Duduklah sebentar lagi….

Kadang aku masih sering sok sibuk…
Kayak masih banyak hal penting yg mesti dilakukan.. padahal sih, ga penting…

Habis selesai shalat fardhu, pengennya langsung ngacir, beranjak pergi.. dan segera melakukan hal lain…

Kayak menghadap Allah SWT itu bukan hal yg luar biasa.. prioritas terbawah..

Jika bisa mengadap presiden..habis menghadap, pastilah masih ingin berlama-lama..

Jika bertemu kekasih, pastilah ingin berlama lama… 5 menit lagi deh, ngobrol lagi yukkk…

Tapi kok.. setelah menghadap Allah SWT dalam shalat.. habis shalat.. kok pengennya maburrrr ajah.. bubrah…

hwadalahhh.. salah kaprah aku… wahai diri, sadarlah.. ingatlah kembali…

Alhamdulillah, dari kumpulan notes-ku, kutemukan penggugah semangat ini.

Terima kasih ya Rasulullah saw, atas pengajaran yg mulia ini..

Terima kasih buat para Guru-guru, sahabat-sahabat yg telah menuliskannya sehingga hadits ini sampai ke hadiratku.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’”
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat, maka para malaikat akan bershalawat untuknya, mendoakannya.. “Ya Allah, ampunilah dan sayangilah ia”…

Amin Allahumma Amin.

Sehabis shalat, duduklah ditempat shalat tadi barang sebentar saja… lanjutkanlah berzikir apa saja.. lanjutkanlah utk mendekat pada Allah SWT…

Banyak zikir-zikir yg diajarkan oleh Guru-guru, dari Rasulullah saw.

misal membaca istighfar, Al Fatihah, tasbih33x + Tahmid33x + Takbir 33x, shalawat.

Kemudian berdoalah… kenapa diri ini malas utk berlama-lama berdoa.. melapor pada Allah SWT.. mengeratkan lagi tali kasih diri ini pada yg Maha Mencintai.

Berapa lama harus duduk seusai shalat di tempat shalat tadi?… ini relatif… dan haruslah pandai-pandai melihat konteks (tempat, waktu, dan suasana)…

klo shalat di mushola/tempat shalat yg kecil, dan tempat ini penuh, dan masih banyak orang yg antri untuk shalat.. maka, menurut pendapatku yg bodoh ini, tentunya lebih utama jika segera berdiri dan memberi kesempatan utk orang lain shalat.

Tapi jika tempat masih lapang, waktu masih lapang.. lalu.. apakah lagi yg menghalangi utk terus bermesraan dg Allah yg Maha Lembut, maha Pengasih dan Maha Penyayang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *