Muslim manakah yg paling utama? yaitu…

image

Dulu, aku memahami hadits ini begini:
Jika mulutku atau tanganku (perbuatanku), tidak pernah menyakiti hati/fisik orang lain.. aku berharap sudah termasuk ke dalam golongan orang yg mengamalkan hadits ini…

tidak menyakiti orang lain, lewat kata maupun perbuatan.

Aku lebih memilih diam daripada berkata-kata yg tidak perlu, takut akan menyakiti orang lain.

mengenai perbuatan… aku berusaha sebisa mungkin utk tidak menyakiti orang lain.

kemarin.. setelah membaca tulisan habib Munzir di

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=258&Itemid=1

Aku melihat sebuah level baru….

Apa yg kulakukan dulu dan selama ini sudah baik…. hanya saja.. ternyata ada yg jauh lebih baik lagi, dan semua orang bisa melakukannya…

Level baru ini, membawa perubahan dari pasive (tidak melakukan yg menyakiti)… menuju proactive.

Jadi hadits di atas sebenarnya juga menganjurkan kita utk proaktif.

tidak hanya kita melakukan hal2 yg aman bagi muslim yg lain…

tapi kita jg harusnya BISA melakukan hal-hal yg membawa/mendatangkan/menghasilkan keselamatan bagi muslim yg lain.

Melalui mulut kita.. kita bisa menghasilkan keselamatan bagi orang lain..

Melalui tangan dan perbuatan kita, kita bisa melakukan hal-hal yg bisa memberikan keselamatan bagi muslim yg lain.

misal dengan:

  • doa, kita mendoakan keselamatan bagi muslim yg lain, lelaki maupun perempuan. Mendoakan kebaikan bagi orang lain.
  • Berbagi pengetahuan, sehingga muslim lain bisa selamat memperoleh tujuannya.(berbagi pengetahuan tentang masa kehamilan, merawat bayi, merawat kendaraan, dalam pekerjaan, dll).
  • Membuang batu/paku/kerikir di jalan.
  • dll.

Kita bisa melakukan banyak hal.. paling gampang ya doa itu.. murah, gampang, ga makan waktu, bisa kapan saja dan di mana saja

Aku berterima kasih pada ibuku yg menyarankan aku utk membaca:
    ”Allahummaghfir lil mukminina wal mukminaat” (ya Allah, ampunilah semua mukmin lelaku dan perempuan).
sebanyak-banyaknya… minimal 20x setiap usai shalat.
Bisa kita tambah dan lengkapi menjadi:
    ”Allahummaghfir lil mukminina wal mukminaat, wal muslimiina wal mu-minaati, al ahyaa i minhum wal amwaat” (ya Allah, ampunilah semua mukmin lelaku dan perempuan, muslim lelaki dan perempuan, yang masih hidup dan juga yg sudah meninggal)…

Berikut kutipan dari tulisan habib Munzir di websitenya:

Seorang muslim dilihat kadar kebaikannya adalah dengan selamatnya orang lain sebab ucapan dan tangannya. Muslim yang lain tidak terganggu dengan tangan atau lidahnya , tangan bisa mengganggu dengan memukul , menyebar fitnah dengan sms hal itu juga termasuk mengganggu dengan tangan , bisa juga dengan ucapan fitnah dan lain sebagainya.

Muslim lain tidak terganggu sebab ucapannya dan tangannya , ini adalah derajat terendah. Namun yang dimaksud dalam hadits ini demikian luas maknanya yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar. Maksudnya adalah: ,orang muslim lain selamat sebab lidah dan tangannya , bisa dengan doa karena ia mendoakan muslim lainnya dan ia mengangkat kedua tangannya bermunajat kepada Allah untuk muslimin lainnya , maka Allah selamatkan muslim lainnya dengan doanya , maka ini juga termasuk ke dalam hadits ini , inilah afdhaliyah seorang muslim .

Semakin mulia seorang muslim maka semakin banyak ia memberi manfaat untuk orang-orang muslim lainnya.

Siapa yang paling banyak menyelamatkan muslim lainnya ? dialah sayyidina Muhammad shallallahu ‘laihi wasallam.
Hadits ini sungguh memendam rahasia makna bahwa orang-orang yang mulia itu menyelamatkan muslim lainnya menuju keluhuran, baik dengan tangannya walaupun sekedar sms aja, atau dengan ucapan lembut yang menasehati saudaranya , dengan hartanya , dengan langkahnya atau dengan yang lainnya.

Semakin ia memberikan manfaat kepada muslim lainnya maka semakin afdhal keislamannya. Hadirin hadirat , kita melihat kalimat hadits ini yang sedemikian ringkas , tetapi ia mencakup hampir seluruh kemuliaan amal ibadah.
Semakin banyak seseorang beribadah maka semakin banyak memberi manfaat untuk muslimin yang lainnya , diantara ibadah itu ketika dalam shalat kita telah mendoakan muslim yang lainnya dengan ucapan: image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *