Ayo mengajak pada kebaikan. Kenapa?

Alhamdulillah… terima kasih pada guru yg kucintai, Habib Munzir, tulisan beliau sungguh memotivasiku, menguatkanku, meyakinkanku utk lanjut menulis.

Sebelum temans membaca tulisan Beliau yg aku copy paste di sini, ada baiknya temans membaca latar belakang berikut ini:

Selama ini, aku memilih diam, takut mengajak pada kebaikan. Karena aku sendiri ga pede, aku merasa diriku masih kotor, ga pantes, masih banyak berbuat dosa.

Aku takut utk mengajak melakukan ibadah atau kebaikan yg aku sendiri belum mengamalkan, belum konsisten mengamalkan, tidak dalam ilmunya.

Ketika ada keinginan utk membuat website/blog, aku menundanya. Karena aku merasa masih sedikit ilmu yg aku amalkan, masih sedikit hal yg bisa aku share. aku punya banyak buku dan informasi, tapi aku merasa masih sedikit yg pantas utk aku share.

Awalnya aku ingin membuat blog agar bisa berbagi dg temans semua, agar aku memiliki teman seperjalanan. Bersama-sama meraih kemakmuran dan sukses.
Tapi aku ragu, mo nulis apa?

Mo nulis tentang agama, ga pernah masuk pesantren.
Mo nulis agar bisa sukses, diri sendiri belum sukses.
Mo nulis agar bisa kaya raya, diri sendiri belum jadi milyarder (klo jutawan, alhamdulillah sudah, walaupun masih tahap awal..hehehe. semoga bisa terus tumbuh..amin, diaminin aja..bantuin aminin dong 🙂 ).
Mo nulis pengalaman sehari2-ku? lah tiap harinya cuma di kantor-rumah, kantor-rumah, warung makan… apa yg menarik?

Kemudian satu pikiran muncul: Kalo aku menunggu jadi orang sukses atau kaya baru menulis.. berapa tahun yg terbuang percuma?
Padahal jika aku menulis dari sekarang.. berapa banyak temans yg mungkin menemukan tulisanku dan termotivasi utk melakukan apa yg aku tulis utk kemudian memperoleh hidup yg lebih baik?
Meski ilmu itu bukan berasal dari pengalaman pribadiku, tapi aku bisa menceritakan atau menyampaikan ilmu dr orang lain yg telah terbukti memperoleh manfaat dari ilmu tsb.

Aku menguatkan hati, membulatkan tekad utk membuat website ini. Dg niatan awal:
Semoga Allah Ridho pada ku.
Semoga tulisanku ini menjadi pengingat bagiku, membawa manfaat bagi diriku sendiri.
Dan tentu saja, semoga website ini dan tulisan yg ada di dalamnya dapat memberi manfaat terbaik bagi temans semua, semoga byk org bisa terinspirasi, dapat strategi2 dan teknik2 yg bermanfaat, utk menjadi diri yg lebih baik dan memperoleh yg terbaik. amin.

Nah….Hari ini lain. Allah membimbingku utk berkunjung ke http://majelisrasulullah.org, aku membuka salah satu tulisan beliau dan Alhamdulillah byk pelajaran dan ilmu yg aku dapatkan.

Salah satunya adalah: “agar kita mau mengajak orang lain, mengajak teman utk berbuat kebaikan. utk menyampaikan ilmu kepada teman yg lain, meski ilmu itu belum kita amalkan saat ini”.

Habib Munzir, melalui tulisan beliau ini, mengokohkan ku, meluaskan wawasanku. Bahwa selain pengetahuan yg TELAH aku amalkan atau aku buktikan. Aku jg seharusnya menyampaikan ilmu, mengajak berbuat kebaikan, meski ilmu tsb belum aku amalkan, belum aku amalkan krn bodoh dan malasku.
Tapi tetap harus aku sampaikan….

Selain itu, Rasulullah saw jg bersabda:

‘Barang siapa memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam (bimbingan/ajaran yg baik), lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh.

Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.’
(Hadits Shohih Muslim no. 4830)

—————- berikut tulisan dari Habib Munzir ———

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Orang yang mau mengajak temannya dari kejahatan menuju keluhuran, maka ia telah seperjuangan dengan Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , sehati dengan sang Nabi, seniat dengan sang Nabi, satu cita-cita dengan sang Nabi , dan pasti sekelompok dengan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena peduli dengan apa yang dipedulikan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam.

Di zaman sekarang banyak orang bertanya " Ustaz…, Habib…, kadang-kadang saya ingin mengajak orang lain berbuat baik, tapi saya sendiri masih banyak juga berbuat dosa ?!"
justru itu amalkan perbuatan baik dengan mengajak orang lain kepada keluhuran.
Jika kita tidak bisa banyak atau kurang bisa berbuat baik, tidak juga mau mengajak orang lain berbuat baik, maka bertambahlah kehinaannya.
Jangan terjebak dengan bisikan setan " Kamu, mengajak orang untuk berbuat baik dan luhur sedangkan dirimu sendiri sering berbuat dosa ", ini adalah bisikan setan. Justru dengan perbuatan kita mengajak orang lain berbuat baik barangkali dengan itu Allah ta’ala mencabut keinginan kita untuk berbuat buruk, dan hal itu bisa terjadi .

Hadirin hadirat, mengenai firman Allah subhanahu wata’ala :

"Besar kemurkaan Allah jika kalian mengatakan hal-hal yang tidak kalian kerjakan ". ( QS. As Shaff : 3 )

Maksudnya seseorang menyuruh kepada kebaikan dia sendiri tidak mau mengerjakannya (bukan belum mampu mengerjakannya).
Al Imam Abdullah bin Alawy Al Haddad Hujjatul Islam Wabarakatul Anam mensyarahkan makna ayat ini, dan sebagain para ahli tafsir menafsirkan maksudnya adalah: hujatan Allah kepada kaum munafik yang mana mereka tidak mau ikut bersama Rasul shallallahu ‘alahi wasallam untuk berjihad, tetapi mereka menyuruh orang lain untuk berangkat. Maksudnya mereka tidak mau mati di dalam membela Allah dan RasulNya , orang lain disuruh berangkat supaya mereka muslimin wafat dalam jihad dan mereka kaum munafik bisa berkuasa kembali.

Tapi justru orang yang belum mampu untuk melakukan suatu kemuliaan , tapi ia menyampaikannya kepada orang lain maka ia termasuk mengamalkan dan mendapatkan pahala amal itu .

Misalnya, kita belum mampu untuk shalat tahajjud setiap hari, maka ajarkan orang lain untuk shalat tahajjud (dan ajarkan kemuliaannya), dan jika dia mau melakukan shalat tahajjud maka kita mendapatkan pahala tahajjud dari orang yang kita ajarkan . Karena apa? karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi mandat agung dan luhur untuk seluruh ummatnya, sederhana sekali kalimatnya, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Sampaikan (sesuatu ) dariku walaupun satu ayat”

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani mensyarahkan hadits ini riwayat Shahih Al Bukhari maksudnya adalah: bukan berarti satu ayat dari ayat-ayat Al qur’an, tapi satu kalimat dari tuntunan sang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena semua yang disampaikan oleh sang Nabi itu adalah perintah Allah, dan perintah Allah itu adalah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jadi makna hadits ini adalah sampaikan tuntunan sang Nabi walaupun satu kalimat , itu merupakan satu tugas besar, mandat yang diberikan kepada kita dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita menjadi wakil beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seluruh ummat Nabi Muhammad adalah wakil beliau shallallahu ‘alaihi wasallam .
Misalnya seseorang berkata kepadamu " sampaikan kepada si fulan salam dariku ", berarti kau telah menjadi perantara atau wakil untuk menyampaikan salam atau " sampaikan hadiah ini kepada Abdullah ", berarti engkau menjadi perantara untuk menyampaikan hadiah itu. Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :

“Sampaikan (sesuatu/ tuntunan ) dariku walaupun satu ayat”

Maukah engkau bersambung dengan rantai perantara sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? .
Di saat hari kiamat Allah memanggil para pezina dengan kelompoknya, para pendosa dengan kelompoknya, ada kelompok yang dipanggil manakah yang menjadi perantara Muhammad Raulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga kita diantara mereka.

Sampaikan semua yang engkau dengar dan kau fahami dari keluhuran sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada temanmu, keluargamu, kerabatmu dan siapa pun yang bisa disampaikan baik dengan ucapan, lewat surat, lewat email, lewat sms , lewat facebook, dan dengan apa saja yang bisa menjadi perantara untuk kau menyampaikan.

Datang waktu subuh, bangun bagi-bagi sms bangunkan orang lain untuk shalat subuh. Kalau di zaman sekarang hal-hal yang bersifat maksiat pengumumannya disebarluaskan oleh banyak perusahaan-perusahaan GSM dan lainnya, banyak sms masuk seperti pemberitahuan bahwa ada panggung dosa di tempat ini, ada panggung dosa di tempat itu, maka kita saingi juga waktunya shalat tahajjud, waktunya shalat subuh kita bangun. Selesai kita shalat tahajjud sms teman-teman kita semampu kita , dia bangun atau tidak maka kita telah mendapatkan pahalanya karena sudah menyambung rantai menjadi perantara sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .

source:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=249&Itemid=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *