<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WahiniJua.com &#187; Be a Better You</title>
	<atom:link href="http://wahinijua.com/category/be-a-better-you/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahinijua.com</link>
	<description>Secangkir madu hangat untuk hidup anda</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Jul 2011 07:01:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Pelajaran hari ini: rejeki itu bisa jadi berupa&#8230;</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Best Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Energizer]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadhah]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Rejeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/</guid>
		<description><![CDATA[rejeki itu ga cuma dari apa yg kita peroleh .. tapi jg bisa berupa&#8230; kemarin istriku jaringan im2-nya putus mlulu, jadinya die ga bisa analisa saham&#8230; akhirnya ga jadi beli apa-apa dah. memang kondisi sekarang lagi ga tentu&#8230; menteri keuangan mundur, belum jelas siapa penggantinya&#8230; gonjang ganjing deh.. kondisi saham di US jg lagi ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>rejeki itu ga cuma dari apa yg kita peroleh .. tapi jg bisa berupa&#8230; </p>
<p>kemarin istriku jaringan im2-nya putus mlulu, jadinya die ga bisa analisa saham&#8230; akhirnya ga jadi beli apa-apa dah.    <br />memang kondisi sekarang lagi ga tentu&#8230; menteri keuangan mundur, belum jelas siapa penggantinya&#8230; gonjang ganjing deh..     <br />kondisi saham di US jg lagi ga bagus seh&#8230;     <br />nah, kebetulan juga, salah satu temennya nyaranin utk ga beli apa apa dulu&#8230; </p>
<p>tambah lagi, ternyata semingguan ini (beberapa hari lah..ga tiap hari).. istriku mimpi di waktu subuh.. dalam mimpi itu saham yg dia beli pada jatuh harganya&#8230; </p>
<p>klop dah.. semua lampu merah&#8230; </p>
<p>istriku jg dah ingatin teman2nya yg lain utk ga beli apa-apa dulu, dan yg dah dipegang lebih baik dijual (rugi dikit ga papa dah… tentu ini utk saham2 yg teman2-nya beli)&#8230; </p>
<p>hari ini&#8230; </p>
<p> <span id="more-179"></span>
<p>istriku cerita klo teman2nya pada nangis2, krn hari ini saham crash&#160; (krn banyak kasus, termasuk krn kasus Dow Jowns tadi malam.. salah enter katanya.. achh.. buat yg ingin ngerti lebih jauh, monggo di google dah.. aku jg kurang ngerti.. mangapphhh)&#8230;&#8230;.    <br />ternyata mereka kemarin ga dengerin&#8230; (memang sih kemarin itu sptnya saham bakal naek.. sepertinya&#8230; ).. ternyata oh ternyata..     <br />mereka potensial rugi 30-50%.. this is BIG&#8230;     <br />hwadowhhh.. cuma 1 yg dengerin saran istriku&#8230; </p>
<p>gitu tuh.. </p>
<p>pelajaran dari sini </p>
<p>rejeki itu bukan cuma apa-apa yg kita peroleh/nikmati.. bukan cuma apa yg kita dapat.. bukan cuma apa yg tampak di depan mata&#8230; </p>
<p>tapi rejeki itu bisa berupa penjagaan-penjagaan, sehingga kita terhindar dari kerugian, dari bencana, dari sakit, dll&#8230; </p>
<p>kita masih idup dan sehat aja merupakan rejeki yg luar biasa.. </p>
<p>so&#8230; ayo bersyukur.. jangan bersedih.. CERIA lahhhhh.. tingkatkan terus ibadah&#8230; shalawat, sedekah, dll&#8230; </p>
<p>apakah temans juga punya pengalaman yg mirip? monggo di sharing di sini ya&#8230; </p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="rejeki haram">rejeki haram</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pengalaman riyadhah 40 hari">pengalaman riyadhah 40 hari</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="dagang saham">dagang saham</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pengalaman sholawat">pengalaman sholawat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="haram dagang saham">haram dagang saham</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pelajaran hari ini">pelajaran hari ini</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pelajaran untuk hari ini">pelajaran untuk hari ini</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pendapat pakar tentang soto banjar">pendapat pakar tentang soto banjar</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="pengalaman shalawat">pengalaman shalawat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/" title="apa itu rejeki haram">apa itu rejeki haram</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/05/07/pelajaran-hari-ini-rejeki-itu-bisa-jadi-berupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah yg membayangkan sebuah kekaisaran..</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 23:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Raihlah Impianmu]]></category>
		<category><![CDATA[LOA]]></category>
		<category><![CDATA[visualisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/</guid>
		<description><![CDATA[Nah… mari kita mengingat kembali sebuah kisah.. Kisah ini sungguh menggugah, karena berhasil menggambarkan DAYA yang Anda dan saya miliki SAAT INI, Daya untuk mewujudkan hal-hal yg menakjubkan dalam hidup kita… Selamat menikmati…. Bertahun-tahun yang lalu, seorang bocah sedang berjalan-jalan, dan secara kebetulan lewat di sebuah kantor penerbitan surat kabar. Ia berhenti dan mengintip melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nah… mari kita mengingat kembali sebuah kisah..</p>
<p>Kisah ini sungguh menggugah, karena berhasil menggambarkan DAYA yang Anda dan saya miliki SAAT INI, Daya untuk mewujudkan hal-hal yg menakjubkan dalam hidup kita…</p>
<p>Selamat menikmati….</p>
<p>Bertahun-tahun yang lalu, seorang bocah sedang berjalan-jalan, dan secara kebetulan lewat di sebuah kantor penerbitan surat kabar. Ia berhenti dan mengintip melalui jendela, dan ia terpana menyaksikan aktivitas yg terjadi di dalam kantor tersebut.    <br />Terutama aktivitas yang terjadi di sekitar seorang pria.</p>
<p> <span id="more-171"></span>
<p>Pria tersebut adalah editor kepala dari surat kabar tersebut. Bocah tersebut menyaksikan dengan penuh kekaguman saat sang editor meneriakkan perintah-perintah kepada karyawan di sekitarnya.</p>
<p>Sang bocah bisa merasakan kekuatan yang dimiliki oleh sang editor, bagaimana seluruh perusahaan surat kabar itu seakan berputar mengelilingi sang editor. Sang bocah mulai membayangkan/mem-visualisasi-kan dirinya sebagai sang editor.</p>
<p>Setiap hari, sang bocah membayangkan gambaran dirinya sebagai editor dari surat kabar tersebut. Ia memimpikannya di malam hari. Ia ciptakan gambaran yg mendetail dalam pikirannya setiap malam. Ia menciptakan ulang gambaran itu dalam pikiran setiap hari.</p>
<p>Siapakah bocah tersebut?</p>
<p>Namanya adalah Roger Ferger.</p>
<p>Tidak hanya ia berhasil menjadi editor sebuah surat kabar, ia bahkan berhasil menjadi pemilik dan penerbit dari Cincinnati Inquirer, salah satu kerajaan surat kabar terbesar.</p>
<p>Apakah anda menciptakan gambaran akan masa depan anda? ingin menjadi apa nantinya anda?</p>
<p>Mulailah dari sekarang!</p>
<p>Karena ini penting.</p>
<p><strong>Karena ada karunia-karunia yang menunggu untuk dilimpahkan kepada anda.. jika saja anda mau percaya.</strong></p>
<p>Jika kita melihat masa-masa awal dari orang-orang yang sukses, kita akan melihat bahwa hampir semuanya terlebih dahulu membayangkan “apa” yg mereka inginkan, membayangkan menjadi orang seperti apa di masa depan… mereka melakukan visualisai itu jauh sebelum mereka berhasil mencapai kesuksesan.</p>
<p>Luangkanlah waktu sejenak, berhentilah melakukan apa yang sedang lakukan sekarang, dan pikirkan lah apa yang ingin anda raih dan ingin anda capai dalam kehidupan ini.</p>
<p>Mungkin anda ingin memperoleh pekerjaan..ingin memulai karir baru.. atau ingin menjadi lebih sehat, lebih langsing, lebih fit..</p>
<p>Mungkin anda ingin memulai sebuah bisnis baru, atau membeli sebuah rumah impian yg selalu anda impikan.</p>
<p>Mari membuat sebuah daftar (list), di sebuah buku, atau di notepad, atau di mana saja. Sebuah list yg berisi hal-hal yang ingin anda raih.</p>
<p>Jadikan lah suatu kebiasaan untuk membaca daftar ini setiap hari dan bayangkanlah, visualisasikan lah saat-saat ketika anda telah berhasil memperoleh sasaran anda dalam list tersebut.</p>
<p>Buatlah sebuah film dalam pikiran anda, yang mendetail, tentang diri anda yg baru yang anda inginkan.</p>
<p>Berusahalah untuk merincinya dengan tekun.</p>
<p>Jika sasaran anda adalah sebuah rumah baru, bayangkan diri anda berjalan masuk ke dalam rumah baru anda, bayangkan setiap rincian, warna, gaya dari rumah. Bayangkan dapurnya dalam detail yg indah.</p>
<p>Jika sasaran anda adalah pekerjaan baru atau promosi, bayangkan diri anda di dalam kantor baru anda, yakinkan diri anda, percayalah dengan sepenuh hati seakan-akan hal tersebut telah menjadi nyata. </p>
<p>Apapun sasaran anda, visualisasikan lah setiap hari.</p>
<p>oh ya, satu lagi langkah yg penting… YAKIN…</p>
<p>Percayalah bahwa apa yg anda visualisasikan telah MULAI mewujud, sedang dalam proses untuk menjadi kenyataan.</p>
<p>Yakinlah dengan sepenuh hati anda.</p>
<p>Percayalah dalam setiap butir dari trilyunan sel tubuh anda.</p>
<p>Anda akan menyaksikan suatu hari, visualisasi anda menjadi kenyataan.</p>
<p>Anda tidak perlu bertanya “Bagaimana ini bisa terjadi?”.. cukup anda KETAHUI, bahwa proses ini akan membantu anda meraih impian anda.</p>
<p><strong>Yakinlah</strong>, <strong>banyak orang sudah mengalami sendiri kekuatan proses ini dalam hidup mereka.</strong></p>
<p>Bahkan saya sendiri pun <strong>sudah membuktikannya</strong>.. dulu saya membayangkan memiliki pekerjaan di suatu kantor, dengan ruangan yg memiliki sekat-sekat pemisah rendah setinggi dada, dan saya memiliki tempat tinggal yg dekat dengan kantor tersebut.. saya membayangkan hal ini.. dan ternyata…     <br />beberapa bulan kemudian, saya diterima bekerja di sebuah kantor di Jakarta, dan saya berhasil memperoleh kontrakan yang sangat dekat dengan kantor saya, sehingga setiap hari, saya cukup berjalan kaki kurang dari lima menit ke kantor saya ini… </p>
<p>Sekarang bagaimana dengan Anda?</p>
<p>Tinggal anda sendiri.. seberapa kuat anda mendorong diri anda untuk melakukan hal ini setiap hari. Memvisualisasikan impian anda.. mempercayai.. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Monggo, silahkan forward link ke artikel ini ke sahabat anda, semoga mereka semakin bersemangat untuk meraih impian mereka.</p>
<p>Selain itu, silahkan posting komentar dan pertanyaan teman-teman untuk artikel ini</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="Visualisasikan dengan LOA">Visualisasikan dengan LOA</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="bayangkanlah detail impianmu">bayangkanlah detail impianmu</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="sukses dengan visualisasi setiap hari">sukses dengan visualisasi setiap hari</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="40 hari visualisasikan impian">40 hari visualisasikan impian</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="visualisasi menjadi kenyataan">visualisasi menjadi kenyataan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="sukses impian dengan visualisasi">sukses impian dengan visualisasi</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="Membayangkan telah memiliki">Membayangkan telah memiliki</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="membayangkan sudah menjadi sukses">membayangkan sudah menjadi sukses</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="kisah sukses riyadhah">kisah sukses riyadhah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/" title="kisah nyata riyadah 40 hari">kisah nyata riyadah 40 hari</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/04/02/the-boy-who-visualized-an-empire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk Mengenang Akhlak Rasulullah saw</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 01:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Well…. kalo ga kenal maka ga sayang… Sudah kenal.. making dikenang, maka makin sayang… Semoga bertambah kecintaan kita pada Rasulullah saw. Semoga kita bisa semakin mantab dalam meneladani Nabi saw… amin. Berikut cerita tentang akhlak Nabi saw… monggo dinikmati ya.. jangan di-skip mbacanya.. monggo dinikmati dan diresapi Mengenang Akhlak Rasulullah saw Sumber: Madinatul &#8216;Ilmi&#160; Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Well…. kalo ga kenal maka ga sayang…    <br />Sudah kenal.. making dikenang, maka makin sayang…</p>
<p>Semoga bertambah kecintaan kita pada Rasulullah saw.</p>
<p>Semoga kita bisa semakin mantab dalam meneladani Nabi saw… amin.</p>
<p>Berikut cerita tentang akhlak Nabi saw… monggo dinikmati ya.. jangan di-skip mbacanya.. monggo dinikmati dan diresapi</p>
<p> <span id="more-158"></span>
<p><strong>Mengenang Akhlak Rasulullah saw</strong></p>
<p>Sumber: Madinatul &#8216;Ilmi&#160; </p>
<p>Setelah Nabi saw wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya &#8211; tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar ra dan dia meminta, &quot;Ceritakan padaku akhlak Muhammad!&quot;. </p>
<p>Umar ra. menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal ra. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal ra pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal ra hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib kw. </p>
<p>Orang Badui ra ini mulai heran. Bukankah Umar ra merupakan seorang sahabat senior Nabi saw, begitu pula Bilal ra, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi saw. </p>
<p>Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad saw..</p>
<p>Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali kw. Ali kw dengan linangan air mata berkata, &quot;Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.&quot;    <br />Badui ini menjawab, &quot;Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini&#8230;.&quot;     <br />Ali kw menjawab, &quot;Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad saw, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)&quot; </p>
<p>Badui ini lalu menemui Siti Aisyah ra Isteri Nabi saw yang sering disapa &quot;Humairah&quot; oleh Nabi ini hanya menjawab “khuluquhu al-Qur&#8217;an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur&#8217;an)”.    <br />Seakan-akan Aisyah ra ingin mengatakan bahwa Nabi saw itu bagaikan Al-Qur&#8217;an berjalan. </p>
<p>Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi saw kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur&#8217;an. Aisyah ra akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu&#8217;minun [23]: 1-11. </p>
<p>Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi saw. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi saw, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi saw terakhir ini. </p>
<p>Mari kita kembali ke Aisyah ra. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi saw, Aisyah ra hanya menjawab, &quot;Semua perilakunya indah.&quot;    <br />Ketika didesak lagi, Aisyah ra baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. &quot;Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, &#8216;Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.&#8217;&quot; </p>
<p>Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah Jalla Jalaluh. </p>
<p>Nabi Muhammad saw jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ra ketika menjelang subuh Aisyah ra tidak mendapati suaminya disampingnya.    <br />Aisyah ra keluar membuka pintu rumah.     <br />terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu.     <br />Aisyah ra berkata, &quot;Mengapa engkau tidur di sini?&quot;     <br />Nabi Muhammmad saw menjawab, &quot;Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” </p>
<p>Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? </p>
<p>Nabi saw mengingatkan, &quot;berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.&quot; </p>
<p>Para sahabat pada masa Nabi saw memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka. </p>
<p>Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi saw. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. </p>
<p>Di tengah kebingungannya, Rasul saw <strong>memanggilnya</strong>. Rasul saw memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul saw pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi saw tersebut. </p>
<p>Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul saw Yang Mulia. </p>
<p>Nabi Muhammad saw juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar ra, Rasul saw selalu memujinya. Abu Bakar ra lah yang menemani Rasul saw ketika hijrah. Abu Bakar ra pulalah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul saw sakit. </p>
<p>Tentang Umar bin Khattab ra, Rasul saw pernah berkata, &quot;Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.&quot; </p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan, &quot;Nabi saw bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi saw memberikannya pada Umar ra yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta&#8217;wil) mimpimu itu? Rasul SAW menjawab &quot;ilmu pengetahuan.&quot; </p>
<p>Tentang Utsman bin Affan ra, Rasul saw sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri Nabi saw, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). </p>
<p>Mengenai Ali bin Abi Thalib kw, Rasul saw bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali kw. &quot;Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.&quot; &quot;Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.&quot; </p>
<p>Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. </p>
<p>Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi saw. </p>
<p>Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul saw. Mereka ingin Rasul sawmenunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sawmemutuskan siapa, Abu Bakar ra berkata: &quot;Angkat Al-Qa&#8217;qa bin Ma&#8217;bad sebagai pemimpin.&quot; Kata Umar ra &quot;Tidak, angkatlah Al-Aqra&#8217; bin Habis.&quot; Abu Bakar ra berkata ke Umar ra, &quot;Kamu hanya ingin membantah aku saja,&quot; Umar ra menjawab, &quot;Aku tidak bermaksud membantahmu.&quot; </p>
<p>Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: &quot;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya&quot; (QS. Al-Hujurat 1-2) </p>
<p>Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar ra berkata, &quot;Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.&quot; </p>
<p>Umar ra juga berbicara kepada Nabi saw dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar ra banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi saw takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi saw. </p>
<p>Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi saw didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi&#8217;ah. Ia berkata pada Nabi saw, &quot;Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami&quot; </p>
<p>Nabi saw <strong>mendengar dengan sabar</strong> uraian tokoh musyrik ini. <strong>Tidak</strong> sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya.     <br />Ketika Utbah berhenti, Nabi saw bertanya, &quot;Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?&quot;     <br />&quot;Sudah.&quot; kata Utbah.     <br />Nabi saw membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi saw pun bersujud. <strong>Sementara</strong> itu Utbah duduk mendengarkan Nabi <strong>sampai</strong> menyelesaikan bacaannya. </p>
<p>Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi saw <strong>dengan sabar mendengarkan</strong> pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik.     <br /><strong>Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain</strong>.     <br />Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. </p>
<p>Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi saw dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi saw berbicara.    <br />Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah! </p>
<p>Ketika Nabi saw tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi saw bahwa Nabi saw akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi saw. </p>
<p>Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi saw. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi saw dan melaporkan kedatangannya.    <br />Apa jawab Nabi saw? &quot;Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.&quot; </p>
<p>Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi saw <strong>janji adalah suatu yang sangat agung</strong>. Meskipun Nabi saw merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi saw janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir.     <br />Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi saw telah menyerap di sanubari kita atau tidak. </p>
<p>Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi saw berkata pada para sahabat, &quot;Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!&quot; </p>
<p>Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, &quot;Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.&quot; </p>
<p>Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar ra langsung berdiri dan siap &quot;membereskan&quot; orang itu. Nabi saw pun melarangnya. </p>
<p>Nabi saw pun menyuruh Bilal ra mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah ra yang berada di rumah Nabi SAW keheranan ketika Nabi saw meminta tongkat.    <br />Setelah Bilal ra menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah ra pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sawberikan pada mereka. </p>
<p>Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi saw. Nabi saw berkata, &quot;Lakukanlah!&quot; </p>
<p>Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan.    <br />Tetapi terjadi suatu keanehan.     <br />Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi saw dan memeluk Nabi saw seraya menangis, &quot;Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah&quot;. </p>
<p>Seketika itu juga terdengar ucapan, &quot;Allahu Akbar&quot; berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi saw itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi saw tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi saw sebelum Allah Jalla Jalaluh memanggil Nabi saw ke hadirat-Nya. </p>
<p>Suatu pelajaran lagi buat kita. <strong>Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela</strong>. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita.     <br />Rasul saw pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis (pailit). Na&#8217;udzu billah&#8230;..</p>
<p>Nabi Muhammad saw ketika saat haji Wada&#8217;, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato.    <br />Di akhir pidatonya itu Nabi saw dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, &quot;Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?&quot; Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. </p>
<p>Nabi saw melanjutkan, &quot;Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah&#8230;..?&quot; </p>
<p>Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, &quot;Benar ya Rasul!&quot; </p>
<p>Rasul saw pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, &quot;Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah!&quot;. </p>
<p>Nabi saw meminta kesaksian Allah Jalla Jalaluh bahwa Nabi saw telah menjalankan tugasnya. </p>
<p>Kita pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah saw. </p>
<p>&quot;Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu,    <br />betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu,     <br />betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung,     <br />betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad saw,&#160; <br />betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami.     <br />Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah&quot;     <br />(Dari beberapa sumber)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul">akhlak rasul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasulullah">akhlak rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="indahnya akhlak rasulullah">indahnya akhlak rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul allah">akhlak rasul allah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul saw">akhlak rasul saw</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasulullah dan para sahabat">akhlak rasulullah dan para sahabat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak para sahabat rasul">akhlak para sahabat rasul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="kata mutiara saat maulus Nabi">kata mutiara saat maulus Nabi</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul majelis rasulullah">akhlak rasul majelis rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rosulullah dan sahabatnya">akhlak rosulullah dan sahabatnya</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya mengajak berbuat kebaikan</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 21:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Best Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadhah]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[leverage]]></category>
		<category><![CDATA[Ridho Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/</guid>
		<description><![CDATA[Islam itu mudah, islam itu indah, penuh keberkahan. Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya: http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa/ Jika teman-teman bertanya: kenapa harus mengajak berbuat kebaikan? Kenapa harus menyampaikan hadits Nabi saw? Atau jika teman-teman memiliki pikiran: Saya belum mengamalkan, saya ga berani mengajak orang lain… Saya belum istiqamah dalam mengamalkan, masih angin-anginan, belum konsisten, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam itu mudah, islam itu indah, penuh keberkahan.</p>
<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya:<br />
<a href="http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa/">http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa/</a></p>
<p>Jika teman-teman bertanya: kenapa harus mengajak berbuat kebaikan?<br />
Kenapa harus menyampaikan hadits Nabi saw?</p>
<p>Atau jika teman-teman memiliki pikiran:<br />
Saya belum mengamalkan, saya ga berani mengajak orang lain…<br />
Saya belum istiqamah dalam mengamalkan, masih angin-anginan, belum konsisten, saya ga berani mengajak orang lain…<br />
Saya bukan muslim yg baik, saya ga pantas mengajak orang lain mengamalkan sesuatu.<br />
Saya bukan ustadz, ga hapal hadits, bukan hak saya utk mengajak berbuat kebaikan.<br />
Ilmu saya masih sedikit, saya ga pantas mengajak berbuat kebaikan.<br />
dll, dll, yg menunda anda, yang menyebabkan anda tidak mengajak utk berbuat kebaikan..</p>
<p>Maka saya sarankan teman-teman utk membaca tulisan di artikel sebelumnya<br />
(<a href="http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa/">http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa/</a>)</p>
<p>Di tulisan ini, akan saya lanjutkan lagi, manfaat dan keberkahan bagi kita, jika kita mau mengajak orang lain utk berbuat kebaikan.</p>
<p>Habib Munzir al Musawwa mengajarkan hadits berikut ini</p>
<p><span id="more-155"></span></p>
<blockquote><p>Barangsiapa yg membuat/mengadakan (membuat hal baru) di dalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, <strong>maka</strong> dituliskan <strong>baginya</strong> pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan <strong>tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun</strong>,</p>
<p>dan barangsiapa yg membuat buat di dalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?.<br />
(Shahih Muslim no.1017)</p></blockquote>
<p>Kemudian ada pertanyaan:<br />
&#8220;dari kalangan wahabi/salafy , kata-kata &#8220;mengada-adakan hal baik yang baru&#8221; adalah salah, karena terjemahannya dari &#8220;<strong>sanna sunnatan hasanatan</strong>&#8221;<br />
Padahal terjemahannya seharusnya menurut mereka adalah &#8220;Barang siapa <strong>meletakkan sunnah hasanah</strong>, maka baginya pahala dan pahala bagi yang mengikutinya&#8221;.<br />
Bagaimana pendapat habib mengenai hal ini, apakah mungkin terjadi perbedaan penafsiran.&#8221;</p>
<p>Maka saya copas jawaban habibana Munzir al Musawwa seperti berikut ini:<br />
&#8220;mengenai tafsiran mereka mengenai hadits itu, itu hanya dangkalnya pemahaman mereka terhadap bahasa arab dan ilmu hadits.</p>
<p>sebagaimana seseorang memahami ilmu hadits mestilah bukan dg tafsiran sempit yg kita miliki, tapi lihat asbab wurudnya, telah dijelaskan oleh Al Imam Al Muhaddits Al hafidh <strong>Imam Nawawi </strong>rahimahullah bahwa: makna hadits itu adalah dalil dibolehkannya membuat hal baru berupa kebaikan (tak bertentangan dg syariah). dan hadits ini <strong>merupakan dalil pengecualian </strong>atas hadits &#8220;&#8230; kullu bid&#8217;ah dhalalah wakullu dhalaalah finnar..&#8221; (semua bid&#8217;ah itu sesat dan semua yg sesat itu di neraka). sungguh yg dimaksud adalah Bid&#8217;ah yg buruk, bukan bid&#8217;;ah yg baik&#8221; (Syarh Nawawi ala shahih Muslim juz 7 hal 104).</p>
<p>dan anda boleh buka kamus mana saja, lihat makna kata : &#8220;<strong>sanna</strong>&#8221; yaitu <strong>membuat suatu adat, ajaran, kebiasaan</strong>.&#8221;</p>
<p>Selain itu, salah satu hikmah yg bisa kita ambil dari hadits ini adalah:</p>
<p>Jika kita mengajarkan atau menyampaikan kebaikan (dari Al Quran, hadits Nabi saw, ilmu yg kita terima dari para Ulama, dari guru-guru kita, dll) kepada orang lain..<br />
kemudian orang tsb mengamalkan jg&#8230; maka, dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala org yg mengamalkannya.</p>
<p>Contohnya bisa berupa mengajak mengajak bersedekah, mengajak shalat dhuha, mengajak shalat berjamaah di mesjid..</p>
<p>Atau bisa juga dengan teladan, misal kita rajin berjemaah ke mesjid, kemudian ada teman atau saudara yg melihat hal ini, kemudian terinspirasi dan mulai rajin berjamaah juga, maka insya Allah kita juga memperoleh pahala dari teman/saudara tsb.. tanpa mengurangi pahala si teman/saudara sedikitpun.</p>
<p>jika kita mengajak 10 orang utk bersedekah 100rb, kemudian semuanya bersedekah 100rb, maka dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala sedekah 10 orang x 100rb = pahala bersedekah 1 juta</p>
<p>Jika kita rajin membaca shalawat, dan mengajak orang lain membaca shalawat, maka kita insya Allah akan memperoleh pahala, keberkahan, dan Ridho Allah DUA KALI LIPAT.. dari shalawat yg kita baca sendiri.. PLUS dari shalawat yg dibaca orang lain tsb.<br />
Jika yg ikut membaca shalawat 3 org.. maka kita memperoleh 3x-nya.. dst.</p>
<p>Luar biasa.</p>
<p>lalu apakah yg menghalangi kita utk mengajak pada kebaikan?</p>
<p>Mari kita baca lagi hadits dari Imam Muslim ini:</p>
<blockquote><p>Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Jarir bin &#8216;Abdillah ia berkata: &#8220;Pernah kami berada di sisi Rasulullah pada awal siang, ia berkata: &#8220;Maka datanglah suatu kaum yang tak beralas kaki, tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan mantel, terhunus pedangnya, mayoritas mereka dari Bani Mudhor bahkan keseluruhannya. Memerahlah wajah Rasulullah ketika melihat keadaan mereka yang sangat mengenaskan itu akibat kemiskinan.<br />
Lalu beliau masuk, kemudian keluar dan memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqomah, lalu shalat kemudian berkhuthbah (dengan khuthbatul hajat).<br />
Setelah itu seseorang bersedekah dengan dinarnya, dirhamnya, pakaiannya, gandumnya dan kurmanya. (Sampai ia berkata): &#8220;Walaupun dengan separuh buah kurma.&#8221;<br />
Ia berkata: &#8220;Kemudian datang seorang lelaki dari Anshor dengan bungkusan, hingga tangannya hampir tidak mampu menanggungnya.&#8221; Ia berkata: &#8220;Kemudian manusia mengikutinya, hingga aku melihat dua tumpukan makanan dan pakaian dan aku perhatikan wajah Rasulullah berseri-seri seakan-akan sepotong emas yang berkilau.<br />
Bersabdalah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: &#8220;<strong>Barangsiapa memberi contoh yang baik dalam Islam, baginya pahala dan pahala orang yang beramal dengannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun</strong> &#8220;</p></blockquote>
<p>Dari sini, dapat kita ambil hikmah bahwa:<br />
apabila seorang muslim menghidupkan suatu sunnah dan diikuti oleh orang lain, maka baginya pahala amalan tersebut dan ditambahlagi..baginya pahala orang yang mengikutinya. Jadi dia memperoleh pahalah, keberkahan, ridho Allah berkali-kali lipat.</p>
<p>Dan tidak diragukan lagi, bahwa ini merupakan keutamaan yang besar</p>
<blockquote><p>Dalam forum tanya jawab di MajelisRasulullah.org, seorang sahabat bertanya:<br />
HAW: 2) apakah baik <strong>mengajak</strong> teman berbuat <strong>kebaikan</strong> tetapi ana masih <strong>belum istiqomah </strong>menjalankan kebaikan itu,ana <strong>takut</strong> jadi beban buat ana juga..<br />
 3) setiap <strong>ilmu</strong> yang di dapat yang <strong>tidak diamalkan</strong> akan menjadi <strong>beban</strong> buat kita di akhirat,bagaimana bib menyikapi ini?ana takut jadinya&#8230;</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Kemudian Habib Munzir menjawab dalam forum tsb:</strong><br />
2. <strong>mengajak orang berbuat kemuliaan walau</strong> kita <strong>belum mengamalkannya</strong> adalah <strong>salah satu bentuk pengamalannya</strong>,<br />
misalnya kita mengajarkan kemuliaan shalat witir, menyampaikan haditsnya, namun kita belum mengamalkannya, maka kita <strong>mendapat</strong> pahala dg mengajarkannya, dan <strong>mendapat</strong> dosa jika menyembunyikan ilmu.</p>
<p>mengenai firman Allah swt : “Sangat besar kemurkaan Allah ketika kalian mengatakan/mengajak pada hal hal yg kalian tidak perbuat”.</p>
<p>ayat itu turun untuk para munafik yg ketika diperintahkan jihad oleh Allah swt mereka tidak mau ikut dg Rasul saw, namun berpura pura baik dg memerintahkan orang lain berjihad.</p>
<p>3. saudaraku, pelajari semua ilmu, amalkan yg mampu kita amalkan, dan sisanya Insya Allah akan datang waktunya kita mampu mengamalkannya, jika tidak maka kita dimaafkan Allah swt karena sudah berbuat semampunya.<br />
<a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25033&amp;catid=9">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25033&amp;catid=9</a></p></blockquote>
<p>keren kan… mengajak teman berbuat kemuliaan itu = salat satu bentuk pengamalannya.</p>
<p> </p>
<p>Diujung tulisan ini, izinkan saya utk mengajak teman-temanm semua utk memantabkan hati, utk semakin rajin dan <strong>bersemangat dalam mengamalkan amalan-amalan wajib</strong>..<br />
dan semakin giat dan <strong>menambah lagi amalan amalan sunnah</strong>.</p>
<p>saya mengajak teman-teman semua utk terus melakukan shalat wajib lima waktu dan berusaha utk berjemaah</p>
<p>Saya mengajak teman-teman semua <strong>utk memperbanyak membaca shalawat</strong>, ayo kita hiasi langkah kita ke mesjid dg membaca shalawat.<br />
Ayo kita hiasi langkah kita sepulang dari mesjid dg banyak membaca shalawat.</p>
<p>Daripada ngalamun, nyanyi lagu pop, saat kita berangkat ke kantor, atau pulang dari kantor, ayo membaca shalawat sepanjang perjalanan.</p>
<blockquote><p>Sabda Nabi saw:<br />
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai).</p></blockquote>
<p>Saat sedang menunggu, ada waktu lapang, ada waktu senggang.. ayo membaca shalawat.</p>
<p>Ayo kita latih diri kita.. guru-guru, ulama-ulama menganjurkan agar kita melatih diri membaca shalawat minimal 300x setiap hari.</p>
<p>Habib Munzir bershalawat minimal 5000x setiap hari, luar biasa….</p>
<p>Kemudian, di waktu pagi dan sore hari, sebelum atau sesudah shalat subuh, sebelum atau sesudah shalat maghrib, <strong>ayo kita budayakan utk membaca Wirdullathif.</strong></p>
<p>Selain itu, tentu saja.. ayo kita budayakan utk membaca Al Qur-an, luangkan waktu barang lima menit sehari utk membaca Al Qur-an.</p>
<p>Wallahu a’lam</p>
<p>Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh</p>
<p>aan</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="mengajak kebaikan">mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="pahala mengajak kebaikan">pahala mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="hadits mengajak kebaikan">hadits mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="hadist tentang mengajak kebaikan">hadist tentang mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="hadits tentang mengajak kebaikan">hadits tentang mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="dalil tentang mengajak kebaikan">dalil tentang mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="dalil mengajak kebaikan">dalil mengajak kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="hadits berbuat kebaikan">hadits berbuat kebaikan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="pahala mengajak orang berbuat baik">pahala mengajak orang berbuat baik</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/" title="Mengajak berbuat baik">Mengajak berbuat baik</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/20/dahsyatnya-mengajak-berbuat-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paksakan diri utk Ibadah, karena&#8230;</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 03:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadhah]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Ridho Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/</guid>
		<description><![CDATA[Dari kumpulan artikel yg saya simpan.. yang satu ini mengena banget buat saya hari ini. Kadang kita dalam beribadah itu merasa malas… pengen menunda… Ahhhh.. lain kali juga bisa… Ahhhh, masih capek, nanti aja… ahhh, pikiran masih butek, nanti aja… ahhhh, ga jelas manfaatnya, nanti aja… ahh, ga ikhlas gua, ga usah aja.. dan seribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari kumpulan artikel yg saya simpan.. yang satu ini mengena banget buat saya hari ini.</p>
<p>Kadang kita dalam beribadah itu merasa malas… pengen menunda…</p>
<p>Ahhhh.. lain kali juga bisa…</p>
<p>Ahhhh, masih capek, nanti aja…</p>
<p>ahhh, pikiran masih butek, nanti aja…</p>
<p>ahhhh, ga jelas manfaatnya, nanti aja…</p>
<p>ahh, ga ikhlas gua, ga usah aja..</p>
<p>dan seribu satu macam alasan lain, sehingga kita menunda, menunda, dan akhirnya tidak melakukan apa-apa…</p>
<p>saya harap, penjelasan dari Ustadz Yusuf Mansur di bawah ini bisa menjadi penguat bagi kita, kita ingat-ingat terus, kita baca berulang-ulang agar menjadikan kita terus bersemangat utk beribadah, mendekat pada Allah ‘Azza wa jalla.</p>
<p> <span id="more-154"></span><br />
<blockquote>
<p><strong>Paksakan Ibadah &#8211; Ust Yusuf Mansur       <br /></strong> “Friday, December 25, 2009 at 12:23am”</p>
<p>Lumayan sering saya ngomong, paksain, paksain, paksain. Paksain buat sedekah. Bila ga ada duit, jual barang. Jika ga ada barang, pasang niat. Jika perlu, begitu saya katakan, ngutang aja. Supaya bisa bersedekah. </p>
<p>Tentu saja, pasti tidak semua hal bisa dibahas habis di 1x pengajian. Saya yang barangkali tidak arif. Sehingga kedengerannya kayak memaksakan seseorang buat bersedekah. </p>
<p>Sebelum biara tentang maksa dan maksain sedekah, izinkan saya bicara dulu semukaddimahnya. </p>
<p>Aslinya memang saya sering maksa orang bersedekah sih, he he he. Saya bilang, urusan baik, kudu dipaksain. Dulu, kalo saya ga dipaksa mengaji, mungkin ga akan ada ilmu agama. Seorang anak jika ga dipaksa masuk pesantren, mungkin malah orang tuanya yang melarang-larang. Saking sayangnya, begitu mungkin. Padahal membekali anak dengan ilmu dan kebiasaan beragama yang baik, adalah bentuk sayang buat anak-anak kita. </p>
<p>Lampu merah, kuning, hijau, emangnya bukan pemaksaan? Itu kan pemaksaan. Lampu merah, kita dipaksa untuk berhenti. Ga boleh kita ga berhenti. Harus berhenti. Lalu misalnya kebetulan perempatan itu perempatan yang indah, lalu kita masih kepengen berlama-lama. Atau ada nomor telepon dari iklan di perempatan lampu merah yang mau dicatat. Ga boleh juga kita masih berhenti kalo lampunya udah berubah hijau. Padahal dikit lagi nih bisa kecatat, tetap engga boleh. Detik itu hijau, detik itu kudu mulai jalan. Pas merah pun gitu. Coba aja lampu merah ditabrak, pasti kecelakaan yang ada. </p>
<p>Kenapa kita dipaksa lalu nurut? Sebab kita tahu itu adalah kebaikan adanya, dan membelakanginya adalah keburukan. </p>
<p>Dalam urusan agama, seringkali kita tidak memaksakan diri. Terlalu memanjakan diri. Di banyak ibadah ini terjadi. Sehingga kalimat tidak membebankan diri sering jadinya tidak memaksimalkan diri. Akhirnya, ibadahnya begitu-begitu saja. Seringkali turun kuantitas dan kualitasnya malah: Shalat malam, ga dipaksakan. Shalat dhuha, ga dipaksakan. Shalat tepat waktu, ga dipaksakan. Berhaji ga dipaksakan. Dan masih banyak lagi. Semuanya ga dipaksakan, padahal bisa. </p>
<p>Shalat malam, kalo emang diniatin, mestilah bangun. Aturlah supaya bisa tidur lebih awal. Olahragalah di malah hari, dengan shalat sunnah yang agak banyak menjelang tidur. Sebagai pengantar tahajjud yang fresh punya. Begitu terbangun, langsung paksa badan bangun dan melangkah mengambil air wudhu. Kalau perlu langsung mandi. Dan bilamana perlu, ambil sajadah kemudian shalatnya di luar rumah; di halaman rumah, di mushalla deket rumah, atau di mana keq sekedar perubahan suasana. Shalat malam beratapkan langit dan bebintangnya, cakep juga buat supaya tidak ngantuk. </p>
<p>Shalat dhuha, bila tidak dipaksakan, ntar ga dhuha-dhuha. Lihat saja diri kita. Ketika kita dulu sekolahnya di sekolah yang tidak memberlakukan dhuha, bertambah-tambahlah tidak ada dhuhanya sama sekali. Dan keadaan ini berlanjut. Sebenernya, ketika kita berada di kantor, bisalah menyempatkan diri sebentar, walo hanya 2 rakaat dhuha. Pergilah ke kantor dalam keadaan berwudhu. Supaya ketika tiba di kantor, kita bisa menegakkan dhuha di samping meja kerja kita. Di warung kita, di toko kita, di sekolah, di kampus, di mana saja kita sempatkan. Waktu mah bagaimana kita. Tentu saja salah besar jika seseorang shalat dhuha sampe 1-2 jam. Kecuali di hari libur, ya tegakkanlah shalat dhuha 2 rakaat dengan bacaan yang pendek. Cukup. Asal istiqamah. Tar sesekali, kita kemudian shalat pol 12 rakaat, yakni manakala sedang libur. </p>
<p>Berhaji. Berhaji jika tidak dipaksakan, wuah, alasan utamanya adalah: Belom ada panggilan. Di saat yang sama belom berhaji, keadaan uang berlimpah. Atau kalaupun tidak berlimpah, bisa lah kira-kira pergi haji kalau maksain. Misalnya, rumah ada. Tapi baru satu. Lah, satu-satunya rumah itu kemudian dijual buat pergi haji. Orang sering menyebut maksain. Tapi saya menyebut maksimalisasi. Emang harus maksain. Masa lebih penting rumah ketimbang nyempurnain Rukun Islam? Duit emang ga punya, tapi mobil punya, ya jual saja mobilnya. Ngontrak rumah sewaan, dan pake mobil sewaan. Insya Allah memaksakan diri seperti ini menjadi ibadah yang subhaanallaah. Ibadah yang dilakukan dengan pengorbanan. </p>
<p>Puasa. Baik puasa wajib atau puasa sunnah. Iddih, ibadah puasa ini, jika tidak memaksakan diri, habislah badan ini jadi manja. Tar malah kelamaan engganya, jadi malah seumur-umur ga biasa dan ga bisa puasa. </p>
<p>Di pesantren Daarul Qur’an, banyak ibadah sunnah awalnya diprotes oleh beberapa walisantri. Ada yang beralasan medis, ada yang beralasan perlahan perlahan, dan satu dua alasan lain. Puasa contohnya, kata satu dua walisantri, anaknya ga terbiasa puasa. Perutnya suka sakit. Alhamdulillah, dengan pengajaran, dan terbangunnya lingkungan, anaknya malah menyuruh orang tuanya puasa. Ga ada tuh yang dikhawatirkan. Kalao khawatir terus, malah kekhawatiran itu yang lebih mengemuka nantinya. Shalat dhuha, sungguhpun ia sunnah, di pesantren jadi amalan wajib. Di awal-awal ada suara, mengapa jadi wajib? Bukankah Rasulullah saja tidak mewajibkan? Saya jawabnya enteng aja, dhuha emang sunnah. Tapi yang jadi masalah, situ sekolahnya di Daarul Qur’an. Dan di Daarul Qur’an dhuha itu wajib. Titik. Mau nurut, apa engga? Kalau engga mau nurut peraturan, ya maaf, keluar aja. He he, maaf ya. Itu bahasa saya memang. Kasar ya? Yah, pegimana niatnya dah. </p>
<p>Sama, urusan dunia juga kalau engga dipaksakan, bakalan malas lah yang ada: Olahraga tuh yang paling kelihatan. Kalau engga dibiasakan dan dipaksakan diri ini berolahraga, sampe kemudian jatuh sakit baru keingetan olahraga. Jam masuk sekolah, kalau tidak dipaksa menjadi peraturan dan tata tertib yang ada sangsinya, niscaya akan berantakanlah kedisiplinan. Semuanya semaunya. </p>
<p>Jadi, tidak semua pemaksaan itu jelek. Pemaksaan itu kadang bagus buat yang dipaksa. Pemaksaan yang dibarengi dengan penyadaran diri, tarbiyyah bahasa agamanya, tentu akan jauh lebih baik lagi. Taatnya bukan karena peraturan. Tapi karena kesadaran.</p>
</blockquote>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">Demikian… tolong baca tulisan di atas berulang-ulang..</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">tolong bookmark halaman ini..simpan…</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">jika anda sedang down, sedang tidak bersemangat untuk beribadah, mampirlah lagi ke tulisan ini, baca lah lagi…</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">thanks and best regards</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">aan</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">PS. </font><font style="background-color: #fcfcfc">Bagaimana menurut teman-teman semua?</font></p>
<p><font style="background-color: #fcfcfc">Tolong share komentarnya di bawah ya..</font></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="sebab malas ibadah">sebab malas ibadah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="alasan kita malas beribadah">alasan kita malas beribadah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="tata cara riyadhah 40 hari">tata cara riyadhah 40 hari</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="kenapa aku malas ibadah">kenapa aku malas ibadah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="paksakan diri untuk berubah">paksakan diri untuk berubah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="ustadzyusupmansyur">ustadzyusupmansyur</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="paksakan diri kita untuk berbuat kebaikan maka lama lama kita akan terbiasa">paksakan diri kita untuk berbuat kebaikan maka lama lama kita akan terbiasa</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="pemaksaan beribadah">pemaksaan beribadah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="paksakan diri ibadah">paksakan diri ibadah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/" title="paksakan shalat">paksakan shalat</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/19/paksakan-diri-utk-ibadah-karena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbitkan niat utk Riyadhah, karena&#8230;.</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 23:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Riyadhah]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Ridho Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/</guid>
		<description><![CDATA[“Allah mencatat kebaikan dan kejahatan”. Bagaimanakah menurut anda orang yg rutin dan istiqamah mendekat kepada Allah &#8216;Azza wa jalla dg melaksanakan amalan wajib dan ditambah pula dg amalan sunnah? Tentu luar biasakan? Bagaimana menurut anda, orang yg rutin dan istiqamah mendekat kepada Allah swt dan dia berhasil shalat 5 waktu, berjamaah, selama 40 hari berturut-turut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Allah mencatat kebaikan dan kejahatan”.</p>
<p>Bagaimanakah menurut anda orang yg rutin dan istiqamah mendekat kepada Allah &#8216;Azza wa jalla dg melaksanakan amalan wajib dan ditambah pula dg amalan sunnah?</p>
<p>Tentu luar biasakan?</p>
<p>Bagaimana menurut anda, orang yg rutin dan istiqamah mendekat kepada Allah swt dan dia berhasil shalat 5 waktu, berjamaah, selama 40 hari berturut-turut, tanpa terputus?</p>
<p>Tentu luar biasakan? apa lagi klo bisa lebih dari itu…</p>
<p>Bagaimana dg orang yg rutin membaca al Qur-an setiap hari, selama 40 hari berturut-turut?</p>
<p>Inginkah anda, jika Allah mencatat anda melakukan ibadah seperti diatas?    <br />Dicatat seakan anda melakukan semua itu dengan <strong>sempurna?</strong></p>
<p>Inginkah anda, jika anda memperoleh pahala, keberkahan, manfaat dari melakukan shalat berjamaah 40 hari berturut-turut?</p>
<p>Bahkan sebelum anda melakukan shalat tersebut?</p>
<p>Inginkah anda, jika anda memperoleh pahala, keberkahan, manfaat dari membaca shalawat 100x sehari, 40 hari berturut-turut?</p>
<p>Bahkan sebelum anda membaca shalawat tersebut?</p>
<p>Dan <strong>inginkah</strong> <strong>anda</strong> <strong>memperoleh 10x lipat</strong> daripada itu, <strong>bahkan 700x lipat</strong>, bahkan lebih?</p>
<p>Inginkah anda, jika anda <strong>memperoleh</strong> pahala, keberkahan, manfaat dari ibadah-ibadah dalam <a href="http://wahinijua.com/2010/02/03/riyadhah-40-hari-semoga/" target="_blank">riyadhah</a>? </p>
<p>Bahkan <strong>sebelum</strong> anda mulai melakukan riyadhah?</p>
<p>Silahkan <strong>dibaca terus</strong> tulisan ini, dan mari berkenalan dengan kemurahan Allah &#8216;Azza wa jalla, yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, melalui Hadits Qudsi yang Rasulullah saw sampaikan kepada kita.</p>
<p> <span id="more-148"></span>
<p>Dulu, saat aku pertama kali mendengar ajakan utk melakukan <a href="http://wahinijua.com/2010/02/03/riyadhah-40-hari-semoga/" target="_blank">riyadhah</a>, akupun tidak menggubrisnya.     <br />Buat apa?… lagian aku sudah shalat rutin, sudah baca Qur-an rutin..buat apa?… </p>
<p>Waktu berlalu, dan aku melakukan ibadah seperti biasa.. kadang ada lebihnya..kadang ada yg terlewat.. tanpa check dan re-check.. </p>
<p>Kemudian, seperti yang aku tulis sebelumnya dalam artikel tentang ajakan <a href="http://wahinijua.com/2010/02/03/riyadhah-40-hari-semoga/" target="_blank">riyadhah</a>, email dari <strong>Ustadz Yusuf Mansur</strong> menggugahku utk memulai dan melakukan riyadhah. Mungkin didukung jg dengan situasi dan kondisiku saat itu.</p>
<p>Meski ada keraguan bahwa aku bakal sanggup melaksanakan point-point ibadah dalam riyadhah itu dg sempurna.. aku tetap melaksanakannya.. dan alhamdulillah sekarang sudah berjalan beberapa hari. </p>
<p>Dua minggu yg lalu (kalau tidak salah senin malam 1 maret 2010), dalam pengajian rutin Majelis Rasulullah saw, <strong>Habib Munzir mengajarkan satu Hadits shahih dari Imam Bukhari</strong> r.a.. dan Hadits ini seakan bensin yang <strong>membakar</strong> semangatku untuk semakin mantab melakukan riyadhah.</p>
<p>Hadits ini membuatku sangat bersyukur karena aku telah memantabkan hati, memantabkan niat utk melakukan riyadhah. Seakan-akan pengajian tersebut menjadi jalan Allah swt utk memberi hikmah dan ilmu dan semangat kepadaku <strong>untuk memulai dan terus melakukan riyadhah.</strong></p>
<p>Berikut hadits shahih tersebut:</p>
<p><img title="Hadits Bukhari no.6010: berNiat Kebaikan" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="366" alt="Hadits Bukhari no.6010: berNiat Kebaikan" src="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/03/HaditsBukharino6010berNiatKebaikan.jpg" width="354" align="right" border="0" />Artinya: </p>
<p>Telah menceritakan kepada kami Abu Ma&#8217;mar telah menceritakan kepada kami Abdul warits telah menceritakan kepada kami ja&#8217;d bin Dinar Abu Utsman telah menceritakan kepada kami Abu Raja&#8217; Al &#8216;Utharidi    <br />dari <strong>Ibnu Abbas radhiyyallahu &#8216;anhuma</strong>,     <br />dari <strong>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam</strong> yang beliau riwayatkan dari Rabbnya (hadis qudsi) &#8216;Azza wa jalla berfirman, yang beliau sabdakan:     <br />&quot;Allah menulis kebaikan dan kejahatan, &quot;     <br />selanjutnya beliau jelaskan:     <br />&quot;siapa yang <strong>berniat melakukan kebaikan</strong> lantas <strong>tidak</strong> jadi ia <strong>amalkan</strong>, Allah <strong>mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna</strong>,     <br />dan jika ia <strong>berniat lantas ia amalkan</strong>, Allah mencatatnya <strong>sepuluh kebaikan</strong>, bahkan hingga <u>dilipatgandakan</u> <strong>tujuh ratus kali</strong>, bahkan lipatganda yang tidak terbatas,     <br />sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna,     <br />dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.&quot; <strong>(Hadits Shohih Bukhari no.6010)</strong></p>
<p>Luar biasa kan.. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha ilallaahu wallaahu akbar..</p>
<p>Jika kita berniat shalat Subuh berjamah.. kemudian karena satu dan lain hal kita tidak jadi melakukannya, maka Allah telah mencatat satu kebaikan utk kita, seakan kita sudah shalat subuh berjamaah..</p>
<p>Jika kemudian, alhamdulillah, kita berhasil shalat subuh berjamaah, maka Allah melipatgandakannya 10x, bahkan hingga 700x, bahkan lebih dari itu.. bayangkan seakan kita shalat subuh berjamaah 10x.. subhanallah.</p>
<p>Lalu apa yg menghalangi kita utk memantabkan hati, memantabkan niat utk beribadah, mendekat kepada Allah?</p>
<p>Lihatlah isi ibadah-ibadah yg kita lakukan dalam <a href="http://wahinijua.com/2010/02/03/riyadhah-40-hari-semoga/" target="_blank">riyadhah (klik di sini utk membuka di jendela yg baru)</a>.</p>
<p>Maukah jika Allah mencatat anda telah melakukan ibadah-ibadah tersebut selama 40hari berturut-turut?</p>
<p>Jika anda berhasil melakukannya, maka Allah melipatgandakan minimal 10x.. maukah anda?</p>
<p>Lalu apa yg masih menghalangi anda, utk menyisihkan waktu sebentar, 1 sampai 10 menit utk memantabkan hati, memantabkan niat utk melakukan riyadhah, melakukan ibadah-ibadah selama 40 hari kedepan, utk mendekat kepada Allah?    <br /><strong>Untuk memperoleh Ridho Allah &#8216;Azza wa jalla</strong></p>
<p>Jadi kenapa mesti ragu?</p>
<p>Kenapa mesti menunda utk <strong>riyadhah</strong>?</p>
<p>takut.. nanti ga bisa istiqamah… ???</p>
<p>lah .. emang klo ga istiqamah bakal dapat dosa gitu? bakal dimurkai Allah swt? </p>
<p>ayoo… mari mantabkan niat… saya akan melakukan ibadah ini-ini-ini diwaktu ini, setiap hari, sampai 40 ke depan, lillahi ta’ala, mengharap Ridhomu ya Allah.</p>
<p>Sungguh-sungguh, mantabkan hati, kehendak, dan niat kita.</p>
<p>Jalani hari-hari riyadhah dengan ceria…    <br />Jika saat utk ibadah datang, lakukan apa yg sudah kita niatkan.</p>
<p>Jika karena satu dan lain hal kita gagal melakukan pada waktunya (misal tertidur, sehingga tertinggal dhuhur berjamaah), segera lakukan di saat ingat (atau di saat sempat).</p>
<p>Tiap hari kita catat, bagaimana pelaksanaan kemarin, apa yg salah, apa yg kurang. apa yg terlewat dilakukan.. kenapa? apa yg harus dilakukan hari ini/esok agar bisa hal itu tidak terlewat lagi.</p>
<p>Riyadhah = latihan, latihan beribadah utk mendekat pada Allah, mengharap Ridho Allah..</p>
<p>Namanya juga latihan, wajar jika ada salah dan kurang, wajar jika ada yg kurang sempurna…    <br />Luangkan waktu utk mengecek apa-apa yg telah kita lakukan…     <br />Luangkan waktu utk memperbaiki diri, agar lain kali bisa lebih baik lagi.</p>
<p>semoga Allah bertambah senang dan ridho pada kita semua.. amin ya Robbal ‘alamin.</p>
<p>Jakarta, 15 Maret 2010</p>
<p>aan</p>
<p><strong>PS</strong>. <strong>Berikut Hadits-hadits lain yg mendukung Hadits Qudsi di atas:</strong></p>
<blockquote><p>Dari<strong> Abu Hurairah ra</strong>. bahwasanya <strong>Rasulullah</strong> saw. bersabda :       <br /><strong>Allah</strong> berfirman :       <br />“Apabila hamba-Ku berkehendak untuk beramal buruk maka jangan kamu catat sehingga ia mengamalkannya. Jika ia mengamalkannya maka catatlah serupa itu.       <br />Jika ia meninggalkannya karena Aku maka catatlah sebagai satu kebaikan.       <br />Jika hamba-Ku <strong>mau</strong> berbuat kebaikan namun tidak mengamalkannya maka tulislah satu kebaikan baginya.       <br />Jika <strong>mengamalkannya</strong> maka catatlah <strong>sepuluh kalinya sampai tujuh ratus lipat</strong>.       <br />Dan dalam sebagian riwayat ada tambahan sampai kelipatan yang banyak” .       <br />(Hadits ditkhrij oleh <strong>Bukhari</strong>).</p>
</blockquote>
<p>Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :    <br />Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman :     <br />“Apabila hambaKu bermaksud pada keburukan maka jangan kamu catat. Jika ia melakukannya maka catatlah satu keburukan.     <br />Apabila ia bermaksud pada kebaikan namun tidak melakukannya maka catatlah satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya maka catatlah sepuluh lipat”.     <br /><strong>(Hadits ditakhrij oleh Muslim).</strong></p>
<blockquote><p>Dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah saw dalam apa yang diriwayatkan dari Tuhannya Yang Maha Mulia dan Maha Besar bersabda: “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan keburukan”. Kemudian beliau menjelaskan : Barang siapa yang bermaksud pada kebaikan namun tidak mengamalkannya maka Allah mencatat di sisiNya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bermaksud pada keburukan lalu mengamalkannya maka Allah mencatatnya satu keburukan”.</p>
<p>Dalam riwayat yang lain ia menambahkan :</p>
<p>‘AU MAHAAHALLAAHU WALAA YAHLIKU ‘ALALLAAHIILLAHA HAALIKUN”</p>
<p>(atau Allah menghapusnya dan tidak membinasakan Al lah kecuali orang yang berbuat kebinasaan). (Hadits ditakhrij oleh Muslim).</p>
</blockquote>
<p>Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. berkata : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman dan firmanNya itu benar : “Apabila hamba Ku bermaksud pada kebaikan maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia melakukannya maka catatlah sepuluh lipat baginya. Apabila ia berrhaksud pada keburukan maka jangan kamu mencatatnya, jika ia melakukannya maka catatlah serupa itu, jika ia meninggalkannya – barangkali Tuhan berfirman : “Tidak melakukannya” maka catatlah baginya satu kebaikan”. Kemudian ia membaca :</p>
<p><strong>‘MAN JAA-A BILHASANATI FALAHU ‘ASYRU AMTSAALIHAA”</strong></p>
<p><strong>(Barang siapa yang membawa satu kebaikan maka baginya sepuluh kalinya).</strong>     <br /><strong>(Hadits ditakhrij oleh At Turmidzi).</strong></p>
<blockquote><p>Dari Abu Dzar ra. ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman :      <br />“<strong>Barangsiapa yang membawa kebaikan maka baginya sepuluh kalinya atau Aku tambah.</strong>       <br />Barangsiapa yang membawa keburukan maka balasan keburukan itu keburukan yang semisal dengannya atau Aku ampuni.       <br /><strong>Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu sejengkal maka Aku mendekatkan Diri kepadanya satu hasta.        <br />Dan barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu satu hasta maka Aku mendekatkan Diri kepadanya satu depa.         <br />Barangsiapa yang datang kepadaKu berjalan, maka Aku mendatanginya dengan lari-lari kecil.</strong>       <br />Barangsiapa yang menemui Aku dengan kesalahan sepenuh bumi maka aku menemuinya dengan ampunan”.       <br /><strong>(Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).</strong></p>
</blockquote>
<p>PPS. inginkah anda memperoleh pahala dan keberkahan dari Riyadhah yang dilakukan orang lain? tanpa mengurangi pahala dari orang lain tersebut sedikitpun?</p>
<p>Mari mengajak orang lain utk melakukan riyadhah, <strong>sebarkan </strong>link ke <strong>artikel </strong>ini utk <strong>teman-teman </strong>anda.. sebab:     <br />jika mereka melakukan riyadhah juga, maka insya Allah anda juga memperoleh pahala dan ridho Allah dari riyadhah teman/saudara anda tsb.     <br />Dalil dan penjelasannya? bisa dibaca di sini: “<a href="http://wahinijua.com/2009/12/13/ayo-mengajak-pada-kebaikan-kenapa" target="_blank">Ayo mengajak berbuat kebaikan.. karena..</a>”</p>
<p>posting di facebook anda, twitter, my space, blog anda, dll…. mari bersama-sama mendekat kepada Allah yg Maha Pengasih.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="cara riyadhah">cara riyadhah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="manfaat riyadhah">manfaat riyadhah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="ibadah riyadhah">ibadah riyadhah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="riyadho 40 hari">riyadho 40 hari</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="hadits tentang ilmu beserta artinya">hadits tentang ilmu beserta artinya</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="riyadhah kaya">riyadhah kaya</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="hadits tentang niat">hadits tentang niat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="hadits shahih">hadits shahih</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="hadits">hadits</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/" title="riyadhah 40 hari">riyadhah 40 hari</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/15/terbitkan-niat-utk-riyadhah-karena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi islami utk masalah perilaku suami/istri/anak?</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 11:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah dzikir yg dapat kita baca, yang mudah, yang dahsyat untuk mengatasi masalah perilaku suami kita, atau istri kita, atau anak kita? Atau.. adakah dzikir yg bisa kita baca utk memperbaiki perilaku diri kita sendiri? Berikut ini kumpulan pertanyaan dan jawaban yang saya ambil dari forum MajelisRasullulah.org &#8212; Pertanyaan (Q): Aslmkm yahabibana,lgsg aja ane mo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah dzikir yg dapat kita baca, yang mudah, yang dahsyat untuk mengatasi masalah perilaku suami kita, atau istri kita, atau anak kita?</p>
<p>Atau.. adakah dzikir yg bisa kita baca utk memperbaiki perilaku diri kita sendiri?</p>
<p>Berikut ini kumpulan pertanyaan dan jawaban yang saya ambil dari forum MajelisRasullulah.org</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Pertanyaan (Q): Aslmkm yahabibana,lgsg aja ane mo minta doanya agar istri bs patuh dg apa yg printahkan suami,mslhnya istri saya susah utk diajak silaturrahmi ama orangtua aq dan kerabat aq,aq bingung hrus bgmn lg,trimakasih,maaf klo mungkin kurang sopan,wslmkm wr wb</p>
<p> <span id="more-139"></span>
<p><strong>Jawaban dari Habib Munzir: </strong></p>
<p>Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,</p>
<p>kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,    <br />Saudaraku yg kumuliakan,</p>
<p>saya sarankan anda membaca dzikir Subhanallahi wabihamdih, bacalah 100X setiap pagi dalam keadaan suci, dzikir ini disarankan oleh Nabi saw sebagaimana sabda beliau saw Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih dilautan (Shahih Bukhari)</p>
<p>dan sabda Rasulullah saw : &quot;Kalimat yg paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih&quot; (Shahih Muslim)</p>
<p>dzikir ini mencerahkan wajah, menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dan membuka banyak kemudahan,</p>
<p>kenapa?</p>
<p>karena kita menyukai dan mencintai dan mengamalkan ucapan yg dicintai Allah, maka Allah akan memberi apa apa yg kita senangi dan sukai, yaitu kecerahan wajah, kemudahan hidup, dan ketenangan hati</p>
<p>insya Allah istri anda akan dilembutkan hatinya oleh Allah swt.</p>
<p>Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,    <br />Wallahu a&#8217;lam</p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=24987&amp;catid=9">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=24987&amp;catid=9</a></p>
<p>&#8212;</p>
<p>Pertanyaan (Q): Assalamualaikum Warahmatullah wabarakatuh    <br />smga Allah SWT memberikan kesehatan kpd habib dan diberikan kelancaran dlm dakwahnya</p>
<p>bib sdikit nyambung dgn jwbn habib sbelumnya,,,membaca kalimat subhanallah,wabihamdih 100x di pagi hari dlm keadaan suci,,mksd suci disitu yg bagaimna???</p>
<p>klo wanita yg sedang haid apa dikatakan tidak suci,dan tidak boleh membaca kalimat tersebut???mhon penjelasannya</p>
<p>mhon maaf pabila ana tlah menyita wktu habib tuk jwb pertnyaan ana    <br />smga Allah SWT senantiasa melimpahkan karuniaNya kpd habib dan keluarga     <br />wassalam</p>
<p><strong>Habib Munzir:</strong> </p>
<p>Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,</p>
<p>kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,    <br />Saudariku yg kumuliakan,</p>
<p>pengecualian jika wanita sedang haidh, tetap boleh membacanya tanpa wudhu.</p>
<p>Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Pertanyaan (Q) dari azlan: 4)Apakah amalan dan doa yang boleh membuatkan seseorang menjadi lembut hati hbb? Anak saudara saya kadang kala agak susah mendengar kata. Umurnya baru 4 tahun. Bagaimana hbb?</p>
<p><strong>Habib Munzir:</strong> 4. bacakan padanya dzikir subhanallahi wabihamdih 100x <strong>di ubun2nya</strong>, atau <strong>dibacakan di air lalu basahkan pada ubun ubunnya</strong>, (ubun ubun adalah bagian atas kepala yaitu rambut.</p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25071&amp;catid=9">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25071&amp;catid=9</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Pertanyaan (Q) dari cahayajiwa: 3. Apakah dzikir &#8216;Subhanallah wabihamdihi&#8217; juga bisa untuk mengubah karakter saya yang temperamental?    <br />Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Habib, moga rahmat dan nikmat Allah SWT senantiasa menaungi Habib Munzir dimanapun berada&#8230; amien.</p>
<p><strong>Habib Munzir:</strong> 3. sangat bisa saudaraku. zikir tsb sangat menenangkan dan menyejukkan hati.</p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=22152#22152">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=22152#22152</a></p>
<p>&#8212;-</p>
<p>kurniawanpsh:&#160; </p>
<p>Assalamualaikum,    <br />Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan meRahmati Habib sekeluarga dan juga seluruh anggota majelis Rasulullah ini.     <br />Dan juga Selamat Hari Raya Idul Adha buat semua.     <br />Berbagi cerita:     <br />Bib saya ingin berbagi cerita nyata yang saya alami, kemarin saat saya pulang dari Bandung menuju Batam, saat di pesawat tiba-tiba cuaca berubah drastis, pesawat berguncang keras dan sempat terjadi turbulence beberapa kali, kabut tebal menyelimuti pesawat, </p>
<p>tapi Subhanallah, saya,istri dan anak saya, saya tuntun untuk berdzikir menyebutkan dzikir <strong>Subhanallah Wabihamdihi</strong> seperti yang <strong>Habibana ajarkan</strong>,     <br />seketika itu juga Pesawat menjadi tenang dan kabut tebal langsung hilang. </p>
<p>Sungguh Allah Maha mendengar hambanya yang memohon pertolongan. Bagi saudara-saudaraku yang muslim perbanyaklah dzikir menyebut Asma Allah, karena Allah pasti akan membukakan jalan dan mendengarkan hambaNya yang memohon kepadaNya.</p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=19750#19750">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=19750#19750</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Dari tempat lain, dari facebook, saya lihat ada juga teman-teman yg mengajukan pertanyaan yg mirip dg kasus di atas. </p>
<p>Misal:</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Fatma Wati: “bagimana mngahadapi org yg kasar&amp;keras hati posesif,mohn doanya pula,tks”</p>
<p>Nicha Ningrum: “sy mau tanya amalan /zikir apa yg hrs di lakukan spy suami yg krs hati,kembali sepenuhnya sayang kpd anak istri. tanks.”</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Saya yakin, amalan ini, Subhanallah wa bihamdihi juga bisa digunakan utk mengatasi permasalahan-permasalahan yg mirip spt ini.</p>
<p>Jika istri/suami/anak anda tidak mau membaca bacaan ini, anda sendirilah yg terlebih dulu membacanya banyak-banyak, minimal 100x di pagi hari, sambil terus mendoakan mereka.</p>
<p>Atau anda baca 100x kemudian tiup ke ubun-ubun mereka (klo ga pengen ketahuan, bisa saat mereka sedang tidur <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).. atau seperti saran Habib Munzir di atas, dibaca dan ditiupkan ke segelas air utk mereka minum.</p>
<p>Jadi.. Banyak-banyak lah membaca bacaan ini, minimal 100x di pagi hari..</p>
<p>selain itu, banyak-banyaklah juga membaca shalawat.</p>
<p>saya sendiri sudah mengamalkan hal ini dan sudah merasakan sendiri manfaatnya.</p>
<p>Bagaimana dg teman-teman?</p>
<p>Apakah masih ada pertanyaan?</p>
<p>Apakah sudah ada yg melakukan dan mengalami sendiri?</p>
<p>Tolong tulis pertanyaan dan pengalaman temans semua di comment di bawah ini ya..</p>
<p>terima kasih banyak</p>
<p>wassalamu’alaikum wr.wb.</p>
<p>aan</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="zikir untuk suami">zikir untuk suami</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="bacaan subhanallahi wabihamdih">bacaan subhanallahi wabihamdih</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="subhanallah wabihamdih">subhanallah wabihamdih</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="solusi masalah suami istri">solusi masalah suami istri</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="zikir subhanallah wabihamdih">zikir subhanallah wabihamdih</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="subhanallahi wabihamdih">subhanallahi wabihamdih</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="Dzikir untuk suami">Dzikir untuk suami</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="subhanallah wabihamdihi istri">subhanallah wabihamdihi istri</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="Dzikir suami istri">Dzikir suami istri</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/" title="solusi dan prilaku anak">solusi dan prilaku anak</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/02/solusi-islami-utk-masalah-perilaku-suamiistrianak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comment on &#8220;Bakso Khalifatullah&#8221;-nya Cak Nun</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 10:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Best Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[a story]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, aku memperoleh cerita dari cak Nun tentang seorang pedagang Jagung Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, aku memperoleh cerita dari cak Nun tentang seorang pedagang Jagung</p>
<blockquote><p>Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung. </p>
<p>“Lho, uang saya tidak cukup, Pak” </p>
<p>“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap” </p>
<p>“Berarti saya hutang?” </p>
<p> <span id="more-132"></span>
<p>“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”. </p>
<p>Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye! </p>
</blockquote>
<p>Saat ini saya bukan pedagang.. tapi kemurah-hatian sang penjual jagung ini menjadi teladan bagi saya utk rajin memberi dan bersedekah.. cerita ini bener2 menginspirasi aku.</p>
<p>Dalam pengajian bersama Guru Danau di kampung saya dulu, Guru Danau seringkali mewasiatkan pada para murid, jemaah pengajian beliau, utk <strong>jadi orang yg pemurah</strong>, jangan jadi orang yg pelit.. berusahalah jadi orang yg dermawan.     <br />Beliau jg menceritakan bahwa beliau tidak pernah menawar jika membeli sesuatu.     <br />Bahkan kadang beliau membayar dengan uang yg lebih besar dari pada harga barang. Kelebihan pembayaran dianggap sebagai sedekah/hadiah.</p>
<p>Teladan-teladan ini yg mendorong saya, mengingatkan saya selalu utk jangan perhitungan, jangan pelit, berusaha terus utk jadi pemurah.</p>
<p>Kita beli di carefour aja ga pake nawar.. masa beli sayur sama pedagang kecil, beli baju sama kaki lima, nawarnya minta ampun.</p>
<p>Memang sih, kadang juga yg jualan jg ga bener masang harga.. bisa berkali-kali lipat dari harga standard.. semoga mereka jadi sadar, dan memberi harga yg wajar. Ga usah ambil untung berlipat ganda, sewajarnya saja, yg penting keberkahan dalam bisnis tsb.&#160; <br />Terhadap pedagang yg masang harga tinggi gini, saya biasanya nanya dulu: “harga pasnya berapa bang?” (maksud saya, harga wajarnya).. jika pedagang memberi saya harga yg menurut saya masih kemahalan, maka saya ga jadi beli.. biar jadi pelajaran juga utk si pedagang utk memberi harga yg wajar.</p>
<p>Semoga kita semua bisa <strong>mencontoh Rasulullah saw</strong>.     <br />Beliau klo berdagang sangat jujur, beliau kasih tahu, ini barang dibeli dg harga sekian di kota ini, saya jual sekian dg ambil untung segini… jadi yg beli bisa mengukur sendiri, merasa senang dan puas dg kejujuran beliau..     <br />Jika<strong> pembeli senang dan puas</strong>, dan percaya dg kejujuran kita..maka mereka pasti beli lagi, dan bahkan mungkin menceritakan ke orang lain… dengan demikian, tentu saja bisnis kita akan bertambah dan meluas customernya.</p>
<p>Balik lagi ke judul postingan ini… </p>
<p>Hari ini, jumat 12 feb 2010, aku browsing-browsing dan mampir ke <a href="http://padhangmbulan.com" target="_blank">http://padhangmbulan.com</a>, website dari Cak Nun (Emah Ainun Nadjib) – Kyiai Kanjeng.</p>
<p>Di padhangmbulan.com, aku menemukan sebuah judul tulisan yg sangat menarik:</p>
<p><a href="http://www.padhangmbulan.com/kolom-emha/bakso-khalifatullah/" target="_blank">Bakso Khalifatullah</a> </p>
<p>Langsung aja aku klik dan aku baca..dan … viola.. cak Nun bertutur tentang seorang tukang bakso yg luar biasa.</p>
<blockquote><p><strong>Posted by Emha Ainun Nadjib, 9 February 2010 in Kolom Emha</strong></p>
<p>Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti. </p>
<p>“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang. </p>
<p>“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya. </p>
<p>“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?” </p>
<p>Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya” </p>
<p>“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya. </p>
<p>“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”. </p>
<p>Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi. </p>
<p>“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”. </p>
<p>Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi. </p>
<p>Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya. Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya. </p>
<p>Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas. </p>
<p>Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya: “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”. </p>
<p>Peradaban saya masih peradaban “milik saya”. Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggungjawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya. </p>
</blockquote>
<p>Membaca cerita ini, aku jadi ingat cerita dari salah seorang sahabat Rasulullah saw: Abdurrahman bin Auf ra.. beliau juga melakukan hal yg sama seperti pak Batul ini.    <br />Bahkan Abdurrahman bin Auf ra membagi tiga pendapatan beliau: sepertiga utk keluarga, sepertiga utk melanjutkan bisnisnya, sepertiga lagi utk sedekah di jalan Allah.     <br />Luar Biasa… </p>
<p>Klo kita orang kaya, penghasilannya jutaan, palagi sudah konsisten sebulan dapat sekian.. mungkin melakukan hal yg pak Batul lakukan ini adalah hal yg gampang..    <br />penghasilan 9 juta, pengeluaran utk kebutuhan anak-bini cukup 3 juta misalnya, maka 3 juta bisa utk sedekah, 3 juta lagi utk investasi/pribadi/lain2…     <br />Meskipun demikian, meskipun punya penghasilan besar.. pernahkah kita terpikir utk melakukan hal ini?     <br />Beranikah kita utk bersedekah sampai 33.33% dari penghasilan kita?     <br />Percayakah kita pada ke-maha dermawan-an Allah? Allah yg Maha Pemurah…</p>
<p>ini Pak Batul.. tukang bakso..    <br />penghasilannya jg belum tentu gede..     <br />bahkan dia belum tau sebulan bakal dapat berapa..     <br />apakah bakal cukup buat hidup atau ga?     <br />apakah besok masih bisa atau ga?     <br />apakah besok ada yg beli atau ga?</p>
<p>Meski dihadapkan dg sejuta ketidakpastian tersebut, pak Batul ini tetap konsisten membagi tiga uang yg diterima.. dan perhatikan ini: <strong>“Pembagian tiga ini dilakukan di awal, saat uang terima”.. </strong></p>
<p>Berapa banyak diantara kita yg <strong>bersedekah diakhir</strong>.. setelah kita keluarkan utk belanja, foya-foya.. <strong>sisanya</strong>.. sekali lagi..sisanya.. baru disisihkan untuk sedekah? </p>
<p>duuuuuhhhh… </p>
<p>Subhanallah, salut buat bapak tukang bakso.. beliau rasa percaya sama Allah-nya luar biasa.. beliau yakin bahwa besok bakal tetap dikasih rizki sama Allah. bahwa Allah akan memudahkan dan melancarkan usahanya sehingga berani bersedekah di depan (bukan dari uang sisa).</p>
<p>Semoga kita diberi keyakinan, ilmu, dan kekuatan utk meneladani bapak tukang bakso ini, dan dikaruniai segalanya agar mampu melakukannya dalam kehidupan kita dg ikhlas dan istiqomah.</p>
<p>(minimal niat dolo dehhhhh <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )…</p>
<p>Tulisan lengkap cak Nun bisa anda baca di sini: <img src="http://wahinijua.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/tkp.gif" style="border:none;background:none;" alt=":tkp" /> <a href="http://www.padhangmbulan.com/kolom-emha/bakso-khalifatullah/" target="_blank">Bakso Khalifatullah</a> </p>
<p>(ada juga cerita tukang cendol, cerita pak Batul di atas, dan pendapat dari cak Nun.. monggo disamperin).</p>
<p><strong>Bagaimana menurut anda?</strong></p>
<p>Jika anda senang dg tulisan ini, tolong forward link ke tulisan ini ke teman2 anda ya.. atau anda taruh comment di facebook/twitter anda (anda bisa gunakan feature “Share highlight page” di bawah tulisan ini).    <br />semoga bermanfaat bagi anda dan teman-teman anda juga.</p>
<p>Kami tunggu comment, pendapat, sumbang saran, cerita feedback dari teman juragan semua <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="padhangmbulan cak nun">padhangmbulan cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="kolom cak nun">kolom cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="padhang mbulan cak nun">padhang mbulan cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="tulisan cak nun">tulisan cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="cak nun">cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="Bakso Khalifatullah">Bakso Khalifatullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="Caknun">Caknun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="cerita cak nun">cerita cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="bakso malang cak nun">bakso malang cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/" title="cerita caknun">cerita caknun</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/02/12/comment-on-bakso-khalifatullah-tulisan-cak-nun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslim manakah yg paling utama? yaitu&#8230;</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 10:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Best Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, aku memahami hadits ini begini: Jika mulutku atau tanganku (perbuatanku), tidak pernah menyakiti hati/fisik orang lain.. aku berharap sudah termasuk ke dalam golongan orang yg mengamalkan hadits ini… tidak menyakiti orang lain, lewat kata maupun perbuatan. Aku lebih memilih diam daripada berkata-kata yg tidak perlu, takut akan menyakiti orang lain. mengenai perbuatan… aku berusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image3.png"><img title="image" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="144" alt="image" src="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image_thumb3.png" width="564" border="0" /></a> </p>
<p>Dulu, aku memahami hadits ini begini:    <br />Jika mulutku atau tanganku (perbuatanku), tidak pernah menyakiti hati/fisik orang lain.. aku berharap sudah termasuk ke dalam golongan orang yg mengamalkan hadits ini…</p>
<p>tidak menyakiti orang lain, lewat kata maupun perbuatan.</p>
<p>Aku lebih memilih diam daripada berkata-kata yg tidak perlu, takut akan menyakiti orang lain.</p>
<p>mengenai perbuatan… aku berusaha sebisa mungkin utk tidak menyakiti orang lain.</p>
<p>kemarin.. setelah membaca tulisan habib Munzir di </p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=258&amp;Itemid=1">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=258&amp;Itemid=1</a></p>
<p>Aku melihat sebuah level baru…. </p>
<p>Apa yg kulakukan dulu dan selama ini sudah baik…. hanya saja.. ternyata ada yg jauh lebih baik lagi, dan semua orang bisa melakukannya…</p>
<p> <span id="more-99"></span>
<p>Level baru ini, membawa perubahan dari pasive (tidak melakukan yg menyakiti)… menuju proactive.</p>
<p>Jadi hadits di atas sebenarnya juga menganjurkan kita utk proaktif.</p>
<p>tidak hanya kita melakukan hal2 yg aman bagi muslim yg lain…</p>
<p align="left">tapi kita jg harusnya <strong>BISA </strong>melakukan hal-hal yg <strong>membawa/mendatangkan/menghasilkan keselamatan bagi muslim yg lain.</strong></p>
<p>Melalui mulut kita.. kita bisa menghasilkan keselamatan bagi orang lain.. </p>
<p>Melalui tangan dan perbuatan kita, kita bisa melakukan hal-hal yg bisa memberikan keselamatan bagi muslim yg lain.</p>
<p>misal dengan: </p>
<ul>
<li>doa, kita mendoakan keselamatan bagi muslim yg lain, lelaki maupun perempuan. Mendoakan kebaikan bagi orang lain. </li>
<li>Berbagi pengetahuan, sehingga muslim lain bisa selamat memperoleh tujuannya.(berbagi pengetahuan tentang masa kehamilan, merawat bayi, merawat kendaraan, dalam pekerjaan, dll). </li>
<li>Membuang batu/paku/kerikir di jalan. </li>
<li>dll. </li>
</ul>
<p>Kita bisa melakukan banyak hal.. paling gampang ya doa itu.. murah, gampang, ga makan waktu, bisa kapan saja dan di mana saja</p>
<p>Aku berterima kasih pada ibuku yg menyarankan aku utk membaca:    <br />&#160;&#160;&#160; ”Allahummaghfir lil mukminina wal mukminaat” (ya Allah, ampunilah semua mukmin lelaku dan perempuan).     <br />sebanyak-banyaknya… minimal 20x setiap usai shalat.     <br />Bisa kita tambah dan lengkapi menjadi:     <br />&#160;&#160;&#160; ”Allahummaghfir lil mukminina wal mukminaat, wal muslimiina wal mu-minaati, al ahyaa i minhum wal amwaat” (ya Allah, ampunilah semua mukmin lelaku dan perempuan, muslim lelaki dan perempuan, yang masih hidup dan juga yg sudah meninggal)…</p>
<p>Berikut kutipan dari tulisan habib Munzir di websitenya:</p>
<blockquote><p align="left">Seorang muslim dilihat kadar kebaikannya adalah dengan selamatnya orang lain sebab ucapan dan tangannya. Muslim yang lain tidak terganggu dengan tangan atau lidahnya , tangan bisa mengganggu dengan memukul , menyebar fitnah dengan sms hal itu juga termasuk mengganggu dengan tangan , bisa juga dengan ucapan fitnah dan lain sebagainya. </p>
<p align="left">Muslim lain tidak terganggu sebab ucapannya dan tangannya , ini adalah derajat terendah. <strong>Namun yang dimaksud dalam hadits ini demikian luas maknanya</strong> yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar. Maksudnya adalah: ,orang muslim lain selamat sebab lidah dan tangannya , bisa dengan doa karena ia mendoakan muslim lainnya dan ia mengangkat kedua tangannya bermunajat kepada Allah untuk muslimin lainnya , maka Allah selamatkan muslim lainnya dengan doanya , maka ini juga termasuk ke dalam hadits ini , inilah afdhaliyah seorang muslim .</p>
<p align="left">Semakin mulia seorang muslim maka semakin banyak ia memberi manfaat untuk orang-orang muslim lainnya. </p>
<p align="left">Siapa yang paling banyak menyelamatkan muslim lainnya ? dialah sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;laihi wasallam.      <br />Hadits ini sungguh memendam rahasia makna bahwa orang-orang yang mulia itu menyelamatkan muslim lainnya menuju keluhuran, baik dengan tangannya walaupun sekedar sms aja, atau dengan ucapan lembut yang menasehati saudaranya , dengan hartanya , dengan langkahnya atau dengan yang lainnya. </p>
<p align="left">Semakin ia memberikan manfaat kepada muslim lainnya maka semakin afdhal keislamannya. Hadirin hadirat , kita melihat kalimat hadits ini yang sedemikian ringkas , tetapi ia mencakup hampir seluruh kemuliaan amal ibadah.      <br />Semakin banyak seseorang beribadah maka semakin banyak memberi manfaat untuk muslimin yang lainnya , diantara ibadah itu ketika dalam shalat kita telah mendoakan muslim yang lainnya dengan ucapan: <img title="image" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="125" alt="image" src="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image_thumb.png" width="553" border="0" /></p>
</blockquote>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="hadist tentang menyakiti hati orang lain">hadist tentang menyakiti hati orang lain</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="allahummaghfir lil muslimin">allahummaghfir lil muslimin</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="Allahummaghfir lil">Allahummaghfir lil</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="allahummaghfir">allahummaghfir</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="Allahummaghfir lil muslimin wal muslima">Allahummaghfir lil muslimin wal muslima</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="hadist tentang menyakiti hati">hadist tentang menyakiti hati</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="hadits tentang menyakiti hati orang">hadits tentang menyakiti hati orang</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="tidak menyakiti hati dalam hadis">tidak menyakiti hati dalam hadis</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="allahummagh fir lil muslimin">allahummagh fir lil muslimin</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/" title="\al ahyaa i minhum yang masih hidup\">\al ahyaa i minhum yang masih hidup\</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/01/21/muslim-manakah-yg-paling-utama-yaitu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemahaman baru utk ayat Al Fatihah</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 10:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Best Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca tulisan Habib Munzir di http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=258&#38;Itemid=1 Aku memperoleh pemahaman baru tentang bacaan Al Fatihah. Seperti kita ketahui, di dalam Al Fatihah, terkandung Doa yg sangat luar biasa, yaitu: Selama ini, aku mengartikan doa ini: ”Tunjukkan pada kami jalan yg lurus…” Tapi “kami” dalam pemahamanku ini tidak luas.. bahkan di otakku, di kesadaranku, “kami” ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membaca tulisan Habib Munzir di</p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=258&amp;Itemid=1">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=258&amp;Itemid=1</a></p>
<p>Aku memperoleh pemahaman baru tentang bacaan Al Fatihah.</p>
<p>Seperti kita ketahui, di dalam Al Fatihah, terkandung Doa yg sangat luar biasa, yaitu:</p>
<p><a href="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image.png"><img style="display: inline; border: 0px;" title="image" src="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image_thumb.png" border="0" alt="image" width="556" height="131" /></a></p>
<p>Selama ini, aku mengartikan doa ini:<br />
”Tunjukkan pada kami jalan yg lurus…”</p>
<p>Tapi “kami” dalam pemahamanku ini tidak luas.. bahkan di otakku, di kesadaranku, “kami” ini = diriku sendiri.. tidak ada orang lain.. hanya diriku… duh… betapa gede ego-ku.</p>
<p>Terima kasih ya Allah, engkau gerakkan diriku utk membaca tulisan habib Munzir ini.</p>
<p>Terima kasih habib, atas tulisan yg luar biasa ini.</p>
<p>Ternyata.. jika kita memperluas pemahaman, kesadaran kita atas kata “kami” ini..akan memberi dampak yg luar biasa.. tidak hanya atas diri kita sendiri, tapi juga atas semua yg kita libatkan dalam “kami” tsb.</p>
<p>Dari sekarang, aku akan berlatih utk meniatkan kata “kami” ini = seluruh umat manusia, sampai akhir jaman. semoga aku bisa.</p>
<p>Ya Allah, tunjukkan kami (semua keturunan adam, seluruh umat manusia hingga akhir jaman) jalan yg lurus</p>
<p>Ya Allah, tunjukkan kami (semua keturunan adam) jalan yg lurus</p>
<p>Yang masih terlena dalam kemaksiatan, dalam perzinaan, yg berjudi, yg terlelap dalam kemungkaran, yg menyembah selain Allah… semuanya tercakup dalam doa ini.</p>
<p>Yang sedang kesusahan, semoga Allah tunjukkan jalan yg lurus, sehingga berhasil keluar dari kesusahan dan memperoleh kemudahan + apa yg dicita-citakan.</p>
<p>Yang sedang terlilit hutang, semoga memperoleh jalan yg lurus, sehingga berhasil bebas dari hutang dan menjadi makmur kaya raya…</p>
<p>Doa yg luar biasa.</p>
<p>Dengan menyadari, meniatkan bahwa “kami” = seluruh umat manusia, berarti kita mendoakan semua orang agar selamat menuju keluhuran. Semua ini adalah cita-cita Muhammad saw, inilah jiwa Muhammad saw.. dan ucapan ini terlafadhkan dalam setiap rekaat shalat kita. <br />
Jika kita berdoa dengan niat ini, maka kita satu cita-cita dan satu perasaan dg Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Dengan doa ini, kita mendoakan seluruh umat manusia, kita mengharapkan kebaikan dan keluhuran bagi seluruh umat manusia.</p>
<p>Berikut penjelasan lebih jauh dari habib Munzir:</p>
<blockquote>
<p align="left">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Paling tidak jika kita mendoakan seluruh orang yang terkena musibah , yang dalam kesulitan , yang dalam kesesatan , yang dalam dosa , yang belum mendapat hidayah . Diantara milyaran nama penduduk bumi , ada satu namamu disitu dan nama itu pastilah yang disayangi Allah karena mendoakan milyaran nama lainnya . Hadirin hadirat , jadilah satu nama diantara milyaran nama yang mendoakan milyaran nama-nama tersebut .</p>
<p align="left">Kita bayangkan Allah melihat permukaan bumi di barat dan timur ini , yang disana ada yang tobat , ada yang bermaksiat , ada yang menyembah selain Allah , ada yang masuk Islam , ada yang mencaci , dan ada yang memaafkan…<br />
Allah melihat semua itu dan Allah melihat ada satu jiwa yang mendoakan , semuanya didoakan oleh satu orang dengan berkata :</p>
<p align="left">&#8220;Ya Rabb jadikanlah kami semua dalam kenikmatan , yang dalam kenikmatan tambahkan kenikmatannya , yang belum mendapat hidayah berilah hidayah , yang dalam musibah berikan kemudahan , yang dalam kesesatan berikan hidayah &#8220;,</p>
<p align="left">satu jiwa mendoakan seluruh nama itu maka yang satu ini dipandang oleh Allah daripada yang lainnya.<br />
Maka paling tidak Allah akan memberi untuk<strong>nya</strong> kenikmatan , hidayah dan jauh dari kesesatan karena telah satu perasaan dengan sayyidina Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam .</p>
<p align="left">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Demikian indahnya alam ma&#8217;rifah , semakin kita dalami makna kehidupan ini , semakin kita dalami makna ucapan yang yang kita ucapakn maka akan semakin indah hari-hari kita , semakin mulia kehidupan kita.</p>
<p align="left">Oleh sebab itu tidaklah mustahil jika orang-orang yang ma&#8217;rifah billah itu , yang nampaknya tidak terlalu banyak ibadahnya tetapi <strong>derajat mereka terus meningkat</strong> demikian cepatnya karena getaran jiwanya.</p>
<p align="left">Ketika seseorang mengucapkan Fatihah seribu kali , ia mengucapkannya <strong>sekali tetapi</strong> dengan makna yang begitu dalam dia rangkum <strong>seluruh nama penduduk bumi</strong> di <strong>dalam doanya</strong> , sungguh sangat jauh berbeda , semakin tinggi derajat sanubari dalam tangga-tangga keluhuran Ilahi , maka semakin luhur setiap getaran ucapannya , semakin luhur setiap getaran perasaannya .</p>
<p align="left">Inilah indahnya tuntunan nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam yang terus mendoakan ummatnya dengan doa :<a href="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image1.png"><br />
<img style="display: inline; border: 0px;" title="image" src="http://wahinijua.com/wp-content/uploads/2010/01/image_thumb1.png" border="0" alt="image" width="550" height="74" /></a></p></blockquote>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="pemahaman al fatihah">pemahaman al fatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="pemahaman al-fatihah">pemahaman al-fatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="ayat al fatihah">ayat al fatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="tulisan ayat fatihah">tulisan ayat fatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="ayat bebas hutang">ayat bebas hutang</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="pemahaman al fatiha">pemahaman al fatiha</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="tulisan alfatihah">tulisan alfatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="ayat al-fatihah">ayat al-fatihah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="ayat fatiha">ayat fatiha</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/" title="doa setelah fatihah">doa setelah fatihah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/01/20/pemahaman-baru-utk-ayat-al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: wahinijua.com @ 2012-02-07 10:24:49 -->
