obat pembesar penis

obat pembesar penis

obat peninggi badan

obat peninggi badan

obat pembesar penis

produk obat pembesar penis no.1 di dunia

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ada teman yg bertanya tentang shalat sunnah Qabliyah dan Ba’diyah, krn itu artikel ini saya harap bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua. (Thanks Aya for the question :) )

sholat sunnah Qabliyah (sebelum shalat Fardhu) dan Ba’diyah (Sesudah shalat Fardhu) itu disebut shalat sunnah Rawatib, dilakukan 2 rekaat dg 1 kali salam spt biasa.

- 2 rekaat sebelum shalat subuh

- 2 rekaat sebelum shalat Zuhur dan 2 rekaat setelah shalat Zuhur
   bisa ditambah 2 rekaat, sehingga totalnya jadi 2×2 rekaat/4 rekaat sebelum dan 2×2 rekaat setelah

- 2 rekaat sebelum shalat Ashar
    bisa ditambah 2 rekaat sehingga totalnya menjadi 2×2 rekaat sebelum shalat Ashar

- 2 rekaat setelah shalat Maghrib

- 2 rekaat sebelum shalat Isya dan 2 rekaat setelah shalat Isya. 
     bisa ditambah 2 rekaat sehingga totalnya menjadi 2×2 rekaat setelah shalat Isya, dan 2 rekaat tambahan ini, jika anda lakukan sudah sama seperti anda melakukan shalat malam 2 rekaat (sudah dianggap sebagai shalat malam)

Di dalam Shalat Rawatib ada terdapat 10 rekaat yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:


Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rekaat (rawatib), yaitu: 2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya, 2 rekaat sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 rekaat sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 rekaat sebelum Shubuh …
(HR Imam Bukhari dan Muslim).

Adapun rekaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:
a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 rekaat sebelum Dzuhur dan 4 rekaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan
Tirmidzi)
2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.

b. Nabi SAW bersabda: “Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat rekaat sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu
Huzaimah)
Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua rekaat berdasarkan Sabda Nabi SAW: “Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)

Jadi shalat sunnah rawatib ini penting.. dan mesti kita lakukan.

 

Ada Pertanyaan mengenai, apakah ada shalat Qabliyah maghrib atau tidak?

berikut penjelasan habibana Munzir Al Musawwa

Saudaraku yg kumuliakan,
Ikhtilaf mengenai shalat qabliyah maghrib, ada yg mengatakan tak ada, namun yg melakukannya adalah berpegangan pada hadits riwayat shahih Bukhari no. 598.

Namun sebagian para Muhaddits tak mengelompokkannya sebagai shalat rawatib, karena Rasul saw tak selalu melakukannya, dan banyak para sahabat sepeninggal Rasul saw tak melakukannya, ini menunjukkan bahwa hal itu bukan hal yg selalu dilakukan oleh Rasul saw, (Fathul Baari Almasyhur Juz 3 hal 59)
source: Qabliyah Maghrib?

Oh ya, shalat Tahiyatul Mesjid juga penting.

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.” (HR. Jama’ah Ahli Hadits)

Jika masuk ke mesjid, terus waktu sudah tidak ada lagi (sudah pada mulai shalat Fardhu, maka bisa kita ganti dg membaca “Subhanallah Walhamdulillah Walailahailallah Wallahu Akbar” sebanyak 4 kali.

Jika terlupa dan terlanjur duduk, tapi langsung ingat, maka boleh lah langsung melakukan shalat sunnah tahiyatul mesjid ini.

Setelah shalat sunnah tahiyatul mesjid, (setelah azan) barulah kita melakukan shalat sunnah Qabliyah.

bila waktu mephet :).. misal anda datang ke mesjid dan anda tahu anda cuma sempat shalat 2 rekaat saja, padahal ingin bisa shalat tahiyatul masjid, shalat sunah wudhu (krn baru saja selesai wudhu), dan shalat sunah Qabliyah.. maka boleh 3 niat shalat ini anda gabung dalam satu kali shalat sunah 2 rekaat.
Jadi dalam satu shalat sunah 2 rekaat itu niatnya ada 3. Misal dg niat:

Usholli sunnatan Wudhu, wa Tahiyatul Masjid, wa Qabliyatun Zuhri, rak’ataini, Lillaahi Ta’ala.
(sengaja aku shalat sunah wudhu dan tahiyatul masjid dan qabliyah zuhur (shalat sunat sebelum zuhur), dua rekaat, karena Allah Ta’ala).

Menggabung niat spt ini boleh dalam mazhab Syafii.
Habib Munzir: "hal ini merupakan ijtihad ulama, dan demikian dalam madzhab syafii dan dapat dilihat pada Kita Busyral karim syarah muqaddimah hadramiyah, atau Syarah Baijuri dan syarah fiqih madzhab syafii lainnnya, namun sedikit yg sudah diterjemahkan"
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=23250#23250

berikut tanya jawab di forum majelis Rasulullah saw berkenaan shalat sunnah ini, semoga bisa menambah ilmu kita:

Contoh niat shalat bisa dilihat di sini:

http://gadiskalispeluru.blogspot.com/2009/08/solat-sunat-tahyatul-masjid-dan-solat.html

Berikut, kita perdalam lagi dg artikel yg saya copy dari Forum Majelis Rasulullah saw (Shalat sunnah Rawatib dan hadits-hadits.)

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang dimuliakan Allah, pertanyaan anda sudah pernah dibahas sebelumnya di forum, berikut jawabannya yang sudah saya rangkum :

hal itu banyak teriwayatkan dg riwayat hadits yg berbeda, ada riwayat qabliyah dhuhur dan ba’diyyah nya masing masing 4 rakaat, ada riwayat qabliyyah asar 4 rakaat, ada riwayat Qabliyah magrib 2 rakaat.

mengenai dua rakaat sebelum jum’at memang riwayatnya lemah, namun demikian pendapat dari madzhab syafii melakukannya, adapula para ulama syafiiyah yg melakukannya 4 rakaat sebelum jumat (sesudah adzan)

BAB SHALAT SUNAH SUBUH 2 RAKAAT

1- sholat sunah subuh 2 rokaat.hadits shohih bukhori,muslim,abu dawud,tirmidzi.
Sedangkan surat yang sunah dibaca dalam 2 rokaat qobliyah subuh tersebut untuk rokaat pertama setelah alfatihah adalah surat Al kaafirun dan rokaat kedua adalah al ikhlas.Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra bahwa nabi SAW membaca alkafirun dan al ikhlas dalam 2 rokaat sunah subuh.(HR Muslim,abu dawud dan tirmidzi).

Begitu juga Hadits riwayat Ibnu majah dengan isnad yang kuat,dari Abdullah bin syaqiq dari Aisyah ra bahwa Rosulullah SAW sholat 2 rokaat sebelum subuh membaca surat Al kafiruun dan al ikhlas.

Sholat sunah sebelum subuh ini boleh dilakukan dimasjid ataupun di rumah.

Kedua riwayat yang masing memperbolehkan sholat dirumah dan dimasjid sama dari Ibnu Umar ra tapi dengan jalan berbeda.

Namun sebagian salaf lebih memilih sholat sunah sebelum subuh itu dilakukan dirumah sebelum pergi kemasjid.Sebagaimana dinyatakan oleh mahky dari ibnu umar dan pendapat ini juga diperkuat oleh para guru imam Ibnu Hajar.

Ada pertanyaan bolehkah sholat sunah subuh dilakukan setelah sholat subuh apabila tertinggal?..

Jawabanya boleh. Dalilnya sebuah hadits dari Abu hurairah ra,nabi SAW bersabda: "Barang siapa tidak sempat sholat sunah subuh,maka boleh dilakukan setelahnya (sholat subuh)".(HR Tirmidzi 423,juga imam haim dalam Al mustadrok 1/274,Baghowy dalam syarah sunah 3/335,Tafsir alqurthuby 2/304 dan alhindy dalam kanzul umal 19331).

Tapi dalam salah satu kitab fiqh syafi’iyyah disebutkan bahwa yang diperbolehkan untuk melaksanakan sholat sunah subuh dilakukan setelah sholat fardhu subuh adalah bagi yang terbiasa melakukan sholat sunah tersebut.Jika tidak terbiasa melakukannya maka tidak diperbolehkan karena ada hadits shohih yang mengatakan tidak ada sholat setelah sholat subuh.

Oleh para ulama larangan tersebut adalah pada sholat2 yang tidak mempunyai sebab/sunah mutlak.Tapi kalau sholat itu dzuu sababin seperti sholat qodho,sholat janazah dll maka diperbolehkan.

Mudah2an kita semua senantiasa mengamalkan sholat 2 rokaat sunah subuh.Karena nabi SAW sangat memperhatikannya,bahkan dalam sebuah hadits shohih nabi bersabda: "Dua rokaat sunah subuh lebih aku cintai dari dunia seisinya". (HR Muslim dalam kitab sholat almusafiriinb bab 14 no 97).

Masya Allah….Lihatlah bagaimana nabi SAW sangat mementingkan 2 rokaat sunah subuh itu.Mudah2an kita semua bisa konsisten mendirikan 2 rokaat sunah subuh sebagaimana nabi kita Muhammad SAW senantiasa melaksanakannya.

 

BAB ROOTIBAH AL DZUHRI / rowatib dzuhur.

Dari Abdullah bin Umar  ra: "Saya sholat bersama nabi SAW 2 rokaat sebelum dzuhur dan 2 rokaat setelahnya".(HR Bukhori,Muslim dan tirmidzi).

Dari Aisyah ra :"Bahwa Rosulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat sunah sebelum dzuhur 4 rokaat dan 2 rokaat sebelum sholat subuh".(HR Bukhori).

Dua hadits diatas adalah shohih semuanya,lalu manakah yang benar.Tentu saja dua2nya benar,karena semua shohih.Sebagian Ulama mengatakan bahwa jika nabi SAW melakukan 4 rokaat sebelum dzuhur itu karena nabi SAW melakukannya dirumah,sehingga Aisyah ra mengetahuinya.Sedangkan Ibnu umar hanya tahu ketika nabi sholat dimasjid 2 rokaat.

Menurut pendapat Abu ja’far Al thobary bahwa Rosulullah SAW lebih sering melakukan 4 rokaat sebelum dzuhur dari pada 2 rokaat.

Ada pendapat lain seperti berikut,4 rokaat sebelum dzuhur yang rosulullah SAW lakukan bukanlah sunah dzuhur,tapi sholat sunah mutlak dimana nabi SAW selalu melakukan setelah zawal/matahari mulai condong sedikit dari arah tegak diatas kepala.Sebuah hadits dari tsauban ra:"bahwa nabi SAW sangat menyukai sholat setelah nishfi al nahaar/setelah tengah hari.Lalu Aisyah ra bertanya;"Ya Rosulallah,aku melihat engkau suka sekali sholat disaat2 seperti ini".Nabi SAW menjawab:"Pintu2 langit dibuka,Allah melihat makhluknya dengan rahmat,itulah sholat,dimana nabi Adam,nuh,ibrahim,musa dan isa selalu menjaganya".(HR Al Bazzar).

Hadits diatas disebutkan oleh Al Zubaidy dalam kitab Ittihaf al saadat al muttaqin 5/145,kemudian Al haitsamy dalam mujma’ Al Zawaaid 2/219,Al mundziri dalam At Targhib wa attarhiib 1/400 dan Al Muttaqy Al Hindy dalam kanzul umal 23463.

Ada lagi hadits dari Abdillah bin Saib ra:"Bahwa Rosulullah SAW selalu sholat 4 rokaat setelah zawaalnya matahari dan sebelum dzuhur,dan Rosulullah SAW bersabda:"Bahwa pada saat2 tersebut pintu2 langit dibuka dan aku sangat senang jika amalku naik merupakan amal sholih".(HR tirmidzi)

Dari Umi habibah ra berkata:"Nabi SAW bersabda:"Barang siapa menjaga 4 rokaat sebelum dzuhur dan 4 rokaat setelahnya,maka Allah haramkan ia dari neraka".(HR Abu Dawud 1269,tirmidzi 427).Menurut Imam tirmidzi hadits ini Hasan shohih.

Umi habibah adalah salah isteri Nabi SAW (Ummul mulminin).Nama aslinya adalah Romlah binti Abi sufyan.Menurut pendapat yang lain namanya Hindun binti abi sufyan.Sebelum dinikahi Rosulullah SAW,Umi habibah adalah janda dari seorang sahabat bernama ubaidillah bin jahsy yang menjadi kelompok pertama yang ikut hijrah ke habayah.Kemudian setelah Ubaidillah wafat dan nabi SAW memuliakan ummi habibah dengan menikahinya.

Hadits berikutnya dari Aisyah ra :"Bahwa jika Rosulullah SAW tertinggal sholat 4 rokaat sebelum dzuhur,maka beliau melakukannya setelah dzuhur".(HR Tirmidzi 426).Menurut Imam tirmidzi hadits ini hasan shohih.

Sementara hadits lainnya dari Ibnu Umar ra,beliau berkata:"rosulullah SAW bersabda:"SEmoga Allah merahmati orang-orang yang sholat sunah dzuhur 4 rokaat".(HR Ahmad dan titmidzi).Hadits ini dihasankan oleh Abu Dawud.Tapi oleh Ibnu khuzaimah dan Ibnu Hibban hadits ini shohih.

Melihat beberapa hadits diatas,disimpulkan oleh kalangan madzhab Syafi’i bahwa yang rojih bahwa sholat sunah qobliyyah dan ba’diyyah dzhur masing-masing 4 rokaat.

 

BAB SHOLAT SUNAH ASAR

1- Hadits dari Ali Bin Abi Tholib ra ,bahwa Rosulullah SAW sholat sunah sebelum ashar 2 rokaat.(HR Abu Dawud 1272 dengan isnad shohih).

2- Hadits dari Ali Bin Abi Tholib ra,bahwa Rosulullah SAW sholat sunah 4 rokaat sebelum ashar dengan 2 salam.(HR Tirmidzi 429)menurut beliau hadits ini hasan.

3- Hadits dari Ibnu Umar ra,dari nabi SAW bersabda:"Semoga Allah merahmati orang2 yang sholat 4 rokaat sebelum ashar".(HR Abu Dawud 1271 dan Tirmidzi 430).Hadits ini hasan menurut tirmidzi,tapi menurut Ibnu Hibban hadits ini shohih.

Hadits ke 1 dan ke 2 yang dari Ali Bin Abi Tholib nampak berbeda.Hadits pertama menjelaskan bahwa sholat sunah ashar 2 rokaat.Tapi pada hadits yang ke 2 mengatakan 4 rokaat.

Menurut Ibnu ‘Allan 2 hadits diatas tidak bertentangan,karena jumlah bilangan rokaat bukanlah hujjah.Karena menurut beliau Rosulullah SAW pada satu waktu melaksanakan sholat sunah ashar tersebut 2 rokaat dan saat yang lain 4 rokaat.
Melihat hal ini sebagian madzhab syafi’i berpendapat sholat sunah ashar ghoiru muakkad.Ini menurut Ibnu ‘Allan.Sedangkan Ibnu Ruslan mengatakan bahwa sholat sunah ashar adalah muakkad..Wallohu a’lam.

Catatan;
A). Madzhab Syafi’i : Disunahkan mengqodho sholat sunah yang punya waktu apabila tertinggal seperti sholat rowatib,dhuha dan dua hari raya.Misalnya qobliyah subuh jika tertinggal maka disunahkan untuk di qodho setelah sholat subuh,atau qobliyyah ashar boleh dilakukan setelah ashar jika tertinggal.

Namun oleh sebagian ulama syafi’iyyah mensyaratkan diperbolehkannya hususnya mengqodho sholat qobliyah subuh dan qobliyah ashar adalah bagi orang2 yang yang memang membiasakan diri melakukan sholat2 sunah tersebut.jika tidak biasa,maka tidak diperbolehkan.Tapi menurut sebagian yang lain hal itu mutlak diperbolehkan,baik biasa maupun tidak biasa melakukannya.

Kalau sholat sunah itu tidak punya waktu maka tidak boleh diqodho jika tertinggal,apakah sholat sunah itu dzuu sabab/punya sebab seperti sholat gerhana atau sholat sunah yang tidak punya sebab seperti sunah mutlak,maka sholat itu tidak boleh diqodho

Wallahu a’lam

Demikian, semoga bermanfaat..

Jika ada pertanyaan atau sharing, monggo ditulis di comment di bawah ya.

Terima kasih banyak

Best regards

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

aan

Incoming search terms for the article:

Related Posts:

Tags: ,

78 Comments on Shalat Sunnah Rawatib (Qabliyah & Ba’diyah).

  1. Aya says:

    Alhamdulillah, Mas Aan sdh menjawab pertanyaan saya, ada satu pertanyaan lagi ni, saya masbuk, tapi tidak langsung ikut berjamaah, tapi saya sholat qobliyah dulu, setelah selesai saya langsung ikut berjamaah..boleh kah itu?

    [Reply]

    aan Reply:

    klo telat datang.. langsung aja shalat berjamaah… jangan Qobliyah dulu.
    setelah shalat berjamaah, bisa di qadha shalat qobliyahnya (di bayar setelah shalat berjamaah, setelah ba’diyah).

    jadi (jika telat) shalat fardhu dulu, shalat ba’diyah.. baru qadho shalat qabliyah (niatnya qadho-an, bukan ada-an, ganti ada-an jadi qadho-an).

    cuma jika waktunya ini subuh atau ashr, meng-qadho sholat itu boleh kita lakukan hanya jika memang kita biasanya sudah rutin melakukan qabliyah.. klo belum rutin, sebaiknya meng-qadho-nya di waktu yg lain (waktu dhuha atau Setelah maghrib).

    silahkan baca lagi bagian “Ada pertanyaan bolehkah sholat sunah sebelum subuh dilakukan setelah sholat subuh apabila tertinggal?” di atas

    thanks and best regards
    aan

    [Reply]

    aan Reply:

    tambahan lagi:

    hal di atas itu klo kita telat dan di mesjid masih ada jemaah…

    jika kita telat dan tidak ada seorang pun di mesjid yg shalat fardhu (dan waktu masih lapang).. maka boleh kita shalat qobliyah dulu, sambil menunggu jika ada orang lain utk di ajak shalat fardhu.
    setelah itu baru shalat fardhu, dan dilanjut dg shalat ba’diyah (jika ada)

    [Reply]

    nita Reply:

    @aan, jadi untuk wanita apbla mau sholat qobliyah tdk perlu adzan dlu ato iqomah ya mas ?? thnx

    [Reply]

    aan Reply:

    @nita,

    alurnya biasanya: Azan >> Qabliyah >> Iqomah >> Fardhu >> zikir/doa >> Ba’diyah.

    utk wanita.. biasanya ada kondisi yg harus diperhatikan utk Azan/iqomah..

    utk informasi lebih lengkap bisa dilihat di sini:
    http://www.pesantrenvirtual.co.....anya-jawab

    Berdasar prinsip-prinsip di atas, maka jika (1) dalam suatu jama’ah itu terdapat orang laki-laki, maka seyogyanya yang laki-laki itu yang melakukan adzan dan iqamah. Tak beda, baik jama’ah sedikit atau banyak; (2) demikian juga jika dalam suatu jama’ah terdapat seorang bencong dan lainnya perempuan, maka dialah yang harus melakukan adzan dan iqamah;
    (3) dan jika semua anggota jama’ah itu perempuan, maka salah satu perempuan antara mereka yang melakukan adzan dan iqamah. Kasus ketiga ini bisa didasarkan pada kasusnya Sayidah ‘Aisyah ra. bahwa suatu saat beliau melakukan adzan, iqamah, dan sekaligus mengimami jama’ah yang semuanya terdiri dari orang perempuan (HR. Baihaqi).

    jika sendirian saja.. tidak ada orang lain.. tidak mengapa azan dan iqamah.. wong azan+zikir itu termasuk dalam zikir/mengingat dan menyebut nama Allah.

    [Reply]

    piperz Reply:

    @aan,
    lah berarti kalo sudah iqamah ga boleh shalat qabliyah donk ??

    [Reply]

    aan Reply:

    @piperz, iqamah itu ciri/tanda/pemberitahuan bahwa orang2 itu akan segera melakukan shalat fardhu.

    klo sudah iqamah, berarti shalat fardhu akan segera dilaksanakan di tempat itu.. klo kita shalat sunnah qabliyah, nanti kita ketinggalan shalat fardhu dong :).

    kita datang ke mushola pas tepat sedang iqamah..ya sudah, kita ikuti shalat fardhunya saja. tidak shalat sunnah qabliyah. lain kali semoga bisa datang lebih awal :)

    [Reply]

  2. aya says:

    iya mas Aan, saya telatnya di masjid, sementara imam sudah mulai sholat fardhu. saya berfikir masih bisa ikut berjamaah, jadi saya sholat tahiyat masjd & qobliyah aja dulu..(imamnya kan baca suratnya panjang2 tuh) saya msh kebagian jamaah rakaat terakhir..hehe..bolehkan??

    [Reply]

    aan Reply:

    hehehe… klo itu, kita mesti langsung bergabung dan ikut shalat fardhu berjamaah-nya…
    kan fardhu berjamaah lebih utama dari pada shalat sunnat rawatib.
    lagi pula, shalat sunnat kan bisa di qadha spt penjelasan saya di atas. :)

    [Reply]

  3. icha says:

    saya perlu niatnya, tapi untuk ke link niatnya malah susah amad..

    [Reply]

    aan Reply:

    iya, mohon maaf ya, karena itu niatkan mesti nampilin huruf arabnya (agar tepat lafadznya), jadi kadang gambarnya ga nongol…
    bagaimana kalo saat mba mampir ke toko buku, beli aja buku tuntunan shalat. sudah banyak kok dijual. di dalamnya pasti ada niat-niat utk shalat sunnah…
    terima kasih krn sudah mampir ya :)

    [Reply]

  4. kresnaldy says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    makasih atas artikelnya
    memberikan saya penambahan ilmu dan menjawab bbrp pertanyaan saya

    wassalam

    [Reply]

  5. paijo says:

    ijin share mas aan..

    matur nuwun :sungkem

    [Reply]

  6. bumi says:

    Moohon izin copy ya ustadz..,

    [Reply]

  7. desy nuzul mustika says:

    afan ana mau tanya, sahabat rasul yang tidak pernah meninggalkan sholat sunah siapa ya.. ada yang taukah? ana lupa? sukron

    [Reply]

  8. desy nuzul mustika says:

    afwan ana mau tanya, sahabat rasul yang tidak pernah meninggalkan sholat sunah siapa ya.. ada yang taukah? ana lupa? sukron

    [Reply]

  9. ErwinZN says:

    Izin share ya..

    [Reply]

  10. sadli says:

    assalamu’alaykum,
    ustad ane mo nanya, terdapat hadis “dintara azan dan iqomat terdapat sholat sunah” apakah jika sholat tersebut tidak berlaku jika kita sholat dirumah dan masa waktu sholat sudah mau habis. misal:zuhur dilakukan dirumah jam 2an ? syukron

    [Reply]

    aan Reply:

    wa’alaikum salam wr.wb.

    wah, saya belum pantes di panggil ustadz, saya cuma teman seperjalanan yg kebetulan punya banyak kepekan/paisan (bahasa banjar)/atawa catatan hehehehe.

    walaupun telat, klo waktu masih lapang, maka azanlah, kemudian shalat sunatlah, sunat qabliyah (sebelum fardhu), boleh dua rakaat, boleh 2x2rakaat. setelah itu Iqomat, kemudian baru shalat fardhu, setelah itu lanjut dg shalat sunat ba’diyah (setelah fardhu).

    kecuali kita tau, wah, ini sudah mephet, misal sudah jam 3.. padahal shalat ashar jam 3 lewat 5.. maka krn takut ga masuk waktu, maka langsung aja shalat dzuhur.

    hadits riwayat dari Abu Sha’sha’a yang meriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri yang berkata kepadanya :
    “ Aku mendapatimu sering keluar ke padang bersama gembalaan, dan jauh dari kumpulan manusia,
    maka jika kau dalam keadaan sendiri seperti itu janganlah engkau tinggalkan adzan,
    dan keraskanlah suaramu sekeras-kerasnya ketika engkau adzan
    karena segala sesuatu yang ada disekitarmu akan bersaksi terhadap adzanmu dengan kebaikan kelak di hari kiamat”.
    http://majelisrasulullah.org/i.....8;Itemid=1

    [Reply]

  11. Bayu says:

    terima kasih atas ilmu nya.

    [Reply]

  12. Assalamu’allaikum Warohmatullahi wabarokatuh…

    Alhamdulillah saya telah mendapatkan pengetahuan baru, terimakasih atas ilmu nya ustadz….

    Wassalamu’allaikum Warohmatullahi wabarokatuh…

    [Reply]

  13. vivi eka liutanti says:

    thankss ilmunya ya…….

    [Reply]

  14. rudy says:

    Assalamualaikum wr wb

    trmikash ya atas ilmunya

    [Reply]

  15. fanjoel says:

    ass…maaf nh ustad aan:sy mo tanya klo kita shalat sendiri misal nya d rmh ataw d masjid apa kita hrs azan dan komat..wslm

    [Reply]

    aan Reply:

    assalamu’alaikum wr.wb.

    mas @fanjoel,

    hadits riwayat dari Abu Sha’sha’a yang meriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri yang berkata kepadanya :
    “ Aku mendapatimu sering keluar ke padang bersama gembalaan, dan jauh dari kumpulan manusia,
    maka jika kau dalam keadaan sendiri seperti itu janganlah engkau tinggalkan adzan,
    dan keraskanlah suaramu sekeras-kerasnya ketika engkau adzan
    karena segala sesuatu yang ada disekitarmu akan bersaksi terhadap adzanmu dengan kebaikan kelak di hari kiamat”.
    http://majelisrasulullah.org/i.....8;Itemid=1

    Jadi Azan lah.
    cuma klo di mesjid, lihat lihat dulu, klo ada orang lain yg sedang shalat, ga usah azan ga papa, supaya ga mengganggu, kita langsung shalat sunat ga papa.
    atau langsung berjamaah dg orang tersebut malah bagus jg (daripada kita ga dapat shalat berjamaah).

    wassalamu’alaikum wr.wb.

    [Reply]

  16. eka says:

    Assalamu’alaykum … maaf saya sebagai seorang wanita mau nanya nih.Saya baru mulai mau mendalami sholat.
    Kalo kita sholat dirumah sendiri dan waktu sholat kita sudah lewat dari waktu zhuhur sekitar jam 01:00~02:00
    Pertanyaan ku adalah
    1. Apakah dapat melakukan sholat sunnat terlebih dahulu atau langsung aja sholat fardhu ?
    2,Apakah sholat sunnat yang dilakukan sebelum sholat fardhu harus dikerjakan sebelum Azan dan Iqomat ?

    Please dijawab ya ….

    Wassalam

    [Reply]

    aan Reply:

    Wa’alaikum salam wr.wb.

    mba @eka,
    1. jika waktu masih lapang, silahkan lakukan shalat sunat sebelum fardhu. Kecuali jika sudah mepet banget, dan kuatir nanti malah yg fardhu memotong waktunya. (misalnya sudah tinggal 5 menit sebelum waktu ashar)

    2. Shalat sunat ba’diyah (sebelum fardhu), dikerjakan setelah Azan.
    setelah iqomat, baru shalat Fardhu.

    demikian ya, semoga membantu
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    [Reply]

  17. ahmad maman says:

    Assalamu alaikum Ustad, maaf sebelumnya ana mau tanya,saya pernah mendengar bahwa sholat sunat sebelum sholat jum,at adalah sama dengan sholat sunat sebelum sholat zuhur/qobliyah zuhur, dan saya sering melakukan seperti itu, niatnya juga qobliyah zuhur, bukan qobiyah jum,at, bagaimana itu ustad, mohon penjelasan.atas penjelasannya ana ucapkan teriiima kasih. wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

    [Reply]

  18. Izul says:

    Assalamu alaikum Ustad, maaf sebelumnya ana mau tanya,saya pernah mendengar bahwa sholat sunat sebelum sholat jum,at adalah sama dengan sholat sunat sebelum sholat zuhur/qobliyah zuhur, dan saya sering melakukan seperti itu, niatnya juga qobliyah zuhur, bukan qobiyah jum,at, bagaimana itu ustad, mohon penjelasan.atas penjelasannya ana ucapkan teriiima kasih. wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

    [Reply]

    aan Reply:

    wa’alaikum salam wr.wb.

    krn kan sebelum shalat jumat, maka niatnya qobliyah jumat. Qobliyah = sebelum.. sengaja aku shalat sunat sebelum jumat.. gitu bahasa indonesianya..

    semoga istiqamah dan penuh berkah ya

    amin

    [Reply]

  19. Terima kasih atas ilmunya,semoga mendapatkan amal dari ALLAH Swt

    [Reply]

  20. Trio Sujamiko says:

    Trima kasih atas ilmunya, semoga mendapatkan amal dari ALLAH SWT,……AMIN

    [Reply]

  21. rasyid says:

    Ustadz, ane mau tanya nech…
    Ane pernah datang k salah satu Masjid tuk sholat berjamaah…
    ketika ane masuk masjid, muazzin sedang mengumandangkan azannya…
    ane menunggu sampai selesai muazzin berakhir…kemudian ane sholat tahiyatul Masjid dan melanjutkan sholat sunnah ba’diyah shubuh
    Tiba2 ada seorang jamaah yg datang k ane, bahwa kita cukup mengerjakan 2 rakaat sholat sunnah ba’diyah subuh sudah mencakup sholat sunnah tahiyatul Masjid…apa betul begitu Ustadz….padahal waktu cukup utk mengerjakan ke dua sholat sunnah tersebut, mohon penjelasan !!!

    [Reply]

    aan Reply:

    @rasyid, kalo waktu sempit, boleh saja niat shalat tahiyatul masjid + sunat qabliyah + sunat wudhu di gabung jadi satu dalam 2 rakaat shalat, ini sbg keringanan dan kemudahan dalam islam… tapi jika waktu lapang, maka mas Rasyid menurut saya lebih tepat.. Allah tentu lebih ridho dg kita shalat tahiyatul masjid kemudian baru shalat qabliyah.. wong mau memperbanyak shalat sunat kok dilarang.. lanjut aja :)
    semoga bermanfaat

    [Reply]

  22. delta says:

    thanks

    [Reply]

  23. Alfatikh says:

    Assalamu alaikum wr.wb.
    Kenapa rosullullah tidak mengerjakan sholat ba’diyah sholat shubuh dan ashar,,,,, ini alasannya apa ya ustad…???????pasti ad alasannya jika trsebut dilarang,,, n rosullah tidak mengerjakannya

    [Reply]

    aan Reply:

    @Alfatikh,
    wassalamu’alaikum wr.wb.

    mohon maaf mengenai alasannya “kenapa”, saya belum menemukan jawabannya…

    [Reply]

  24. sari says:

    Assalamu alaikum wr wb.

    Mohon informasinya, saya banyak membaca bahwa shalat sunah qobliyatan itu dilakukan setelah suara adzan berkumandang, nah apabila kita telat melakukan shalatnya, apakah masih dapat melakukan shalat sunah qobliyatan tersebut?ato sudah tidak berlaku?

    mohon informasinya agar saya lebih dapat memahami mengenai hal ini.

    Wassalam

    [Reply]

    aan Reply:

    @sari,
    wassalamu’alaikum wr.wb.

    shalat sunah Qobliyah itu = salat sunah sebelum shalat fardhu.
    Ba’diyah = setelah..

    jika kita telat, data ke mesjid, dan jemaah sedang melakukan shalat fardhu.. maka kita langsung bergabung jadi makmum, ikut shalat fardhu.

    tapi jika jika telat, dan tidak ada yg sedang shalat, dan waktu masih lapang (masih cukup utk shalat sunat + fardhu), maka kita tetap boleh shalat qabliyah + fardhu + ba’diyah.

    semoga membantu :)

    wassalamu’alaikum wr.wb.

    [Reply]

  25. Thamrin says:

    Assalamu alaikum wr.wb.
    Pak uztad tdk apa-apa sy kopi smua d atas,saya simpang di email atau di facebook,makasih.

    [Reply]

    aan Reply:

    wa’alaikum salam wr.wb.

    monggo mas, semoga bermanfaat dan berkah

    [Reply]

  26. asa FR says:

    ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
    Nuhun mas aan, makasiyy banget infornya…saya ijin copy ya.. :)

    [Reply]

    aan Reply:

    silahkan :)

    [Reply]

  27. justo says:

    bacaan wirid sesudah shalat ??

    [Reply]

    aan Reply:

    macam-macam..
    paling pendek itu: 1. istighfar (9x atau lebih).
    2. Allahumma ajirnaa minannaar (ya Allah, lindungi kami (diriku dan seluruh umat muslim) dari api neraka) 7x
    3. allahumma antas salam wa minka salam.. sampai selesai
    4. al Fathihah
    5. subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, Allahu akbar 33x
    6. Allahuakbar kabiira walhamdulillahi kasyira, wa subhanallahi bukratawwa ‘asiila, laa ilaa ha ilallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, wa lahul hamdu yuhyi wayumiitu, wa huwa ‘alaa qulli syai in qadiir. (kira2 seperti ini)

    trus Doa

    lebih lengkap dan bagus , silahkan beli kitab “Khulasoh Madad – Kumpulan Dzikir Bani Baalawi” di kios majelis Rasulullah saw (info lebih lengkap bisa di baca di artikel ini : http://wahinijua.com/2010/03/2.....mi-online/ , bisa beli online, atau ke kios)

    [Reply]

  28. ZAKKI says:

    Klo 4 rekaat ada tahiyat awal apa tidak?

    [Reply]

    aan Reply:

    @ZAKKI, ini pertanyaan 4 rekaat shalat sunnah Qabliyah/Ba’diyah ini kan?
    4 rekaat itu maksudnya 2 rekaat + 2 rekaat..
    jadi 2 rekaat, sampe salam, spt biasa.. trus berdiri lagi niat shalat sunnah 2 rekaat lagi.

    [Reply]

  29. dian says:

    Assalamualaikum…
    Mz saya mau tanya,gmn niat sholat rawatibnya mz? Apa niatnya sholat rawatib shubuh,dhuhur,ashar,magrib&ishak itu sama mas? Mohon penjelasannya mas. terimakasih

    [Reply]

    aan Reply:

    niat nya ada di jawaban comentar bawah ya

    [Reply]

  30. [...] Shalat Sunnah Rawatib (Qabliyah & Ba’diyah). [...]

  31. lezti yana says:

    kerezzzzzzz

    [Reply]

  32. fitria murhailisni says:

    assalamu’alaikum. saya mau tanya, kalau sholat kabliyah dan bagdiyah zuhur tata caranya dan niatnya bagai mana apa 4 rakaat langsung atau 2 rakaat 2 rakaat,

    [Reply]

    aan Reply:

    wa’alaikum salam wr.wb.

    caranya 2 rakaat 2 rakaat ya mba..

    ushalli qabliyatan subhi rak’atayni sunnatan lillaahi ta’aala
    ushalli qabliyatan zhuhri rak’atayni sunnatan lillaahi ta’aala
    dst (asar: ganti subhi jadi ‘ashri …maghrib: maghribi, isyai)
    utk ba’diyah, ganti qabliyata menjadi ba’diyatan

    aku niat shalat qabliyah/ba’diyah subuh/maghrib dua rakaat sunnah karena Allah ta’aala

    niatnya bisa dilihat jg di sini:
    http://www.alkhoirot.net/2012/.....tib.html#4

    thanks and best regards

    aan

    [Reply]

  33. Hajeria says:

    apakah dan sholat sunnat perlu membaca iftitah dan surat – surat pendek ? atau hanya membaca alhamdu…….

    [Reply]

    aan Reply:

    @Hajeria, mohon maaf, lama baru di balas.

    membaca iftitah dan surat2 pendek itu sunnah, dan jika lakukan tentu lebih baik, meneladani Rasulullah SAW dan semoga mendapat pahala lebih dan keberkahan, amin. :)

    [Reply]

  34. denni says:

    ass.wr.wb
    Mohon maaf sebelumnya, saya mau tanya.
    Apa bila shalat sunat qabliyah n badiah dilakukan langsung 4 rakaat boleh tidak. Dan niatnya bagaimana. Thanks wassalam

    [Reply]

    aan Reply:

    @denni, yang lebih shahih riwayatnya dan yg lebih banyak dipilih oleh para Ulama kita adalah dg dua salams (2 rekaat, 2 rekaat), tidak langsung.

    tapi jika ingin dilakukan 4 rakaat jg boleh.. niatnya sama , cuma ubah kata2 “rak ‘ataini” (dua rakaat) menjadi “arba ‘a raktin” (empat rakaat)..

    http://majelisrasulullah.org/i.....ng=id#6084

    contoh kapan 4 rakaat, misal kita ingin sekalian utk meng-qadha (membayar) shalat fardhu zhuhur/ashar/isya yg tertinggal dilakukan di waktu yg lalu.
    jadi niatnya di gabung dalam 1 shalat 4 rakaat, niat shalat ba’diyah + niat meng-qadha shalat fardhu (yg jumlah rakaatnya sama).
    http://majelisrasulullah.org/i.....3259#23259

    contoh niat : sengaja aku shalat fardhu zhuhur, meng-qadho gabung dengan sunnah ba’diyah zhuhur , empat rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’aalaa

    (arabnya bagaimana? sama spt niat shalat biasa, cuma digabung, misal: ushalli fardhal Dzuhri, qadhaan, wa sunnatan ba’dal Dzuhri, arba ‘a rak ‘atin, mustakbilal qiblatin , lillahi ta’aalaa (mohon maaf jika kurang tepat dipengetikan).

    semoga membantu

    [Reply]

  35. Mas Arjun says:

    Alhamdullillah, saya masih harus banyak belajar disini..

    [Reply]

  36. badriyah says:

    Assalamua’alaikum
    ustad mau nanyak..
    seandainya tempat sholat itu sangat sempit dan kita duduk attahiyat itu menjadi tidak nyaman n menjadikan gerakan sholat,atau cara duduk kita salah.pertanyaan saya apakah kita bleh itsar(mendahulukan orang lain) dalam hal gerakan sholat?
    jazakallah..

    [Reply]

    aan Reply:

    wa’alaikum salam wr.wb… saya bukan ustadz :).. sama2 belajar :).

    biasin aja sempit..soalnya nanti di mekkah dan di madinah bisa lebih sempit.. apa lagi kalo shalat di raudah atau di hijr ismail pas lagi ramai :).

    boleh mendahulukan orang lain, asal jangan sampai tertingal dari imam.

    misal imam sudah bangun dari sujud. kita tunggu sebentar, baru kita duduk dg hati2 agar tidak menyusahkan orang kiri kanan..
    jangan tunggu terlalu lama, nanti imam sudah sujud lagi , kita baru duduk :)

    [Reply]

  37. andra says:

    Saya mau tanya ustad,shalat qobliah ba’dia dzuhur kan 4rakaat boleh ?äª? dilakukan sekaligus? Klo boleh cara’a gimana? sama kah dgn shalat dzuhur ato ashar yaitu 1xsalam dgn 2x tahyatul ??? Begitu juga dgn shalat qabliah ashar’a ?????????????????????? ustad yg 4 rakaat gmn?
    Mohon jawaban’a ustad biar ?äª? salah pengertian dan pelaksaan’a.
    Makasih sebelum’a atas jawaban’a

    [Reply]

    aan Reply:

    @andra, jawabannya sama spt jawaban atas pertanyaan yg sama dari as @denni di atas ya (no 34)..saya kasih link jg di situ.

    [Reply]

  38. andra says:

    Ustad shalat fajar sblm subuh sama gaa yaa dgn shalat qabliah subuh?

    [Reply]

    aan Reply:

    @andra,
    shalat fajar itu adalah shalat subuh, dan Qabliyah subuh itu adalah Qabliyah fajar.
    tak ada perbedaan antara Fajar dan subuh.

    jadi shalat sunat sebelum fajar itu sama dengan shalat sunnat sebelum subuh (qabliyah subuh)

    http://majelisrasulullah.org/i.....B=id#12341

    [Reply]

  39. andra says:

    Boleh gaa yaa tad saya tanya2 soal yg laen selain shalat qabliah an ba’diah,terkadang saya suka ragu u ngerjain’a ttg ibadah lain dikarna ilmu saya yg kurang…selain melalui ini gmn cara’a biar cepet ditanggapin ustad yaa mohon Jawaban’a ustad.

    [Reply]

    aan Reply:

    @andra, silahkan saja, nanti saya bantu cari jawabannya dari sumber yg aswaja :).. sekalian kita sama2 belajar.

    [Reply]

  40. anna nakamura says:

    Assalamu alaikum Wr Wb,

    langsung aja ingin bertnya pak, jika ditmpt tinggal kita sm sekali tdk ada mesjid dan tdk trdengar adzan, bolehkah melakukan qabliya dgn patokan jam jadwal sholat. Misalnya Sholat Shubuh jam 5 pagi, qabliya nya qita lakukan lewat 2 atau 3 menit setlhnya atau bagaimana seharusnya pak?
    Terima kasih atas pencerahannya, Wassalamu alaikum Wr Wb

    [Reply]

    aan Reply:

    @anna nakamura, yap boleh..
    wassalamu’alaikum wr.wb.

    [Reply]

  41. Hendry says:

    Klo,maxmum masbuk..,itu tata caranya gmna ea mas?

    [Reply]

    aan Reply:

    @Hendry, wah panjang :).

    untuk masbuq anda punya dua cara, boleh menunggu imam berdiri kembali untuk rakaat yg baru, lalu anda takbiratul ihram mengikutinya,
    atau boleh anda takbiratul ihram saja walaupun imam sedang sujud, kemudian anda ikuti gerakan imam (ikut sujud)

    namun sebaiknya menunggu imam berdiri dan mulai dari awal rakaat, kecuali tahiyyat akhir, segeralah duduk bertahiyyat karena dirisaukan anda tak kebagian jamaah.

    mengenai menepuk bahu (jika sang imam masih shalat sendirian, belum ada jamaah), baik dilakukan demi agar imamnya tahu bahwa ada makmum dan ia bukan munfarid, tidak shalat sendiri lg.

    http://majelisrasulullah.org/i.....6733#16733

    kapan dihitung kita dapat 1 rakaat? jika kita bisa ruku bersama2 imam, maka kita sudah dihitung dapat 1 rakaat. kita cukup membayar sisanya saja. (setelah imam salam, kita lengkapi rakaat kita yg tertinggal)

    [Reply]

  42. asih says:

    Assalammu’alaikum wr.wb..

    mohon dibantu ya P’ Aan, saya mau tanya apa betul untuk menjalankan shalat qabliyah dan baidiyah kita tidak perlu baca do’a iftitah dan surat pendek???

    terimaksih

    [Reply]

    aan Reply:

    @asih, membaca iftitah dan surat2 pendek itu sunnah, dan jika lakukan tentu lebih baik, meneladani Rasulullah SAW dan semoga mendapat pahala lebih dan keberkahan, amin.
    tidak di baca jg shalat sunnahnya tetap sah, tapi tentu keberkahannya lebih baik jika dibaca :)

    [Reply]

  43. Assalamu’alaykum,
    Pak Aan, saya izin copas ke blog saya.
    Terima kasih

    [Reply]

    aan Reply:

    @Ahmad Jaelani, silahkan

    [Reply]

  44. Rahmah Khoirun Nisa says:

    ustad apakah shalat sunnah itu hanya boleh dilakukan pada shalat berjamaah saja ?

    [Reply]

    aan Reply:

    @Rahmah Khoirun Nisa, shalat sunnah itu kan banyak.. ada shalat tahiyatul masjid, shalat sunnah dhuha, taubat, istikharah, dll, yang bisa dilakukan sendiri-sendiri, tidak berjamaah, dan bisa tidak berdekatan dg shalat fardhu.

    utk shalat rawatib ini memang utk shalat2 sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu..

    [Reply]

  45. oktav nusyirwan says:

    Assalammu’alaikum wr.wb. Mas Aan yg baik, salam kenal. Saya mau tanya, adakah dalil tentang keutamaan sholat sunnah qobliyah dilakukan di masjid? Karena bukankah lebih afdhol kita ke masjid sebelum azan, sedangkan sholat qobliyah dilakukan setelah azan?

    [Reply]

    aan Reply:

    @oktav nusyirwan,
    tidak ada larangan shalat sunnah di masjid, karena banyak jua shalat sunnah yg dilakukan di masjid, seperti tahiyyatul masjid, dll.
    namun memang ada beberapa hadits shahih menyatakan sebaik baik shalat adalah dirumah selain shalat fardhu,
    para ahli hadits diantaranya Hujjatul Islam al Imam Nawawi mensyarahkan hadits ini bermakna bahwa Rasul saw menghendaki muslimin memperbanyak shalat sunnah dirumahnya masing masing agar menjadi keberkahan dirumahnya dan mengusir syaitan.

    http://majelisrasulullah.org/i.....7666#17666

    utk qobliyah = sebelum fardhu.. biasanya klo shalat sunnah di rumah, pas ke mesjid dah mepet banget, hampir ketinggalan, ntar tidak sempat shalat sunnah tahiyatul mesjid pula :).

    klo ba’diyah = setelah fardhu, dilakukan di rumah jg aman-aman saja..kan waktunya lebih lapang

    [Reply]

Leave a Reply


*

[+] kaskus emoticons nartzco