Riyadhah sudah, tapi kok….

Kemarin aku merasa lemas… ga tau kenapa… sepertinya karena satu masalah yg sedang aku hadapi. bisa disebut masalah, bisa disebut peluang…

Aku menganggap itu bukan masalah besar. Tapi dari lemasnya tubuh ini, ternyata masalah ini cukup membebani diri juga..

Kemudian muncul satu hikmah dalam kesadaranku…

“Allah ‘Azza Wa Jalla mengijinkan kita mengalami suatu masalah, maka PASTI sebenarnya Allah ‘Azza Wa Jalla juga sudah menyediakan solusi utk masalah tersebut.. lalu kenapa aku mesti risau, cemas dan lemas….

Harusnya aku tetap hidup dengan ceria, tersenyum, dan menghargai warna-warni kehidupan…”

Apapun masalah yg kita hadapai, insyaAllah sudah ada solusinya… yg penting kita tetap istiqamah, sungguh-sungguh beribadah mendekat pada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Kita bisa juga memperbanyak doa kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.. doa ini bukan berarti menyuruh-nyuruh Allah ‘Azza Wa Jalla.. Kita berdoa karena Allah ‘Azza Wa Jalla yg menyuruh kita untuk berdoa.

Kita berdoa bukan karena memberitahu Allah ‘Azza Wa Jalla akan kebutuhan kita… karena Allah ‘Azza Wa Jalla Maha Tahu.

Kita berdoa untuk menunjukkan kehambaan kita, agar diri ini sadar bahwa kita lemah dan berhajat pada Allah ‘Azza Wa Jalla, Allah ‘Azza Wa Jalla yang membuat kita kuat, Allah ‘Azza Wa Jalla yang akan memberi kita solusi.

Untuk setiap masalah yg kita hadapi, Allah ‘Azza Wa Jalla sudah menyediakan solusi untuk kita.

Menyadari hal ini, Alhamdulillah, ku jalani hari itu dengan lebih ringan dan senang.. dan aku bersyukur pada Allah ‘Azza Wa Jalla atas solusi-solusi yg Allah ‘Azza Wa Jalla berikan, atas nikmat yg tersembunyi dibalik masalah tersebut, atas segalanya.

Dalam kesempatan ini, sms-sms pelajaran dari Ustadz Yusuf Mansur sepertinya pas untuk kita simak dan ambil hikmahnya…

Semoga kita terus bersemangat untuk beribadah, mendekat pada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Kita mantabkan hati dan niat kita untuk memperbanyak ibadah, untuk mendekat pada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Dan kita paksa diri kita utk memperbanyak ibadah pada Allah ‘Azza Wa Jalla.. insya Allah, semoga kita dikaruniai Allah ‘Azza Wa Jalla sehingga kita bisa merasakan lezatnya ibadah..amin

SMS-SMS dari Ustadz Yusuf Mansur:

(+) 0813112xxxxx:
Ass, ustadz, mhn sharingkan motivasi, taushiyah dan pndpt antum, rasanya ana blm memperoleh "percepatan" dari riyadhoh ana, mhn doanya, smg antum mndpt Umrah Makbulah. kalo sempet bls Wass.L Bekasi.

(-) Ustadz Yusuf Mansur: Teruskan saja. Istiqamahkan saja. Jangan banyak "merasa".
Saya pribadi menempuh perjalanan lebih dari 1x riyadhah.
Ada banyak kawan antum yg lain.
Ustadz Haji Jaya Rukmana, pimpinan Daarul Qur’an Bulak Santri menempuh perjalanan 4x riyadhah. Akhirnya tercapai hajat. Dan efek positifnya, badan sehat, ibadah pun jadi istiqamah. Sbb latihannya panjang 40 hari x 4 = 160hr.
Subhaanallaah.
Ok ya? Dinikmati prosesnya.

———- berikut sms kasus yg lain ————-

sms I:
(+) Pak Kyai,Kami dari Pesantren NH di Kr, di pinggir sungai c.
Jika berkenan kami kirim No.Rekening.
sms II:
(+) Assalaamu’alaikum..Pak Kyai.
Sy minta bantuan beli beras buat makan santri,16org yg tdk mampu ditanggung oleh Pesantren.DEMI ALLOH Pagi ini santri tdk puny beras,Pak Kyai

(-) Ustadz G, dulu juga saya begitu.
Mau jajal sesuatu yg lbh dahsyat ketimbang sms pagi ini dan bantuan saya?

Rapatkan barisan santri. Dlm keadaan lapar, tegakkan shalat sunnah 2 rakaat.
Khusus minta makanan. Kemudian setelahnya baca yaasiin dan waaqi’ah.
Gemuruhkan juga langit dg yaa fattaahu yaa rozzaaqu. 111x.
Dan tutup rapat2 dari meminta kepada manusia meskipun namanya ikhtiar.

InsyaAllah tidak ada pembelajaran tauhid yg hebat kecuali skrng. Jajal lagi ya. Situasinya lagi pas buat belajar keyakinan. InsyaAllah saya bersedia diskusi lagi, trutama ttg sms yg sifatnya menawarkan amal, bukan minta. Sbb perbedaannya tipis. Salah2 malahan tauhidnya jelek.

Jajal dulu ya. Andai ketemu makanan malam pun, ga apa2. Silahkan dulu ya. Makin sering berlapar2, makin ketemu Allah. Nanti Allah naikkan derajatnya ustadz dan santri serta pesantren. Saya doakan dari depan Ka’bah. Salam, Yusuf Mansur.

(Kepada jamaah, silahkan saya dari sisi apapun jamaah mau menilai. Saya ridho. Saya yakin, jika beliau dan santri2nya meneguhkan hati, maka kemuliaan tauhid akan didapat. Subhaanallaah, laa ‘ilmaa lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. InsyaAllah tidak sedikit yg tidak terima. Mdh2an Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya

Pernah ada yg dtg minta nasihat, entah mengapa saya malah omelin beliau. Alhamdulillah, beliau malah sujud di masjid terdekat dg pondok, lalu mengadu. Mengadu bhw udah dtg ke Yusuf Mansur, malah diomelin. Dia cerita 2th berikutnya bhw saat itu dia mengadu pada Allah. Kurang lebih, "Hanya pada-Mu saja ya Allah aku mengadu. Hanya Engkau yg tdk mengusir saya, yg tdk menyakiti saya. Yusuf Mansur malah nyakitin saya".

He he, insyaAllah saya pun pernah ketemu guru yg modelnya kayak saya begini. Malah lbh double jutek dan kaco. Tapi akhirnya saya dan beliau malah ketemu Allah. Dan ini lbh mahal ketimbang bantuan yg dia kejar u/ saya memberi.

Saat itu, jika guru saya tidak marahin, tidak ngomel, tidak memaki, bahkan di hadapan orang, mungkin saya malah msh terus menerus bergantung sama manusia dan ikhtiar. Silahkan seimbangkan antara bantuan dan kearifan. Dan silahkan terus pelajari. Sekian episode pernah saya bahas di TPI. Saya coba cari arsipnya, dan saya upload setelahnya saya cari. Ga janji. Tapi insyaAllah. Saya doakan semuanya dari Mekkah sini. Salam).

——

Ini dari yg kemaren…
(+) Sy malah bahagia Pak Kyai.
Sy yaQin apa yg Pak Kyai ucapkan adalah karna digerakan oleh ALLAH SWT.

(-) Bener2 di-losin ya. Di-enolin. Yg ada hanya Allah, Allah, dan Allah. Kosongkan
dari manusia. Dan bahkan belajar u/ bertauhid lbh dahsyat lagi. Yakni jangan
berpikir bhw harus makanlah perut jadi kenyang. InsyaAllah antum bisa jika ridho.
Pelajaran yang tidak hitam putih ini sungguh membutuhkan mursyid/pembimbing. Mdh2an
antum ketemu ya mursyid yg sesuai. Amin.

(+) Bgm khabar dan kondisinya..? Mdh2an ada kemudahan. Saya doakan ya.
(-) Maaf Kyai, telat jawabnya. Habis ngajar. Alhamdulillah, begitu selesai kami
lakukan, ada kiriman dari Allah 250rb. Cukup u/ perpanjangan nafas santri.

————-

Semoga bermanfaat dan menambah ilmu dan semangat sahabat semua dalam beribadah mendekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *