Dasar hadits atau Quran tentang Riyadhah

Mas Hendra memposting pertanyaan ke blog saya spt berikut ini:

“buknanya blm mau Riyadhah, alasan belum cukup ilmu untuk itu, karena apakah Riyadhah ada tuntunan dari Baginda Rassullulah SAW?apkah mengkhusus kan suatu ayat Al-Qura’an dlm Riyadhah emang di contohkan Baginda Nabi SAW?klo iya tolong ksh dasar (hadist/ Qura’an) yg berkaitan dg itu.
karena dlm beribadah sy hrs th dasarnya, klo tdk bs dikatakan Bid’ah….maka amal-amal kita tertolak, org bid’ah pst sesat.
tq……..”

Sebelumnya saya berterima kasih pada mas Hendra atas pertanyaan yg kritis ini.

Kalo belum cukup ilmu.. ayo sama-sama belajar.. jangan menutup diri. dekati Guru-guru kita.

Riyadhah itu secara sederhana = latihan. yg namanya latihan, bisa diatur.. misal klo atlet bulutangkis, ada latihan fisik, latihan smash, latihan agility dll.
bisa 7 hari, 1 bulan, 40 hari, 3 bulan, satu tahun.

riyadhah itu seperti penggemblengan diri, agar menjadi manusia lebih baik, agar makin rajin dan istiqamah dalam beribadah, agar konsisten dalam mengamalkan yg wajib dan makin banyak mengamalkan yg sunah.

Jika Anda masih penasaran akan dasar-dasar pemikiran dan hadits sehingga Guru-guru kita menganjurkan utk Riyadhah, maka silahkan baca di artikel saya sebelumnya:
  “Terbitkan niat utk Riyadhah, karena….

Selain itu ada jg satu hadits lain spt yg saya cantumkan di bagian bawah artikel ini..

Tapi di atas semua itu…

Sebenarnya yg lebih penting dan mesti kita cermati adalah ISI dari riyadhah itu sendiri.

Apa yg terkandung di dalam riyadhah?

Apa saja yg dilakukan dalam masa riyadhah/latihan tsb?

Coba sekarang dilihat.. isi riyadhahnya apa?

contoh:

shalat 5 waktu.. masih mempertanyakan haditsnya?
shalat dhuha… apa masih perlu pertanyakan haditsnya?
baca Qur’an (minimal baca al ikhlas abis shalat.. ini minimal lho.. klo bisa sampai khatam 1 Qur’an sehari ya lebih baik lagi).. masih nanya haditsnya?

oh ada ibadas “absdfffdfdfd”.. ini dasar haditsnya apa ya?.. dicari, atau tanya di forum atau di blog ini.. sehingga kita makin semangat utk melakukannya.

Isi ibadah dalam riyadhah itu jg ga saklek.. bisa diganti-ganti..terserah kita.. bagusnya nanya ke Guru-guru kita.

ibadah2 yg sudah jelas Wajib dan Sunnahnya ini di susun dalam satu rangkaian latihan.. untuk apa? utk membantu melatih diri yg lemah ini, agar makin semangat ibadahnya..

Dan ibadah yg ada dalam riyadhah itu harus kita sadari sebagai hal minimal yg HARUS kita usahakan utk konsisten kita amalkan..jika bisa lebih dari itu..maka lebih baik lagi.. tapi minimal selama riyadhah itu kita niatkan utk kita lakukan.

kenapa mesti 40 hari?.. namanya jg latihan..dalam latihan wajar ada rentang waktu, istilah kerennya target jangka pendek..

contoh: saya bolong-bolong shalat dhuhanya.. ah, saya mau istiqamah ah.. saya latih diri saya agar bisa istiqamah. pasang target jangka pendek dulu agar bisa diukur.. 
target pertama: saya 40 hari rutin shalat dhuha, saya niatkan 40 hari akan shalat dhuha minimal 6 rakat (3×2).

trus dilakoni, dilakukan..

setelah 40 hari kita lihat/review.. wah, ternyata masih ada bolong jg.. tapi alhamdulillah tidak sebanyak dulu..

lanjutkan lagi ah, 40 hari ke depan, semoga makin istiqamah..

gitu…

jadi yg perlu kita cek itu adalah ibadah apa saja yg dilakukan dalam riyadhah itu.
masalah mau 40 hari kek, 7 hari kek, bebas…

sekarang kenapa kok guru-guru kita mengajarkan 40 hari?? krn beliau-beliau mungkin (menurut hemat saya) berusaha mengamalkan anjuran Rasulullah saw dalam sebuah sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Ibn Abi Syaibah:

Tidaklah seorang hamba mengikhlaskan dirinya selama empat puluh pagi (40 hari) kecuali dari kalbunya memancar sumber-sumber hikmah yang mengalir pada lisannya [Mushannaf Ibn Abi Syaibah, juz VII: 80; Musnad al-Syihab, juz I: 285].

Hadits ini secara implisit, secara tidak langsung, menganjurkan kita utk bersemangat beribadah, mengikhlaskan diri kepada Allah SWT.

jadi kita berusaha, 40 hari, ikhlaskan diri utk beribadah, yang wajib dilakukan, yang sunnah diperbanyak.. semoga Allah SWT ridha pada kita..amin

2 comments

  1. Kl begitu, riyadhoh yang harus saya lakukan adalah riyadhoh melaksanakan shalat wajib.
    setelah itu riyadoh shalat tepat waktu..
    setelah itu shalat berjamaah..
    dan seterusnya.
    Untung saja dalam agama ini nilai selalu pada niat dan usaha, tidak pernah pada hasil akhir.
    tapi walau niat selalu ada, usaha saya jauh dari maksimal dan selalu terhenti di tengah jalan, fluktuatif sekali dengan kulminasi curam 🙁 , bagaimana agar bisa disiplin dan istiqamah ya? ada yang punya nasehat syar’i mengenai memperbaiki disiplin diri?

    1. @ryan, niat saja dah dapat nilai/pahala..dilakukan.. tambah lagi dapat ..mantab toh .

      sama mas.saya jg naik turun..
      alhamdulillah sering dekat teman2 yg baik..guru2 yg baik .. jadi lebih baik..klo ga tambah ancur .

      klo pada jauh bagaimana?..kan ada internet..ikuti tulisan2nya..ikuti forumnya..ikut milis2nya..

      dan terus berdoa pada Allah agar ditolong,dapat hidayah dan taufik agar tetap istiqamah dan terus semakin baik..

      yakinlah anda bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *