakin hidup kita akan menjadi lebih sukses dan jauh lebih indah.
Tidak percaya? Maukah anda melakukan dan membuktikannya sendiri?
Berikut kisahnya:
“The Parable of the Professor and the Bucket”
Profesor dan embernya, sebuah perumpamaan.
Seorang profesor filsafat dan muridnya berdiri di sebuah ruang kelas.
Sebuah ember kaleng besar dan beberapa kotak yg berisi batu ada di atas meja di depan mereka.
Sang profesor mengambil sebuah kotak yang berisi batu-batu besar, masing-masing sekitar empat inci diameternya, dan menuangkan mereka ke dalam ember.
Batu mencapai bagian atas ember, dan ia bertanya kepada siswa: “Apakah ember sudah penuh?”.
"Ya" jawab siswa.
Sang profesor mengambil kotak yang lain, yang satu ini berisi batu-batu sekitar satu inci diameter, dan menuangkan isi kotak kedua ke atas batu-batu dalam ember.
Batu yang lebih kecil mengisi ruang di antara batu-batu. Sekali lagi, ia bertanya kepada muridnya apakah ember sudah penuh.
Mahasiswa melihatnya dan berkata, "Benar."
Profesor kemudian menuangkan dalam isi kotak ketiga, yang satu ini berisi kerikil kecil. Sekali lagi, mahasiswa mengecek ember dan setuju bahwa ember sudah penuh.
Akhirnya, sang profesor menuangkan pasir kotak di atas batu, batu, dan kerikil.
Dan sekali lagi, untuk keempat kalinya, pelajar harus mengakui bahwa ember sudah penuh.
"Pelajarannya" sang profesor mengatakan kepada mahasiswa, "adalah melakukan hal yang paling penting terlebih dulu, dan kemudian baru lakukan hal dg prioritas lebih rendah.
Dengan cara ini, Anda akan dapat mengisi hidup Anda empat kali, bukan hanya sekali. Jika Anda melakukan hal-hal yang tidak penting terlebih dulu, Anda akan mengisi ember Anda dengan pasir … dan tidak akan ada ruang untuk yang lain. "
Bagaimana menurut anda?
Jika anda sudah meng-aplikasi-kan hal ini, tolong sharing pendapat anda di-comment ya.
Incoming search terms for the article:
Related Posts:
Tags: Inspirasi, Time Management
