obat pembesar penis

obat pembesar penis

obat peninggi badan

obat peninggi badan

obat pembesar penis

produk obat pembesar penis no.1 di dunia

Guruku dikampung halaman, Guru Asmuni dari Danau Panggang (Guru Danau), selalu menyelipkan humor dalam pengajian beliau, sangat lucu, dan ga garing. Humor ini membuat pengajian beliau menjadi lebih berwarna bagiku.
Karena humor beliau, aku memandang beliau sebagai figur yg alim, hangat, lucu dan dan sangat humoris.

Ternyata, dalam salah satu pengajian Guru Danau, beliau menyebutkan bahwa Guru beliau, yaitu KH. Zaini Ghani Sekumpul Martapura (Guru Sekumpul) adalah orang yang lebih lucu dan lebih humoris dari beliau sendiri.
Karena Martapura jauh dari kotaku dan aku jarang ikut pengajian Guru Sekumpul, maka aku belum punya bayangan bagaimana humor dari Guru Sekumpul.
Sekarang setelah aku memiliki beberapa kaset/mp3 rekaman ceramah Guru Sekumpul… ternyata memang benar.. Guru Sekumpul bener-bener lucu dan penuh humor.

Dalam pengajian tsb, Guru Danau melanjutkan bahwa jika Guru Sekumpul itu orang yg humoris.. ternyata, Rasulullah saw lebih humoris dan lebih lucu lagi…
wow.. aku tersenyum saat itu.. krn bodohnya aku dan kurangnya ilmu, tentu saja aku ga tak tau hal ini, tak juga bisa membayangkan.. apa lagi tidak pernah bertemu dg Rasulullah saw :) … tapi dari kata-kata Guru Danau ini aku percaya, bahwa Rasulullah saw adalah juga pribadi yg penuh humor.

Bagaimanakah contoh humor dari Rasulullah saw?
Monggo diterusin membaca artikel ini ya :)

Dalam beberapa pengajian, aku pernah mendengar hadits-hadits yg bertutur tentang humor dan canda dari Rasulullah saw.
Salah satunya aku dengar dalam pengajian Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di majelis Maiyah Jogja, cak Nun bercerita bahwa Rasulullah adalah orang yg humoris, cak Nun kemudian menceritakan tentang canda Rasulullah saw saat seorang ibu tua bertanya pada beliau:

Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?”
Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”.
Perempuan itu menangis mengingat nasibnya.
Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”.
(Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)

Mendengar cerita cak Nun ini aku menjadi ingat kembali kata-kata Guru Danau bahwa Rasulullah saw itu juga humoris :).

Hari ini, Alhamdulillah, aku menemukan beberapa hadits lain tentang humor dan canda dari Rasulullah saw.
Hadits-hadits ini mencerahkan pagiku dan semoga terekam kuat dalam benakku utk terus mewarnai kehidupanku.
Hadits-hadits tentang humor dan canda Rasulullah saw ini, yang sampai ke kita saat ini, baru segini, masih bisa dihitung dengan jari… berapa banyak yg tidak sampai ke kita, berapa banyak yang tidak tertulis, berapa banyak yg hilang olah jaman.. tentu saya yakin, masih banyak lagi humor dan canda dari Rasulullah saw di masa itu, masa yg indah….

Subhanallah, sungguh engkau ya Nabi saw adalah figur yg paling pantas utk di-idola-kan, diteladani..

Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya.
Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”.
Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat.
“Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?”
Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta”
Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.
(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir.
Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”.
Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan.
Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat.
Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah.
Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah.
Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??”
Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka”
Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?”
Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah.
(Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)

Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih.
Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw.
Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak.
Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa.
(HR. Bukhori, dhoif)

hehehe… hadits di atas sungguh lucu :D

Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping.
Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!”
Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari.

Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”
suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.”
Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk.
Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?”
Beliau berkata, “Marilah kita mulai.”
Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku.
Beliau tertawa seraya berkata, ”Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.”
(HR Ahmad dan Abi Dawud)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.”
Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?”
Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad”, Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!””.
Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja”
(HR Bukhari dan Muslim)

Terima kasih pada pak Setiawan atas tulisannya http://www.dakwatuna.com/2009/fiqih-canda-dan-humor/ sehingga aku bisa memperoleh hadits-hatids ini.

:cendol

Bagaimana menurut teman-teman? comment-nya ditunggu ya :)

Jika teman-teman ada menemukan lagi hadits-hadits lain tentang humor dan canda Rasulullah saw ini.. tolong tulis di-comment bawah ya..

terima kasih banyak

Wallahu’alam Bisshawab

Incoming search terms for the article:

Related Posts:

Tags: ,

5 Comments on Humor ala Rasulullah saw?

  1. Fajrin says:

    bener2 lebih ngrti sisi lain dr kesahajaan n kesempurnaan Rasulullah, mbacanya sambil ketawa2 sendiri n terharu jg. makasi mas Aan

    [Reply]

    aan Reply:

    terima kasih jg buat mas Fajrin :)

    dan terima kasih krn sudah jadi :pertamax :)

    [Reply]

  2. heri says:

    subhanallah…humor yang penuh makna..

    [Reply]

  3. yhen says:

    kok ga da teks arab na ea,,,?? ge cri nec buat tambahan ,,hehhehe

    [Reply]

  4. muzaim says:

    membaca smbil ketawa sambil terharu juga.ternyata mengingat Allah SWT dan Rosullallah sungguh terasa adem,damai…

    [Reply]

Leave a Reply


*

[+] kaskus emoticons nartzco