(Renungan) Mengapa kita membaca Al-Qur’an?

Saat aku mengecek mailbox-ku, aku menemukan sebuah email. Email yg entah sudah diforward berapa kali.
Di dalam email, diceritakan sebuah kisah yg menyentuh dan penuh makna.

Dulu, saat pertama membaca cerita ini, aku yakin ini adalah sebuah kisah yg patut utk disimpan dan dibagikan buat temans semua. Nah, kupikir blog ini merupakan sarana yg tepat berbagi kisah ini.

Oh ya.. aku baru sadar saat menulis artikel blog ini. tak sengaja, mataku tertumbuk pada alamat seseorang yg tercantum di bagian paling bawah dari email tsb…
Aku ga tau apakah dia yg mengarang cerita ini, atau yg menerjemahkan, atau yg pertama mem-forwardnya.
Sungguh mengagetkan.
Ternyata dia berasal dari daerah yg sama denganku, bahkan kotanya bersebelahan dg kotaku. Di kota itulah dulu SMA-ku berada. Sebuah kebetulan yg indah.
Terima kasih utk mu temans, atas cerita ini.

Ga perlu basa-basi lagi, berikut ceritanya:

Assalamu’alaikum,
Semoga Bermanfaat

Why do we read Qur’an, even if we can’t understand a single Arabic word ?
==> Mengapa kita membaca Al-Qur’an meskipun kita tidak mengerti  satupun artinya ?

This is a beautiful story :
==> Ini suatu cerita yang indah :

An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern
Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early
sitting at the kitchen table reading his Quran.
==> Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya.

His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in
every way he could. One day the grandson asked, "Grandpa! I try to
read the Qur’an just like you but I don’t understand it, and what I do
understand I forget as soon as I close the book. What good does
reading the Qur’an do?"
==> Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba
untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya
bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’An seperti yang kamu
lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku
lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca
Qur’An?

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and
replied, "Take this coal basket down to the river and bring me back a
basket of water."
==> Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas
sambil berkata  , " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan air."

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got
back to the house.
==> Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi
semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

The grandfather laughed and said, "You’ll have to move a little faster
next time," and sent him back to the river with the basket to try
again. This time the boy ran faster, but again the bas ket was empty
before he returned home.
==> Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih
cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan
keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi
tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry
water in a basket, and he went to get a bucket instead. The old man
said, "I don’t want a bucket of water; I want a basket of water.
==> Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil
membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang
cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember air ; aku hanya mau
satu keranjang air.

“You’re just not trying hard enough,” and he went out the door to watch
the boy try again. At this point, the boy knew it was impossible, but
he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he
could, the water would Leak out before he got back to the house.
==> Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek
nya,  biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor
keluar sebelum  ia sampai ke rumah.

The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he
reached his grandfather the basket was again empty. Out of breathe, he
said, "See Grandpa, it’s useless!".
"So you think it is useless?"
==> Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek
keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat
Kek, percuma!".
" Jadi kamu pikir percuma?"

The old man said, "Look at the basket." The boy looked at the basket
and for the first time realized that the basket was different. It had
been transformed from a dirty old coal basket and was now clean,
inside and out.
==> Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa
keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari
keranjang batubara yang tua kotor dan  kini bersih, luar dalam. "

"Son, that’s what happens when you read the Qur’an. You mi ght not
understand or remember everything, but when you read it, you will be
changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.
==> "Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur’An. Kamu
tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca
nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

———

If you feel this email is worth reading, please forward to your
contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: "The one who
guides to good will be rewarded equally"
==> Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke
teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjarannya yang sama "

Nuruddin Fathnani
Komplek Swadharma Lestari
Blok F 7 Mabu’un
Kec. Murung Pudak
Kab. Tabalong, Kalsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *