<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WahiniJua.com &#187; Rasulullah saw</title>
	<atom:link href="http://wahinijua.com/category/rasulullah-saw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahinijua.com</link>
	<description>Secangkir madu hangat untuk hidup anda</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Jul 2011 07:01:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Pingin punya keturunan seorang Putra?</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 04:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/blog/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada pertanyaan: anak berikutnya pengen putra atau putri? Apakah anda ingin memiliki keturunan seorang putra? Apakah anda sedang mencari cara agar bisa dapat anak lelaki? Agar bisa memperoleh keturunan anak lelaki? Alhamdulillah, saya sudah punya seorang putri… Jujur, tentu ada keinginan di diriku untuk memiliki seorang putra.. meski setelah berusaha, jika nantinya tetap dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada pertanyaan: anak berikutnya pengen putra atau putri?</p>
<p>Apakah anda ingin memiliki keturunan seorang putra?   <br />Apakah anda sedang mencari cara agar bisa dapat anak lelaki?     <br />Agar bisa memperoleh keturunan anak lelaki?    </p>
<p>Alhamdulillah, saya sudah punya seorang putri… </p>
<p>Jujur, tentu ada keinginan di diriku untuk memiliki seorang putra.. </p>
<p>meski setelah berusaha, jika nantinya tetap dapat seorang putri, maka tetap harus aku syukuri dan sayangi sepenuh hati… </p>
<p>Setelah didenger-denger, dilihat-lihat.. Ternyata aku ga sendiri.. </p>
<p>Ternyata ada juga teman-teman yg pengen punya keturunan seorang putra.</p>
<p>ada juga yg kebalikannya.. sudah punya putra, sampai tiga malah.. tapi tetap pingin punya keturunan putri.. hehehe… </p>
<p>sekarang, mari fokus utk yg pengen keturunan seorang putra dulu yak…</p>
<p>daripada nyoba-nyoba teknik posisi, asam-basa, de el el de el el yg ga tau bener gak nya.. kenapa ga melakukan apa yg diajarkan oleh Rasulullah saw… </p>
<p>hal ini pertama saya temukan di dalam forum majelisRasulullah.org yg diasuh oleh Habib Munzir Al Musawwa..</p>
<p>Ada beberapa teman yg bertanya pada habibana, memohon didoakan, agar bisa memiliki seorang anak lelaki, agar bisa memiliki keturunan seorang putra.</p>
<p>apa jawaban habibana? mari kita lihat copy paste di bawah ini:</p>
<p> <span id="more-216"></span>
<p>&#8212;-</p>
<p>3. Ya Habib, saya mohon Habib mendoakan saya agar diberi keturunan seorang putra. Pakah ada do&#8217;a yg dapat saya amalkan. </p>
<p><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=7&amp;id=13952#13952">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=7&amp;id=13952#13952</a></p>
<p>Jawaban Habib Munzir&#160; Al Musawwa:</p>
<p>ada beberapa doa,namun saya ajarkan yg termudah, anda bernadzarlah jika melahirkan bayi putra, maka anda akan menamainya &quot;Muhammad&quot;, sabda Rasulullah saw : </p>
<blockquote><p>&quot;Barangsiapa yg tidak memiliki keturunan dan mendambakan keturunan maka hendaknya ia berniat jika melahirkan anak putra maka akan dinamai dengan namaku, maka Allah akan memberinya keturunan&quot; (Sirah halabiyah). </p>
</blockquote>
<p>ini sangat mujarab saudaraku, saya sudah ajarkan pada banyak saudara saudara kita di web ini dan tak satupun yg saya ajarkan kecuali mendapat kehamilan, dan diantaranya sudah lahir anaknya, diberi nama Muhammad anu, muhammad anu, semuanya Muhammad. </p>
<p>silahkan coba saudaraku..   <br />&#8212;&#8211;</p>
<p>ada juga pertanyaan lainnya:   </p>
<p>Q: 3. semoga Habib berkenan mendo&#8217;akan pula agar kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, serta dimudahkan dalam mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Habib, meskipun kami telah menikah selama 1 tahun lebih, kami belum dikaruniai anak.    <br />mohon do&#8217;anya agar Allah memberikan yang terbaik untuk kami. </p>
<p>Jawaban Habib Munzir&#160; Al Musawwa:</p>
<p>3. anda bernadzarlah, jika mendapat anak pria akan dinamai Muhammad, sungguh nadzar ini sangat mujarab dan selalu berhasil, karena Rasul saw bersabda: &quot;Barangsiapa yg sulit mempunyai keturunan, lalu ia bernadzar memberi nama anaknya dengan namaku, maka ALlah akan memberikan keturunan padanya&quot; </p>
<p>dijelaskan pada Sirah Hakabiyyah, bahwa periwayat hadits ini termasuk orang yg tak punya keturunan, ia mencoba resep tsb maka ia mempunyai anak, ia namai Muhammad, lalu ia nadzar lagi, maka ia mendapat putra lagi, hingga ia mempunyai 7 anak putra bernama Muhammad. </p>
<p>sudah puluhan orang yg mengadu pada saya akan hal ini dan setelah mereka mencoba maka mereka berhasil, ada yg sudah belasan tahuh tak punya keturunan dan Allah swt segera menjawab harapan mereka dengan Mukjizat Nabi Muhammad saw.   <br /><a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25085&amp;catid=9">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=34&amp;func=view&amp;id=25085&amp;catid=9</a>    <br />&#8212;&#8212;-</p>
<p>nah… bagaimana dengan Anda?</p>
<p> <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Bagi yg sudah berhasil, tolong tulis dan share pengalamannya di comment di bawah ya..</p>
<p>terima kasih banyak</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa punya keturunan">doa punya keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa mempunyai keturunan">doa mempunyai keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa ingin memiliki keturunan">doa ingin memiliki keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa agar cepat diberi keturunan">doa agar cepat diberi keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa agar diberi keturunan">doa agar diberi keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa untuk punya keturunan">doa untuk punya keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa ingin mempunyai keturunan">doa ingin mempunyai keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa untuk mempunyai keturunan">doa untuk mempunyai keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa memiliki keturunan">doa memiliki keturunan</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/" title="doa pengen punya keturunan">doa pengen punya keturunan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/07/11/pingin-punya-keturunan-seorang-putra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah indahnya Shalawat itu?</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 10:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimankah-indahnya-shalawat-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak ulama-ulama yg sudah menyarankan, menganjurkan kita utk memperbanyak membaca shalawat. Mari kita mengingat kembali, menancapkan kedalam sanubari kita, bahwa Allah swt lah yg memerintahkan kita utk bershalawat kepada Nabi saw. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak ulama-ulama yg sudah menyarankan, menganjurkan kita utk memperbanyak membaca shalawat.</p>
<p>Mari kita mengingat kembali, menancapkan kedalam sanubari kita, <strong>bahwa</strong> <strong>Allah swt lah yg memerintahkan kita utk bershalawat kepada Nabi saw</strong>.</p>
<blockquote><p><strong>“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.        <br />Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”</strong> (Q.S. Al Ahzab (33) ayat 56)</p>
</blockquote>
<p>Dari ayat Al Qur-an di atas, bisa kita pahami bahwa Allah dan para Malaikat bershalawat pada Nabi saw. Dan Allah swt menyeru kepada orang-orang yg <strong>beriman </strong>untuk bershawalat dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan kepada Nabi saw.</p>
<p>Lalu, apakah lagi yg menyebabkan kita tidak membaca shalawat?</p>
<p>apa yg menyebabkan kita masih sedikit membaca shalawat?</p>
<p>padahal masih bisa kita bernyanyi 2-3 lagu diwaktu senggang kita dg lagu pop atau dangdut?</p>
<p>kenapa kita masih merasa cukup dengan hanya membaca shalawat dalam shalat saja dan malas menambahnya?</p>
<p>apa yg menghalangi kita untuk membaca shalawat sebanyak-banyaknya?</p>
<p> <span id="more-161"></span>
<p>Alhamdulillah, dulu aku diajarkan oleh guruku, Guru Asmuni (Guru Danau), untuk banyak mencintai membaca shalawat, untuk rajin membaca shalawat, untuk membaca shalawat sebanyak-banyaknya. </p>
<p>Beliau juga selalu menekankan akan manfaat dan keindahan membaca shalawat.</p>
<p>Karena pengajaran beliau inilah, maka alhamdulillah aku selalu rajin membaca shalawat.</p>
<p>Jika ada waktu lapang, diperjalanan, di motor, di angkot, saat berjalan, duduk ga ada kerjaan, menggendong Shera anak-ku, selalu kusempatkan untuk membaca shalawat.</p>
<p>Habib Luthfi Bin Yahya menyarankan kita untuk banyak-banyak membaca shalawat, minimal 300x sehari.</p>
<blockquote><p>Jangan tinggal setiap malam setiap malam baca shalawat, <strong>paling sedikit tiga ratus</strong> kali.       <br />Dan cari shalawat yang paling pendek, tidak harus yang panjang.       <br /><strong>Asal&#160; istiqamah membaca shalawat apa saja</strong>.       <br /><strong>Keutamaan</strong> shalawat tidak bisa diukur, sebab sholawat itu hubungannya <strong>langsung dengan Rasulullah saw</strong>. (Habib Luthfi bin Yahya)</p>
</blockquote>
<p>Mari kita ingat kembali hadits Rasulullah saw berikut ini:</p>
<blockquote><p>Rasulullah saw bersabda:     <br />“<strong>Orang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali</strong>.”&#160; (H.R. Muslim)</p>
</blockquote>
<p>dan masih banyak hadits-hadits lain yg menyebutkan tentang keutamaan shalawat ini, insya Allah akan saya tulis lain waktu.</p>
<p>Kemudian, shalawat yg kita baca bisa apa saja, misal:</p>
<p>Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad.</p>
<p>Atau </p>
<p>Sholallahu ‘alaa Muhammad</p>
<p>atau</p>
<p>Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa aalihi wasahbihi wasallim.</p>
<p>oh ya, setelah membaca shalawat sebanyak-banyaknya, sebagai <strong>penutup</strong> usahakan utk melengkapi shalawat tersebut dg doa untuk sahabat Rasulullah saw dan keluarga beliau.</p>
<p>Biasanya ditutup dg:</p>
<p>Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaih wa’ala wa’alaih.</p>
<p>atau yg mirip dg doa ini.</p>
<p>minimal 300x sehari? gimana cara gampang untuk menghitungnya?</p>
<p>Mari kita lihat jari-jari kita.. satu jari ada 3 ruas.. kita punya 5 jari..maka: ada 5&#215;3 = 15 ruas = 15x bacaan.</p>
<p>Jika bolak balik..maka dapat 30x.. biasanya di tambah 1&#215;3 ruas lagi..total jadi 33 ruas = 33 kali,    <br />bolak balik dari kelingking, sampe jempol, <strong>tambah jempol sekali (1&#215;3 ruas)</strong>, kemudian balik lagi dari jempol ke kelingking.. total bolak balik = 33 ruas = 33 kali.</p>
<p>jika kita ulang hal ini 3 kali, maka: 3 x 33 = 99 bacaan.. tinggal tambah satu, maka lengkaplah jadi 100x.</p>
<p>Bisa kita baca pas berangkat ke kantor..dari pada bengong, kita gerakan jempol di ruas-ruas jari kita, naik turun, dari kelingking ke jempol, bolak balik, sehingga dapat 100x.</p>
<p>Saat pulang dari kantor, kita baca lagi… 100x</p>
<p>saat nyari makan siang, atau sebelum shalat Dhuhur, kita baca lagi 100x… dapatlah 300x…</p>
<p>Kalo waktu masih lapang.. tambah lagi, tambah lagi…</p>
<p>Syukur-syukur bisa 1000x sehari….</p>
<p>Dengan baca shalawat, kita menyambung jalinan dg Allah swt dan Rasulullah saw.. semoga semakin banyak baca shalawat, semakin kuat dan kokoh tali hubungan kita dg Allah swt dan Rasulullah saw.. amin</p>
<p>Ayo, singsingkan lengan baju, mari membaca shalawat sebanyak-banyaknya. minimal 300x setiap hari.</p>
<p>Wallahu a’lam</p>
<p>.. bersambung… (kaya pilem silat aja)…</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="indahnya sholawat">indahnya sholawat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="sholawat pendek">sholawat pendek</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="indahnya shalawat">indahnya shalawat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="bacaan sholawat pendek">bacaan sholawat pendek</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="shalawat PENDEK">shalawat PENDEK</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="indahnya sholawat nabi">indahnya sholawat nabi</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="indahnya solawat">indahnya solawat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="shalawat paling pendek">shalawat paling pendek</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="sholawat indah">sholawat indah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/" title="bacaan shalawat pendek">bacaan shalawat pendek</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/24/bagaimanakah-indahnya-shalawat-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk Mengenang Akhlak Rasulullah saw</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 01:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be a Better You]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Well…. kalo ga kenal maka ga sayang… Sudah kenal.. making dikenang, maka makin sayang… Semoga bertambah kecintaan kita pada Rasulullah saw. Semoga kita bisa semakin mantab dalam meneladani Nabi saw… amin. Berikut cerita tentang akhlak Nabi saw… monggo dinikmati ya.. jangan di-skip mbacanya.. monggo dinikmati dan diresapi Mengenang Akhlak Rasulullah saw Sumber: Madinatul &#8216;Ilmi&#160; Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Well…. kalo ga kenal maka ga sayang…    <br />Sudah kenal.. making dikenang, maka makin sayang…</p>
<p>Semoga bertambah kecintaan kita pada Rasulullah saw.</p>
<p>Semoga kita bisa semakin mantab dalam meneladani Nabi saw… amin.</p>
<p>Berikut cerita tentang akhlak Nabi saw… monggo dinikmati ya.. jangan di-skip mbacanya.. monggo dinikmati dan diresapi</p>
<p> <span id="more-158"></span>
<p><strong>Mengenang Akhlak Rasulullah saw</strong></p>
<p>Sumber: Madinatul &#8216;Ilmi&#160; </p>
<p>Setelah Nabi saw wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya &#8211; tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar ra dan dia meminta, &quot;Ceritakan padaku akhlak Muhammad!&quot;. </p>
<p>Umar ra. menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal ra. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal ra pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal ra hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib kw. </p>
<p>Orang Badui ra ini mulai heran. Bukankah Umar ra merupakan seorang sahabat senior Nabi saw, begitu pula Bilal ra, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi saw. </p>
<p>Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad saw..</p>
<p>Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali kw. Ali kw dengan linangan air mata berkata, &quot;Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.&quot;    <br />Badui ini menjawab, &quot;Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini&#8230;.&quot;     <br />Ali kw menjawab, &quot;Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad saw, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)&quot; </p>
<p>Badui ini lalu menemui Siti Aisyah ra Isteri Nabi saw yang sering disapa &quot;Humairah&quot; oleh Nabi ini hanya menjawab “khuluquhu al-Qur&#8217;an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur&#8217;an)”.    <br />Seakan-akan Aisyah ra ingin mengatakan bahwa Nabi saw itu bagaikan Al-Qur&#8217;an berjalan. </p>
<p>Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi saw kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur&#8217;an. Aisyah ra akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu&#8217;minun [23]: 1-11. </p>
<p>Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi saw. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi saw, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi saw terakhir ini. </p>
<p>Mari kita kembali ke Aisyah ra. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi saw, Aisyah ra hanya menjawab, &quot;Semua perilakunya indah.&quot;    <br />Ketika didesak lagi, Aisyah ra baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. &quot;Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, &#8216;Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.&#8217;&quot; </p>
<p>Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah Jalla Jalaluh. </p>
<p>Nabi Muhammad saw jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ra ketika menjelang subuh Aisyah ra tidak mendapati suaminya disampingnya.    <br />Aisyah ra keluar membuka pintu rumah.     <br />terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu.     <br />Aisyah ra berkata, &quot;Mengapa engkau tidur di sini?&quot;     <br />Nabi Muhammmad saw menjawab, &quot;Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” </p>
<p>Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? </p>
<p>Nabi saw mengingatkan, &quot;berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.&quot; </p>
<p>Para sahabat pada masa Nabi saw memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka. </p>
<p>Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi saw. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. </p>
<p>Di tengah kebingungannya, Rasul saw <strong>memanggilnya</strong>. Rasul saw memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul saw pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi saw tersebut. </p>
<p>Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul saw Yang Mulia. </p>
<p>Nabi Muhammad saw juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar ra, Rasul saw selalu memujinya. Abu Bakar ra lah yang menemani Rasul saw ketika hijrah. Abu Bakar ra pulalah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul saw sakit. </p>
<p>Tentang Umar bin Khattab ra, Rasul saw pernah berkata, &quot;Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.&quot; </p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan, &quot;Nabi saw bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi saw memberikannya pada Umar ra yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta&#8217;wil) mimpimu itu? Rasul SAW menjawab &quot;ilmu pengetahuan.&quot; </p>
<p>Tentang Utsman bin Affan ra, Rasul saw sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri Nabi saw, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). </p>
<p>Mengenai Ali bin Abi Thalib kw, Rasul saw bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali kw. &quot;Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.&quot; &quot;Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.&quot; </p>
<p>Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. </p>
<p>Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi saw. </p>
<p>Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul saw. Mereka ingin Rasul sawmenunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sawmemutuskan siapa, Abu Bakar ra berkata: &quot;Angkat Al-Qa&#8217;qa bin Ma&#8217;bad sebagai pemimpin.&quot; Kata Umar ra &quot;Tidak, angkatlah Al-Aqra&#8217; bin Habis.&quot; Abu Bakar ra berkata ke Umar ra, &quot;Kamu hanya ingin membantah aku saja,&quot; Umar ra menjawab, &quot;Aku tidak bermaksud membantahmu.&quot; </p>
<p>Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: &quot;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya&quot; (QS. Al-Hujurat 1-2) </p>
<p>Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar ra berkata, &quot;Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.&quot; </p>
<p>Umar ra juga berbicara kepada Nabi saw dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar ra banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi saw takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi saw. </p>
<p>Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi saw didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi&#8217;ah. Ia berkata pada Nabi saw, &quot;Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami&quot; </p>
<p>Nabi saw <strong>mendengar dengan sabar</strong> uraian tokoh musyrik ini. <strong>Tidak</strong> sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya.     <br />Ketika Utbah berhenti, Nabi saw bertanya, &quot;Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?&quot;     <br />&quot;Sudah.&quot; kata Utbah.     <br />Nabi saw membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi saw pun bersujud. <strong>Sementara</strong> itu Utbah duduk mendengarkan Nabi <strong>sampai</strong> menyelesaikan bacaannya. </p>
<p>Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi saw <strong>dengan sabar mendengarkan</strong> pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik.     <br /><strong>Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain</strong>.     <br />Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. </p>
<p>Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi saw dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi saw berbicara.    <br />Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah! </p>
<p>Ketika Nabi saw tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi saw bahwa Nabi saw akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi saw. </p>
<p>Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi saw. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi saw dan melaporkan kedatangannya.    <br />Apa jawab Nabi saw? &quot;Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.&quot; </p>
<p>Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi saw <strong>janji adalah suatu yang sangat agung</strong>. Meskipun Nabi saw merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi saw janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir.     <br />Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi saw telah menyerap di sanubari kita atau tidak. </p>
<p>Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi saw berkata pada para sahabat, &quot;Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!&quot; </p>
<p>Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, &quot;Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.&quot; </p>
<p>Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar ra langsung berdiri dan siap &quot;membereskan&quot; orang itu. Nabi saw pun melarangnya. </p>
<p>Nabi saw pun menyuruh Bilal ra mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah ra yang berada di rumah Nabi SAW keheranan ketika Nabi saw meminta tongkat.    <br />Setelah Bilal ra menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah ra pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sawberikan pada mereka. </p>
<p>Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi saw. Nabi saw berkata, &quot;Lakukanlah!&quot; </p>
<p>Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan.    <br />Tetapi terjadi suatu keanehan.     <br />Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi saw dan memeluk Nabi saw seraya menangis, &quot;Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah&quot;. </p>
<p>Seketika itu juga terdengar ucapan, &quot;Allahu Akbar&quot; berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi saw itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi saw tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi saw sebelum Allah Jalla Jalaluh memanggil Nabi saw ke hadirat-Nya. </p>
<p>Suatu pelajaran lagi buat kita. <strong>Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela</strong>. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita.     <br />Rasul saw pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis (pailit). Na&#8217;udzu billah&#8230;..</p>
<p>Nabi Muhammad saw ketika saat haji Wada&#8217;, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato.    <br />Di akhir pidatonya itu Nabi saw dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, &quot;Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?&quot; Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. </p>
<p>Nabi saw melanjutkan, &quot;Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah&#8230;..?&quot; </p>
<p>Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, &quot;Benar ya Rasul!&quot; </p>
<p>Rasul saw pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, &quot;Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah!&quot;. </p>
<p>Nabi saw meminta kesaksian Allah Jalla Jalaluh bahwa Nabi saw telah menjalankan tugasnya. </p>
<p>Kita pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah saw. </p>
<p>&quot;Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu,    <br />betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu,     <br />betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung,     <br />betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad saw,&#160; <br />betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami.     <br />Ya Allah saksikanlah&#8230;Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah&quot;     <br />(Dari beberapa sumber)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasulullah">akhlak rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul">akhlak rasul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="indahnya akhlak rasulullah">indahnya akhlak rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul saw">akhlak rasul saw</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul allah">akhlak rasul allah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasulullah dan para sahabat">akhlak rasulullah dan para sahabat</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak para sahabat rasul">akhlak para sahabat rasul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="kata mutiara saat maulus Nabi">kata mutiara saat maulus Nabi</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="akhlak rasul majelis rasulullah">akhlak rasul majelis rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/" title="mengenang rasulullah">mengenang rasulullah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/24/yuk-mengenang-akhlak-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor ala Rasulullah saw?</title>
		<link>http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 11:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahinijua.com/2010/03/04/humor-ala-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Guruku dikampung halaman, Guru Asmuni dari Danau Panggang (Guru Danau), selalu menyelipkan humor dalam pengajian beliau, sangat lucu, dan ga garing. Humor ini membuat pengajian beliau menjadi lebih berwarna bagiku. Karena humor beliau, aku memandang beliau sebagai figur yg alim, hangat, lucu dan dan sangat humoris. Ternyata, dalam salah satu pengajian Guru Danau, beliau menyebutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guruku dikampung halaman, Guru Asmuni dari Danau Panggang (Guru Danau), selalu menyelipkan humor dalam pengajian beliau, sangat lucu, dan ga garing. Humor ini membuat pengajian beliau menjadi lebih berwarna bagiku.<br />
Karena humor beliau, aku memandang beliau sebagai figur yg alim, hangat, lucu dan dan sangat humoris.</p>
<p>Ternyata, dalam salah satu pengajian Guru Danau, beliau menyebutkan bahwa Guru beliau, yaitu KH. Zaini Ghani Sekumpul Martapura (Guru Sekumpul) adalah orang yang lebih lucu dan lebih humoris dari beliau sendiri.<br />
Karena Martapura jauh dari kotaku dan aku jarang ikut pengajian Guru Sekumpul, maka aku belum punya bayangan bagaimana humor dari Guru Sekumpul.<br />
Sekarang setelah aku memiliki beberapa kaset/mp3 rekaman ceramah Guru Sekumpul… ternyata memang benar.. Guru Sekumpul bener-bener lucu dan penuh humor.</p>
<p>Dalam pengajian tsb, Guru Danau melanjutkan bahwa jika Guru Sekumpul itu orang yg humoris.. ternyata, Rasulullah saw lebih humoris dan lebih lucu lagi…<br />
wow.. aku tersenyum saat itu.. krn bodohnya aku dan kurangnya ilmu, tentu saja aku ga tak tau hal ini, tak juga bisa membayangkan.. apa lagi tidak pernah bertemu dg Rasulullah saw <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  … tapi dari kata-kata Guru Danau ini aku percaya, bahwa Rasulullah saw adalah juga pribadi yg penuh humor.</p>
<p>Bagaimanakah contoh humor dari Rasulullah saw?<br />
Monggo diterusin membaca artikel ini ya <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-140"></span></p>
<p>Dalam beberapa pengajian, aku pernah mendengar hadits-hadits yg bertutur tentang humor dan canda dari Rasulullah saw.<br />
Salah satunya aku dengar dalam pengajian Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di majelis Maiyah Jogja, cak Nun bercerita bahwa Rasulullah adalah orang yg humoris, cak Nun kemudian menceritakan tentang canda Rasulullah saw saat seorang ibu tua bertanya pada beliau:</p>
<blockquote><p>Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?”<br />
Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”.<br />
Perempuan itu menangis mengingat nasibnya.<br />
Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”.<br />
(Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)</p></blockquote>
<p>Mendengar cerita cak Nun ini aku menjadi ingat kembali kata-kata Guru Danau bahwa Rasulullah saw itu juga humoris <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Hari ini, Alhamdulillah, aku menemukan beberapa hadits lain tentang humor dan canda dari Rasulullah saw.<br />
Hadits-hadits ini mencerahkan pagiku dan semoga terekam kuat dalam benakku utk terus mewarnai kehidupanku.<br />
Hadits-hadits tentang humor dan canda Rasulullah saw ini, yang sampai ke kita saat ini, baru segini, masih bisa dihitung dengan jari… berapa banyak yg tidak sampai ke kita, berapa banyak yang tidak tertulis, berapa banyak yg hilang olah jaman.. tentu saya yakin, masih banyak lagi humor dan canda dari Rasulullah saw di masa itu, masa yg indah….</p>
<p>Subhanallah, sungguh engkau ya Nabi saw adalah figur yg paling pantas utk di-idola-kan, diteladani..</p>
<blockquote><p>Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya.<br />
Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”.<br />
Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat.<br />
“Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?”<br />
Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta”<br />
Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.<br />
(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)</p></blockquote>
<blockquote><p>Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir.<br />
Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”.<br />
Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan.<br />
Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat.<br />
Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah.<br />
Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah.<br />
Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??”<br />
Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka”<br />
Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?”<br />
Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah.<br />
(Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)</p></blockquote>
<blockquote><p>Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih.<br />
Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw.<br />
Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak.<br />
Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa.<br />
(HR. Bukhori, dhoif)</p></blockquote>
<p>hehehe… hadits di atas sungguh lucu <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping.<br />
Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!”<br />
Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”<br />
Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari.</p>
<p>Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”<br />
suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.”<br />
Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”<br />
Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk.<br />
Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?”<br />
Beliau berkata, “Marilah kita mulai.”<br />
Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku.<br />
Beliau tertawa seraya berkata, ”Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.”<br />
(HR Ahmad dan Abi Dawud)</p></blockquote>
<blockquote><p>Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.”<br />
Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?”<br />
Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad”, Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!””.<br />
Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja”<br />
(HR Bukhari dan Muslim)</p></blockquote>
<p>Terima kasih pada pak Setiawan atas tulisannya <a href="http://www.dakwatuna.com/2009/fiqih-canda-dan-humor/">http://www.dakwatuna.com/2009/fiqih-canda-dan-humor/</a> sehingga aku bisa memperoleh hadits-hatids ini.</p>
<p><img src="http://wahinijua.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/cendol.gif" style="border:none;background:none;" alt=":cendol" /></p>
<p>Bagaimana menurut teman-teman? comment-nya ditunggu ya <img src='http://wahinijua.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika teman-teman ada menemukan lagi hadits-hadits lain tentang humor dan canda Rasulullah saw ini.. tolong tulis di-comment bawah ya..</p>
<p>terima kasih banyak</p>
<p>Wallahu’alam Bisshawab</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="guru danau">guru danau</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="humor ala rasulullah">humor ala rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="humor rasulullah">humor rasulullah</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="ceramah guru sekumpul">ceramah guru sekumpul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="humor cak nun">humor cak nun</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="humor ala nabi">humor ala nabi</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="ceramah guru sekumpul martapura">ceramah guru sekumpul martapura</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="pengajian guru sekumpul">pengajian guru sekumpul</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="Guru asmuni danau panggang">Guru asmuni danau panggang</a></li><li><a href="http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/" title="ceramah guru danau">ceramah guru danau</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahinijua.com/2010/03/03/humor-ala-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: wahinijua.com @ 2012-05-21 19:50:12 -->
