Dapat pahala sedekah dg menafkahi keluarga?

Membuat orang tua senang, istri senang, anak senang.. adalah perbuatan yg luar biasa.

Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,

"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu."(HR. Muslim).

Dari Abu Mas’ud r.a katanya Nabi SAW bersabda: "Apabila seorang laki-laki memberikan nafkah kepada keluarganya dengan ikhlas, maka (pahala) nafkah itu sama dengan (pahala) sedekah" (H.R Bukhari)

Saad bin Abi Waqas r.a menceritakan bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda: "Nafkah (infaq) yang anda berikan semata-mata karena Alloh, niscaya diberi pahala oleh Allah, bahkan apa yang Anda berikan untuk makan istri anda (belanja rumah tangga) akan diberi pahala juga oleh Allah." (H.R Bukhari).

Alhamdulillah… jadi jika kita menafkahi orang tua kita, istri dan anak kita, saudara-saudara kita.. itu kita juga mendapat pahala dan keberkahan yg sama dengan bersedekah.. luar biasa..

Semoga hal ini membuat kita semakin semangat dalam bekerja, mencari nafkah..

Jika kita bekerja itu dengan niat:

  • Melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasul utk bertebaran di muka bumi dan bekerja
  • agar bisa menafkahi keluarga kita, anak istri dan orang tua kita, saudara-saudari kita.
  • agar bisa bersedekah untuk anak yatim piatu
  • agar bisa bersedekah untuk faqir miskin dan kaum dhuafa
  • agar bisa bersedekah untuk dakwah, menyebarkan ajaran Rasulullah saw.
  • agar bisa berzakat sebanyak-banyaknya
  • dan lain-lain niat utk menggunakan harta di jalan Allah SWT yg manfaat, yang dengan semua itu merupakan upaya kita untuk mendekat pada Allah SWT, mengharap ridho  Allah ‘Azza wa Jalla…

maka sungguh luar biasa.. kerja yg kita lakukan seharian itu, menjadi berlipat ganda nilainya. Menjadi penuh keberkahan dan Insya Allah akan Allah ‘Azza wa Jalla mudahkan kerja kita dan semakin diluaskan rizki kita karena niat yg mulia tadi.

Mari kita simak penjelasan lebih lanjur dari Habib Munzir berikut ini:

Hadirin-hadirat indah sekali Nabi kita ini memberi tuntunan dan bimbingan kemuliaan. Sampailah kita kepada hadits mulia yang kita baca dimalam hari ini diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika seseorang menafkahi keluarganya itu ada pahalanya.

Bukan hanya menunaikan kewajiban duniawi saja tetapi hal itu mengandung pahala, ini menunjukkan indahnya ajaran Nabi kita Muhammad saw. Sampai urusan mencari nafkah pun dilibatkan sebagai ibadah, inilah indahnya ummat Nabi Muhammad saw.

Perlu saya perjelas maksud kalimat “shadaqah” pada hadits ini bukan berarti dihukumi hukum shadaqah sebagaimana yang kita kenal, karena apa?, Apabila dihukumi shadaqah maka hukumnya sunnah, tetapi tidak demikian dalam hadits ini.
Hukumnya menafkahi keluarga kita punya tanggung jawab kepada kita hukumnya wajib, kalau shadaqah hukumnya sunnah.

Tapi yang dimaksud di dalam hadits ini adalah pahalanya, bukan hukumnya, kalau hukumnya wajib menafkahi keluarga bila kita mampu, akan tetapi pahalanya adalah seperti pahala shadaqah, maksudnya mengandung kemuliaan tidak percuma begitu saja.

Demikian indahnya hadirin-hadirat Allah swt mengatur kesejahteraan, oleh sebab itu kita yang sudah mempunyai istri, anak-anak maka menafkahi mereka itu shadaqah pahalanya, mendapat pahala shadaqah.

Yang belum mempunyai istri atau belum mempunyai keluarga maka ia membantu menafkahi ayah ibunya (jadi pahala) shadaqah, ia membantu nafkah keluarganya jadi pahala shadaqah demikian indahnya.

Maksudnya daripada intisari hadits ini keperdulian seseorang kepada orang terdekatnya diganjar oleh Allah dengan pahala bukan dengan kosong begitu saja.

Oleh sebab itu jangan sampai diantara kita lebih memperhatikan orang-orang yang jauh padahal orang-orang yang terdekatnya sendiri didalam kesulitan karena mereka lebih berhak didahulukan.

Lihat keluargamu, lihat ayah dan ibumu, lihat adik dan kakakmu, jika kita mempunyai harta lebih sampaikan kepada keluarga kita.

Demikianlah indahnya sunnah Nabi kita Muhammad saw. Ajaran Sang Nabi saw ini hadirin membawa kesejahteraan, kesejahteraan muncul pada ummat ini ketika kita mengikuti tuntunan Nabi kita Muhammad saw, sejahtera hidupnya.

Source: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=133&Itemid=30

Bagaiman menurut teman-teman semua?

Monggo, kami tunggu comment-comment dari teman-teman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *